Milan Hancurkan Torino Tiga Gol Tanpa Balasan di San Siro

Skor akhir 3-0 untuk AC Milan atas Torino mewarnai lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (22/3/2026). Rossoneri tampil dominan sejak menit awal, mengunci kemenangan melalui ...

Oct 08, 2026 - 11:02
0 0
Milan Hancurkan Torino Tiga Gol Tanpa Balasan di San Siro

Skor akhir 3-0 untuk AC Milan atas Torino mewarnai lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (22/3/2026). Rossoneri tampil dominan sejak menit awal, mengunci kemenangan melalui penguasaan bola mencapai 61 persen dan 7 shots on target dari total 15 percobaan. Torino yang datang dengan formasi 3-5-2 hanya mampu melepaskan 2 tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.

Babak Pertama: Gol Pembuka dan Momentum yang Tak Terbendung

Menit ke-12, Santiago Gimenez nyaris membuka skor lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Rafael Leao, tetapi bola masih melebar tipis di sisi kiri gawang. Tekanan Milan berbuah hasil pada menit ke-23. Youssouf Fofana melepaskan tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti setelah menerima bola rebound dari clearence tidak sempurna bek Torino. Bola meluncur deras ke sudut kanan bawah, kiper Torino tidak sempat menjangkau. Skor 1-0, dan Fofana langsung berlari ke sudut lapangan untuk merayakan gol pembuka bersama rekan-rekannya.

Torino mencoba merespons melalui serangan balik cepat. Menit ke-31, Nikola Vlasic melepaskan tembakan dari sisi kanan, namun Mike Maignan melakukan penyelamatan penting dengan kaki kirinya. Statistik mencatat Milan unggul dalam duel udara 68 persen pada 45 menit pertama. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Milan membuat lini tengah Rossoneri mendominasi transisi, dengan Tijjani Reijnders dan Fofana bergantian mengatur ritme serangan.

Menit ke-42, Milan menggandakan keunggulan. Christian Pulisic melakukan penetrasi ke kotak penalti, melewati dua pemain bertahan Torino, lalu melepaskan assist pendek kepada Leao. Penyerang asal Portugal itu menyelesaikan peluang dengan tendangan kaki kanan yang tidak mampu dihalau kiper. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Kontrol Total dan Clean Sheet yang Terjaga

Torino memasuki babak kedua dengan perubahan taktis, menarik keluar satu pemain bertahan dan menambah gelandang untuk menekan lini tengah Milan. Namun, perubahan itu justru membuka ruang bagi Rossoneri. Menit ke-58, Leao hampir mencetak gol keduanya melalui serangan balik, tetapi tendangannya membentur tiang gawang. VAR sempat meninjau potensi offside pada proses tersebut, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

Menit ke-67, Milan menutup pertandingan. Reijnders mengirim umpan terobosan kepada Pulisic yang berlari di sisi kanan. Pulisic kemudian melepaskan assist silang rendah yang disambut Fofana di depan gawang. Gelandang asal Prancis itu mencatatkan gol keduanya malam ini, membawa Milan unggul 3-0. Statistik menunjukkan Fofana menyelesaikan laga dengan 2 gol, 86 persen akurasi passing, dan 4 tekel sukses.

Torino berusaha mengejar setidaknya satu gol hiburan. Menit ke-74, Duvan Zapata melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Maignan kembali tampil gemilang dengan penyelamatan refleks. Bek Milan, Fikayo Tomori dan Malick Thiaw, tampil disiplin sepanjang laga, mencatatkan 5 intersep dan 3 blok untuk menjaga clean sheet. Kartu kuning dikeluarkan wasit kepada dua pemain Torino pada menit ke-79 dan 84 akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan Milan.

Analisis Statistik: Dominasi Milan di Semua Sektor

Penguasaan bola akhir Milan berada di angka 61 persen berbanding 39 persen milik Torino. Milan juga unggul dalam jumlah umpan sukses (512 berbanding 298), menciptakan 6 peluang besar, dan melakukan 12 percobaan dribel sukses. Torino hanya mencatat 2 shots on target dan tidak mampu menciptakan peluang besar sepanjang 90 menit. Starting XI Milan yang menurunkan Maignan; Emerson Royal, Tomori, Thiaw, Theo Hernandez; Fofana, Reijnders; Pulisic, Loftus-Cheek, Leao; Gimenez, bekerja efektif dalam menekan dan bertransisi.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan di kandang menjadi 8 laga beruntun. Fofana menjadi pemain pertama Milan yang mencetak dua gol dari luar kotak penalti dalam satu pertandingan Liga Italia sejak musim 2011/2012. Leao menambah koleksi assistnya menjadi 9 assists musim ini, sementara Pulisic mencatat 7 assists. Torino turun tanpa kekuatan penuh di lini belakang akibat akumulasi kartu, dan hal itu terlihat dari rapuhnya pertahanan mereka menghadapi serangan cepat Milan.

"Kami bermain dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Fofana menunjukkan kualitasnya, dan clean sheet adalah bukti kerja kolektif seluruh tim," ujar pelatih AC Milan dalam konferensi pers usai laga.

Dengan tambahan tiga poin, Milan memperkokoh posisinya di papan atas klasemen Liga Italia 2025/2026. Torino harus segera bangkit karena jadwal padat menanti, sementara Rossoneri menunjukkan bahwa kombinasi penguasaan bola, disiplin taktis, dan efektivitas penyelesaian akhir bisa menjadi resep konsisten menuju gelar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User