Buenos Aires — Menit ke-90 akan menjadi momen yang paling dinanti publik sepak bola dunia. Lionel Messi dipastikan tampil dalam laga perpisahan bersama timnas Argentina saat menghadapi Benin di laga uji coba, Rabu (7/10) dini hari WIB, di Stadion Monumental, Buenos Aires. Pertandingan ini secara resmi menandai akhir perjalanan panjang La Pulga bersama Albiceleste setelah lebih dari dua dekade mengabdi.
Laga perpisahan ini bukan sekadar uji coba biasa. Tim pelatih Argentina telah menyiapkan skenario khusus agar Messi mendapatkan penghormatan penuh dari publik Buenos Aires. Formasi yang kemungkinan besar dipakai adalah 4-3-3, dengan Messi ditempatkan sebagai false nine atau penyerang sayap kanan — posisi yang membuatnya mencetak 109 gol sepanjang karier internasional hingga laga terakhir sebelum perpisahan ini.
Statistik Karier Messi Bersama Albiceleste
Sepanjang kariernya membela timnas Argentina, Messi mencatatkan lebih dari 180 penampilan dengan torehan 109 gol dan 58 assist. Angka itu menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Argentina, melampaui legenda seperti Gabriel Batistuta dan Sergio Agüero. Tidak hanya itu, ia juga mengoleksi satu gelar Piala Dunia 2022, dua Copa America, dan satu Finalissima.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Messi tampil dalam 7 pertandingan dengan sumbangan 7 gol dan 3 assist. Statistik penguasaan bola Argentina saat itu rata-rata mencapai 54 persen per laga, dengan Messi menjadi motor serangan utama. Ia juga mencatatkan shots on target terbanyak di turnamen tersebut, yakni 21 tembakan tepat sasaran.
Menariknya, dari total 109 gol internasionalnya, 28 di antaranya lahir dari laga uji coba, termasuk beberapa gol krusial ke gawang Brasil dan Uruguay. Sementara di ajang Copa America, Messi mengoleksi 14 gol, dan di Piala Dunia ia menyumbang 13 gol sepanjang lima edisi yang ia ikuti.
Persiapan Argentina Jelang Laga Perpisahan
Pelatih timnas Argentina dilaporkan telah menggelar sesi latihan tertutup selama tiga hari terakhir. Starting XI yang disiapkan kemungkinan besar memadukan pemain senior dan pemain muda sebagai simbol regenerasi. Beberapa nama seperti Enzo Fernández, Julián Álvarez, dan Alexis Mac Allister diproyeksikan mengisi lini tengah dan depan untuk mendukung Messi di laga terakhirnya.
Dari kubu Benin, pelatih mereka menyatakan bahwa laga ini menjadi kehormatan besar. Benin yang berada di peringkat 89 FIFA datang dengan formasi 5-3-2 untuk meredam agresivitas lini serang Argentina. Namun secara statistik, Benin tidak pernah menang dalam lima pertemuan terakhir melawan tim Amerika Selatan, dengan rata-rata kebobolan 2,4 gol per laga.
"Kami ingin memberi Lionel malam yang pantas ia dapatkan. Seluruh stadion akan menjadi saksi bagaimana sepak bola Argentina berterima kasih kepada pemain terbaik yang pernah lahir dari negeri ini," ujar pelatih timnas Argentina dalam sesi konferensi pers sebelum laga, dikutip dari keterangan resmi federasi.
Dampak dan Warisan Messi untuk Sepak Bola Argentina
Kehadiran Messi selama lebih dari 18 tahun bersama timnas telah mengubah lanskap sepak bola Argentina secara fundamental. Sejak debutnya pada 2005, Argentina berhasil meraih 4 gelar mayor, jumlah terbanyak dalam periode satu pemain dalam sejarah negara tersebut. Sebelum era Messi, Argentina hanya mengoleksi 2 gelar mayor dalam 30 tahun terakhir.
Dari sisi komersial, laga perpisahan ini diprediksi menyedot perhatian lebih dari 200 juta penonton di seluruh dunia melalui siaran langsung. Stadion Monumental yang berkapasitas 83.000 penonton dipastikan penuh, dengan tiket terjual habis dalam waktu 4 jam setelah dirilis. Harga tiket di pasar sekunder melonjak hingga 12 kali lipat dari harga resmi.
Pelatih Benin juga turut memberi komentar. "Menghadapi Argentina yang diperkuat Messi adalah pengalaman berharga bagi kami. Kami akan bermain disiplin, tetapi kami juga ingin menjadi bagian dari sejarah malam ini," ujarnya melalui juru bicara federasi Benin.
Beberapa rekan setim Messi di timnas, termasuk Ángel Di María yang sudah lebih dulu pensiun dari timnas, juga dilaporkan akan hadir di stadion sebagai bentuk penghormatan. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyiapkan upacara singkat sebelum kick-off, termasuk penyerahan jersey bertuliskan nomor 10 dengan total penampilan terakhir, serta video tribute berdurasi 5 menit di layar raksasa stadion.
Dengan segala persiapan dan statistik yang ada, laga ini diprediksi berjalan emosional namun tetap kompetitif. Argentina tetap difavoritkan menang dengan penguasaan bola di atas 60 persen, sementara Benin akan mencoba memanfaatkan serangan balik cepat. Apapun hasilnya, satu hal yang pasti: sepak bola dunia akan menyaksikan penutup babak terakhir dari salah satu karier paling gemilang dalam sejarah olahraga ini.
Comments (0)