Aguero dan Detik-Detik Terakhir Gelar Premier League 2012

Skor akhir 3-2. Etihad Stadium meledak. Menit ke-90+4, Sergio Aguero melepaskan tendangan dari sudut sempit yang mengubah sejarah Manchester City. Gol itu bukan sekadar penentu kemenangan atas Queens ...

Oct 08, 2026 - 10:01
0 0
Aguero dan Detik-Detik Terakhir Gelar Premier League 2012

Skor akhir 3-2. Etihad Stadium meledak. Menit ke-90+4, Sergio Aguero melepaskan tendangan dari sudut sempit yang mengubah sejarah Manchester City. Gol itu bukan sekadar penentu kemenangan atas Queens Park Rangers, melainkan titik balik yang mengakhiri penantian 44 tahun klub ini untuk kembali menjuarai Premier League.

Pertandingan yang berlangsung dramatis itu menjadi salah satu final pekan terakhir paling ikonik dalam sejarah liga. City memulai laga dengan tekanan luar biasa: mereka wajib menang agar tidak bergantung pada hasil pertandingan Manchester United di kandang Sunderland. Starting XI asuhan Roberto Mancini kala itu menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Aguero sebagai ujung tombak, didukung David Silva, Samir Nasri, dan Yaya Toure di lini tengah.

Babak Pertama: Keunggulan yang Terlihat Aman

Menit ke-39, Pablo Zabaleta membuka keunggulan City setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Penguasaan bola City di babak pertama mencapai 68 persen dengan 7 shots on target, sementara QPR hanya mampu melepaskan satu tendangan tepat sasaran. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, dan stadion bergemuruh optimistis.

Namun, sepak bola tidak pernah sesederhana statistik. Memasuki babak kedua, QPR tampil lebih berani. Menit ke-48, Djibril Cisse menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat. Hanya berselang empat menit, kiper QPR, Paddy Kenny, melakukan penyelamatan gemilang yang menjaga harapan tim tamu. City terus menggempur, tetapi pertahanan QPR yang dikomandoi Anton Ferdinand tampil disiplin.

Babak Kedua: Drama Kartu Merah dan Gol Penentu

Menit ke-55, Joey Barton menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Carlos Tevez. Insiden itu seharusnya menguntungkan City secara jumlah pemain. Anehnya, justru QPR yang mencetak gol melalui Jamie Mackie pada menit ke-66. Etihad terhenyak. City tertinggal 1-2, sementara di Stadium of Light, Manchester United unggul atas Sunderland.

Mancini merespons dengan memasukkan Edin Dzeko dan Mario Balotelli. Menit ke-90+2, Dzeko menyundul bola hasil sepak pojok Silva. Skor menjadi 2-2. Sorak sorai pecah, tetapi City masih membutuhkan satu gol lagi. Penguasaan bola akhir laga tercatat 72 persen untuk City dengan 11 shots on target berbanding 3 milik QPR.

Menit ke-90+4, Aguero menerima bola dari Balotelli, melewati satu pemain, dan melepaskan tendangan keras ke pojok kanan gawang. Gol. VAR belum digunakan pada era itu, tetapi tidak ada keraguan sedikit pun. Offside? Tidak. Pelanggaran? Tidak. Skor akhir 3-2 untuk City.

"Saya tidak pernah merasakan emosi seperti ini. Ketika bola masuk, dunia seakan berhenti," ujar Mancini dalam konferensi pers usai laga.

Implikasi: Gelar yang Mengubah Peta Kekuatan Liga

Kemenangan ini membuat City mengumpulkan 89 poin, sama dengan Manchester United, tetapi unggul selisih gol +64 berbanding +56. Aguero mencatatkan 23 gol di liga musim itu, salah satunya yang paling bersejarah. Clean sheet tidak tercipta malam itu, tetapi tiga poin sudah cukup untuk mengangkat trofi.

Bagi QPR, kekalahan ini tetap menyelamatkan mereka dari degradasi karena hasil lain berjalan menguntungkan. Namun, sorotan sepenuhnya tertuju pada City. Gelar 2012 bukan hanya soal trofi; ini adalah pernyataan bahwa klub yang dulu sering dianggap "tetangga berisik" Manchester United kini mampu bersaing di puncak.

Aguero, yang direkrut dari Atletico Madrid pada musim panas 2011, langsung menjadi legenda. Tendangan menit ke-90+4 itu kemudian dikenang sebagai momen paling dramatis dalam sejarah Premier League. Formasi, taktik, dan rotasi Mancini di laga itu menjadi bahan kajian taktik hingga bertahun-tahun kemudian.

Bagi Beritainti, laga ini adalah bukti bahwa dalam sepak bola, statistik hanyalah bagian dari cerita. Yang menentukan adalah eksekusi di detik-detik terakhir. City menang, historia berubah, dan Aguero mengukir namanya di hati para pendukung The Citizens selamanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User