Messi Tutup Karier Internasional dengan Hat-Trick Penalti Lawan Benin

Buenos Aires — Panggung telah ditutup. Lionel Messi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina dengan cara yang nyaris sempurna: sebuah hat-trick yang membawa Albiceleste menang...

Oct 08, 2026 - 09:53
0 0
Messi Tutup Karier Internasional dengan Hat-Trick Penalti Lawan Benin

Buenos Aires — Panggung telah ditutup. Lionel Messi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina dengan cara yang nyaris sempurna: sebuah hat-trick yang membawa Albiceleste menang telak atas Benin dalam laga persahabatan di Buenos Aires, Rabu, 7 Oktober 2026. Ketiga gol itu lahir dari titik putih, menjadikan penampilan terakhir kapten berusia 39 tahun tersebut sebagai malam perpisahan yang penuh simbolisme.

Skor akhir pertandingan ini tidak hanya mencatat kemenangan Argentina, tetapi juga menandai berakhirnya satu era. Messi turun sebagai starting XI dengan ban kapten di lengan, memimpin lini serang dalam formasi 4-3-3 yang mengandalkan kreativitasnya di ruang antara lini tengah dan pertahanan lawan. Sepanjang 90 menit, ia nyaris tak terhentikan.

Jalannya Pertandingan: Tiga Penalti, Satu Malam Perpisahan

Menit ke-12, Argentina sudah mendapat hadiah penalti setelah bek Benin menjatuhkan penyerang tuan rumah di kotak terlarang. Messi maju sebagai eksekutor, menempatkan bola ke sudut kiri bawah gawang dengan tenang. Kiper Benin sempat membaca arah, tetapi kecepatan bola terlalu tinggi. 1-0 untuk Argentina, dan stadion bergemuruh.

Menit ke-23, tekanan Argentina berlanjut. Sebuah serangan dari sisi kanan memaksa pemain Benin melakukan pelanggaran di dalam kotak. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Messi kembali mengambil tanggung jawab, kali ini mengecoh kiper dengan tembakan ke arah tengah yang cerdik. Bola bersarang di jaring: 2-0.

Babak kedua berjalan dengan tempo yang sedikit menurun, tetapi dominasi Argentina tetap terlihat jelas. Penguasaan bola tuan rumah mencapai 68 persen, dengan shots on target tercatat sembilan kali. Benin hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga, dan itu pun mudah diamankan kiper Argentina.

Puncaknya terjadi menit ke-67. Pelanggaran di kotak terlarang kembali menghadirkan penalti ketiga. Messi, yang tampak emosional sejak awal laga, menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Tendangan keras ke sudut kanan atas tidak mampu dijangkau kiper Benin. Hat-trick penalti tercipta, dan namanya bergema di seluruh stadion.

Statistik Individu: Dominasi di Usia 39 Tahun

Meski ketiga gol lahir dari titik penalti, kontribusi Messi jauh melampaui itu. Ia mencatatkan 85 sentuhan bola, menciptakan empat peluang emas, dan melepaskan total lima tembakan — tiga di antaranya berbuah gol. Rating performanya di laga ini mencapai 9,8, tertinggi di antara seluruh pemain yang turun.

Sepanjang pertandingan, Messi juga terlibat aktif dalam membangun serangan dari lini tengah. Ia beberapa kali turun ke posisi gelandang untuk mengambil bola, kemudian mendikte tempo permainan dengan umpan-umpan pendek yang akurat. Akurasi umpannya menyentuh angka 91 persen, sebuah statistik yang luar biasa untuk pemain yang bermain di posisi penyerang.

Gol-gol ini menambah koleksi clean sheet bagi Argentina di laga perpisahan, sekaligus memastikan tidak ada drama tambahan di menit-menit akhir. Pelatih Argentina, dalam konferensi pers usai laga, menyebut malam itu sebagai "penghormatan terbaik untuk seorang legenda".

"Dia tidak perlu bermain 90 menit untuk menunjukkan siapa dirinya. Tiga penalti, tiga gol, satu malam yang akan selalu diingat semua orang di stadion ini," ujar pelatih Argentina.

Warisan dan Masa Depan Tanpa Messi

Laga melawan Benin memang hanya pertandingan persahabatan, tetapi maknanya jauh lebih besar. Selama hampir dua dekade, Messi menjadi wajah tim nasional Argentina — dari debutnya sebagai remaja hingga mengangkat trofi Piala Dunia. Kini, ia menutup lembaran itu dengan hat-trick yang sekaligus menjadi penutup malam perpisahan.

Bagi Benin, pertandingan ini menjadi pelajaran keras tentang kualitas sepak bola kelas dunia. Pelatih mereka mengakui bahwa tiga penalti yang diberikan menunjukkan kelemahan dalam disiplin bertahan, terutama saat menghadapi pemain dengan kecerdasan posisi seperti Messi. Mereka mencatatkan 12 pelanggaran sepanjang laga, tiga di antaranya berbuah penalti.

Argentina kini harus bersiap memasuki babak baru tanpa pemain terbaiknya. Sejumlah nama muda telah dipersiapkan untuk mengisi kekosongan, namun menggantikan Messi bukanlah pekerjaan mudah. Malam di Buenos Aires menjadi pengingat bahwa bahkan era yang paling gemilang pun harus berakhir pada suatu titik.

Wasit meniup peluit panjang, dan Messi meninggalkan lapangan untuk terakhir kalinya dengan senyum dan sorakan penonton. Tidak ada kartu kuning, tidak ada VAR yang membatalkan gol, tidak ada offside yang menggagalkan perayaan. Semua berjalan sesuai skenario yang indah: perpisahan seorang legenda, di rumah sendiri, dengan tiga gol yang tercatat dalam sejarah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User