Messi Hebohkan Tribun, Saksikan Kemenangan Telak Klub Keluarga
Skor akhir 3-1 untuk Club Social y Deportivo Messi (CSD Messi) atas tamunya Atlético Rosario di Estadio Ciudad de Funes menjadi sorotan, bukan hanya karena performa gemilang tim tuan rumah, melainkan...
Skor akhir 3-1 untuk Club Social y Deportivo Messi (CSD Messi) atas tamunya Atlético Rosario di Estadio Ciudad de Funes menjadi sorotan, bukan hanya karena performa gemilang tim tuan rumah, melainkan kehadiran megabintang yang menjadi pusat perhatian: Lionel Messi. Sosok peraih Ballon d'Or delapan kali itu hadir bersama istri dan ketiga putranya di kursi VIP, hanya 72 jam setelah malam emosional di final Piala Dunia 2026. CSD Messi—klub divisi dua Argentina yang didirikan dan dikelola oleh keluarga Messi, dengan Jorge Messi sebagai presiden—jelas mendapat sorotan global berkat kehadiran sang putra bungsu.
Begitu wajah Messi muncul di layar raksasa stadion pada menit ke-8, riuh rendah 15.000 penonton langsung berubah menjadi lautan decibel. Spanduk bertuliskan "Gracias, Leo" dan "El Más Grande" berkibar di seantero tribune. Chant "Messi, Messi" bergema bahkan sebelum bola bergulir, menciptakan atmosfer yang lebih mirip konser musik ketimbang laga kasta kedua.
Babak Pertama: Mesin Gol CSD Messi Tak Terbendung
Mengusung formasi 4-3-3, CSD Messi langsung menggebrak sejak peluit kick-off dibunyikan. Menit ke-12, gelandang serang Lucas Rinaldi melepaskan umpan terukur ke kotak penalti yang disambut sundulan striker muda Federico Pratto. Bola sempat membentur mistar gawang sebelum akhirnya memantul dan disambar kembali oleh Pratto menjadi gol pembuka. Skor 1-0.
Tidak butuh waktu lama bagi tim asuhan pelatih Ricardo Caruso untuk menggandakan keunggulan. Menit ke-27, setelah tendangan bebas Atlético Rosario gagal, CSD Messi melancarkan serangan balik mematikan. Winger kanan Emiliano Sosa menerima bola dari Rinaldi, lalu melewati dua bek lawan sebelum mengirim crossing mendatar yang sempurna kepada Pratto, yang menuntaskan dengan sontekan kaki kiri. Assist brilian tersebut membuat Messi—yang terlihat santai di kursinya—sesekali tersenyum lebar dan memberikan tepuk tangan. Kartu kuning diterima gelandang lawan, Joaquín Suárez, pada menit ke-34 setelah tekel keras kepada Sosa.
Penguasaan bola CSD Messi mencapai 61 persen di 45 menit pertama, dengan total 8 shots on target berbanding hanya 2 milik Atlético Rosario. Pertahanan lawan yang keropos terus dieksploitasi oleh kecepatan sayap dan kreativitas lini tengah.
Babak Kedua: VAR, Hadiah Penalti, dan Gol Hiburan
Atas desakan publik, Atlético Rosario mencoba bangkit. Pergantian pemain di menit ke-55 dengan memasukkan playmaker berpengalaman Diego Barrientos memberi angin segar. Menit ke-62, Barrientos melepas tembakan spekulasi dari luar kotak yang hampir mengecoh kiper tuan rumah Juan Pablo Ferreyra, namun berhasil ditepis.
Momen kontroversial terjadi pada menit ke-73 tatkala wasit memberikan hadiah penalti untuk Atlético Rosario setelah bek CSD Messi, Tomás Herrera, dinilai melakukan handsball di area terlarang. Namun, intervensi Video Assistant Referee (VAR) membatalkan keputusan tersebut karena tayangan ulang menunjukkan bola mengenai dada Herrera. Keputusan itu disambut sorakan bergemuruh dari pendukung tuan rumah yang termasuk sang ikon Argentina. Messi terlihat berdiskusi singkat dengan asisten pelatih dan mengangguk setuju.
CSD Messi akhirnya memastikan tiga poin lewat gol ketiga pada menit ke-81. Kali ini Rinaldi yang kembali mencatatkan assist—umpan lambung matang dari tengah lapangan kepada Pratto yang berhasil lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Pratto menuntaskan hat-trick perdananya musim ini dengan chip melewati kiper lawan. Skor 3-0. Messi berdiri dari kursinya dan memberikan standing ovation singkat. Pelatih Caruso melakukan pergantian di menit ke-78, memasukkan gelandang muda Gonzalo Díaz (18 tahun), yang langsung menunjukkan bakatnya dengan tusukan berbahaya.
Atlético Rosario mendapat gol hiburan pada menit ke-87 melalui sundulan kapten tim, Martín Cáceres, memanfaatkan kemelut di kotak penalti pasca tendangan sudut. Skor akhir 3-1 bertahan hingga peluit panjang. Fans menggelar chant "Messi, Messi" yang berlangsung hingga 10 menit usai pertandingan, memaksa sang legenda kembali melambai dari pintu keluar lapangan.
Data Penting dan Reaksi Pasca Pertandingan
Statistik lengkap menegaskan dominasi klub milik keluarga Messi: penguasaan bola keseluruhan 59 persen, jumlah umpan sukses 487 berbanding 321, serta 11 sepak pojok berbanding 3. Kiper CSD Messi mencatatkan 5 penyelamatan penting. Sementara itu, Pratto kini memuncaki daftar pencetak gol liga dengan total 7 gol dari 5 laga.
Federico Pratto menjadi Man of the Match dengan rating 9.2 berdasarkan statistik performa—tiga gol, dua dribel sukses, dan 92 persen akurasi umpan.
"Ini malam yang luar biasa. Tahu bahwa Leo ada di sini, kami seperti mendapat energi tambahan. Kami bermain untuknya, untuk keluarga Messi, dan untuk seluruh suporter," ujar Pratto selepas pertandingan.
Pelatih Caruso juga tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Kehadiran Leo memberikan kepercayaan diri besar bagi skuad muda ini. Mereka bermain tanpa beban dan menunjukkan kualitas sejati. Saya harap ini menjadi standar baru," katanya dalam konferensi pers.
Messi sendiri tidak memberikan pernyataan resmi kepada media, hanya melambaikan tangan dan tersenyum saat meninggalkan stadion dengan pengawalan ketat. Namun, satu hal yang pasti: meski usianya telah menginjak 39 tahun dan baru saja menuntaskan kewajiban tertinggi di level internasional, gairah sang maestro terhadap sepak bola tidak pernah padam. Kini ia menyalurkannya lewat klub yang dibangun keluarganya, memastikan api itu terus menyala di generasi berikutnya.
Comments (0)