Messi dan Fernandez Antarkan Argentina Menekuk Inggris 2-1

Skor akhir 2-1! Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris dalam semifinal dramatis di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, dini hari Kamis (16/7/2026) WIB. Gol Lionel Me...

Aug 25, 2026 - 08:00
0 0
Messi dan Fernandez Antarkan Argentina Menekuk Inggris 2-1

Skor akhir 2-1! Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris dalam semifinal dramatis di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, dini hari Kamis (16/7/2026) WIB. Gol Lionel Messi dan Julian Alvarez menjadi penentu kemenangan La Albiceleste, sementara satu-satunya jawaban The Three Lions lahir dari sepakan Jude Bellingham. Begitu peluit panjang berbunyi, gelandang Enzo Fernandez berjalan bersama sang kapten ke depan tribun, memberikan aplaus bagi puluhan ribu suporter yang tak henti bernyanyi sepanjang pertandingan. Momen itu menjadi penutup manis atas malam penuh tekanan di kota Atlanta.

Babak Pertama: Kapten Legendaris Pecahkan Kebuntuan

Lionel Scaloni menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3. Messi bermain sebagai false nine didampingi Julian Alvarez dan Nico Gonzalez, sementara trio Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister ditugaskan mengontrol tempo di lini tengah. Inggris membalas dengan struktur 4-2-3-1 yang mengandalkan tekanan tinggi lewat Phil Foden dan Bukayo Saka di kedua sayap.

Tekanan Argentina baru membuahkan hasil pada menit ke-23. Dari sepak pojok yang dieksekusi Mac Allister, bola muntah jatuh di kaki Messi di tepi kotak penalti. Sang kapten melepaskan tendangan first-time melengkung yang membobol sudut jauh gawang Jordan Pickford. Wasit sempat melakukan review VAR selama dua menit untuk memeriksa posisi offside Alvarez saat proses gol, namun keputusan akhir tetap menyatakan tandukan sah. Keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda, meski De Paul tercatat menerima kartu kuning pada menit ke-40 akibat pelanggaran taktis terhadap Declan Rice.

Inggris Menjawab, Alvarez Mematikan Perlawanan

Masuk babak kedua, Inggris tampil jauh lebih agresif. Perubahan pola menjadi 4-4-2 diamond cepat membuahkan hasil: menit ke-58, umpan terobosan Harry Kane dibaca matang oleh Bellingham yang kemudian melepaskan tembakan rendah melewati kaki Emiliano Martinez. Skor berubah 1-1 dan momentum mulai condong ke tim asuh pelatih Inggris.

Namun Argentina menjawab hanya 13 menit kemudian. Menit ke-71, Enzo Fernandez memotong umpan Rice di tengah lapangan sebelum mengirim bola terobosan cerdas ke jalur lari Alvarez. Penyerang Atletico Madrid itu melewati Pickford dan menyodorkan bola ke gawang kosong. 2-1! Sisa waktu menjadi ujian mental bagi lini belakang Argentina yang dikawal Cristian Romero dan Nicolas Otamendi. Kane nyaris menyamakan skor pada menit ke-84 lewat sundulan yang membentur mistar, dan Martinez tampil heroik menggagalkan dua peluang emas di lima menit terakhir.

Angka Tak Berbohong: Dominasi Lini Tengah Albiceleste

Secara statistik, Argentina layak melaju ke final. Penguasaan bola mencapai 54 persen, mengungguli 46 persen milik Inggris, dengan 7 shots on target dari total 15 percobaan. Sebaliknya, Inggris hanya mencatatkan 4 shots on target dari 12 tembakan. Enzo Fernandez menjadi motor serangan dengan akurasi passing 92 persen, satu assist, serta 4 successful tackles — angka terbanyak di lapangan. Messi menutup malam dengan satu gol, 5 key passes, dan 6 dribel sukses.

Kami tahu Inggris akan bangkit di babak kedua, tapi karakter tim ini luar biasa. Kami tidak panik dan terus bermain sesuai rencana. Final adalah hadiah untuk para suporter yang mendukung kami sejak awal turnamen,

Seluruh Mata Dunia Beralih ke Laga Final

Kemenangan ini membuka peluang Argentina mengangkat trofi dunia secara beruntun. Scaloni dan anak-anak asuhnya kini menantikan pemenang laga semifinal lain antara Prancis dan Spanyol. Bagi Inggris, kekalahan ini menjadi luka baru sekaligus bahan evaluasi besar jelang siklus turnamen berikutnya. Satu hal pasti: malam itu di Atlanta, nama Messi dan Fernandez diteriakkan keras oleh 70 ribu suporter yang menolak pulang sebelum aplaus terakhir bergema.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User