Crystal Palace Hancurkan Manchester United 4-0 di Selhurst Park
Skor akhir 4-0 tercatat di papan skor Selhurst Park, Selasa (7/5/2024) dini hari WIB. Crystal Palace tidak sekadar mengalahkan Manchester United, mereka menghancurkannya. Empat gol tanpa balas membuat...
Skor akhir 4-0 tercatat di papan skor Selhurst Park, Selasa (7/5/2024) dini hari WIB. Crystal Palace tidak sekadar mengalahkan Manchester United, mereka menghancurkannya. Empat gol tanpa balas membuat Andre Onana harus memungut bola dari gawangnya empat kali, sebuah malam yang berat bagi kiper asal Kamerun tersebut. Kemenangan ini menjadi puncak performa The Eagles di pekan ke-36 Premier League 2023/2024, sementara Manchester United pulang dengan luka dalam yang sulit disembuhkan.
Pertandingan baru berjalan 12 menit ketika Michael Olise membuka keunggulan. Menerima bola di sisi kanan, Olise menusuk ke dalam, melewati satu pemain bertahan, lalu melepaskan tendangan mendatar yang tidak mampu dijangkau Onana. Bola masuk ke sudut kanan bawah gawang. Skor 1-0 untuk tuan rumah. Seluruh stadion bergemuruh, dan Manchester United langsung terlihat kebingungan mencari ritme permainan.
BABAK PERTAMA: Gempuran Tanpa Henti Crystal Palace
Menit ke-40, Jean-Philippe Mateta menggandakan keunggulan. Berawal dari serangan balik cepat, Chris Richards melepaskan umpan panjang ke arah Mateta. Penyerang asal Prancis itu menahan bola dengan dada, berputar, dan melepaskan tembakan keras ke tiang dekat. Onana hanya bisa menonton. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Statistik babak pertama berbicara keras. Crystal Palace mencatatkan penguasaan bola 48 persen, sedikit di bawah Manchester United yang mencatat 52 persen. Namun efektivitas menjadi pembeda: tuan rumah melepaskan 6 shots on target dari total 9 percobaan, sementara Manchester United hanya mencatat 2 shots on target dari 7 percobaan. Formasi 3-4-2-1 yang diterapkan Oliver Glasner berfungsi sempurna, dengan Olise dan Eberechi Eze beroperasi bebas di belakang Mateta, menciptakan kekacauan di lini pertahanan United yang tampil tanpa Raphael Varane dan Victor Lindelof.
BABAK KEDUA: Onana Kebobolan Dua Gol Tambahan
Menit ke-58, Tyrick Mitchell mencetak gol ketiga. Bek kiri itu melakukan overlap sempurna, menerima umpan terobosan dari Eze, dan melepaskan tembakan kaki kiri yang masuk ke tiang jauh. Onana tidak bergerak. Skor 3-0. Pertahanan Manchester United terlihat seperti tidak ada koordinasi, dengan Casemiro yang bermain sebagai bek tengah darurat terus ditarik keluar dari posisinya.
Puncaknya terjadi di menit ke-66. Olise mencetak gol keduanya malam itu, sekaligus gol keempat Crystal Palace. Berawal dari kesalahan umpan di lini tengah Manchester United, Daniel Munoz merebut bola dan memberikan umpan pendek kepada Olise. Dengan tenang, Olise menempatkan bola ke sudut kiri gawang. Onana kembali tidak berdaya. Skor 4-0, dan sebagian suporter Manchester United mulai meninggalkan stadion.
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, terlihat duduk di bangku cadangan dengan wajah kosong. Ia melakukan tiga pergantian pemain sekaligus, memasukkan Amad Diallo, Antony, dan Rasmus Hojlund, tetapi tidak ada perubahan berarti. Penguasaan bola akhir pertandingan mencatat Manchester United 54 persen berbanding Crystal Palace 46 persen, namun shots on target tuan rumah mencapai 10, jauh melampaui 4 milik tamu. Kartu kuning dikeluarkan wasit kepada Casemiro di menit ke-78 setelah pelanggaran keras terhadap Mateta, sementara tidak ada kartu merah dalam laga ini.
ANALISIS TAKTIS: Kekacauan Lini Belakang Manchester United
Oliver Glasner menerapkan pressing tinggi yang membuat Manchester United kesulitan membangun serangan dari belakang. Duet Mateta dan Olise terus menekan bek tengah United, memaksa Onana melakukan umpan panjang yang mudah dipatahkan. Sebaliknya, lini tengah United yang diisi Kobbie Mainoo dan Christian Eriksen kalah dalam duel udara dan duel darat. Crystal Palace mencatatkan 15 tekel sukses berbanding 8 milik United, serta 12 intersep yang memutus alur serangan lawan.
Kemenangan ini membawa Crystal Palace mengoleksi 43 poin, mengukuhkan posisi di papan tengah klasemen. Sementara Manchester United tertahan di peringkat kedelapan dengan 54 poin, semakin jauh dari zona kompetisi Eropa. Ini adalah kekalahan terbesar United di musim Premier League 2023/2024, dan menjadi sorotan tajam menjelang akhir musim.
"Kami bermain tanpa rasa takut. Setiap pemain tahu tugasnya, dan kami menghukum setiap kesalahan mereka. Ini adalah performa terbaik kami musim ini," ujar Oliver Glasner dalam konferensi pers usai pertandingan.
Di sisi lain, Erik ten Hag mengakui kekalahan telak ini sebagai pukulan berat. "Kami tidak layak menang. Pertahanan kami terlalu mudah ditembus. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih," katanya singkat. Onana, yang harus memungut bola empat kali dari gawangnya, mencatatkan clean sheet nol dalam laga ini, memperburuk catatan pertahanan Manchester United yang telah kebobolan 55 gol sepanjang musim. Selhurst Park menjadi saksi bagaimana Crystal Palace dengan mudah menjebol gawang Manchester United, sebuah malam yang akan dikenang lama oleh para penggemar The Eagles.
Comments (0)