Inggris Tepiskan Norwegia 3-2, Malam Pahit Haaland di Miami Gardens

Skor akhir 3-2. Menit ke-88, sundulan Harry Kane dari sepak pojok Bukayo Saka menghantam jala gawang Norwegia dan memadamkan perlawanan skuad Vikings di perempat final Piala Dunia 2026. Di tengah eufo...

Aug 25, 2026 - 07:59
0 0
Inggris Tepiskan Norwegia 3-2, Malam Pahit Haaland di Miami Gardens

Skor akhir 3-2. Menit ke-88, sundulan Harry Kane dari sepak pojok Bukayo Saka menghantam jala gawang Norwegia dan memadamkan perlawanan skuad Vikings di perempat final Piala Dunia 2026. Di tengah euforia para pemain Inggris, satu sosok justru menjadi sorotan kamera: Erling Haaland, yang berdiri mematung dengan tangan di pinggang sebelum menunduk dalam. Potret kekecewaan bintang Manchester City itu tercatat menjelang peluit panjang di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, Minggu, 12 Juli 2026.

Babak Pertama: Rencana Solbakken Hampir Sempurna

Pelatih Norwegia Ståle Solbakken menurunkan starting XI berformasi 4-3-3 dengan Haaland, Alexander Sørloth, dan Antonio Nusa di lini depan. Instruksinya jelas: blok rendah yang kompak, lalu meledak lewat transisi kilat yang dikendalikan Martin Ødegaard. Resep itu bekerja sempurna di menit ke-23. Umpan terobosan Sørloth membelah lini pertahanan Inggris, dan Haaland melepaskan tendangan first-time dari dalam kotak penalti yang mustahil dibaca Jordan Pickford. 1-0 untuk Norwegia.

Inggris merespons dengan sabar. Di bawah arahan Thomas Tuchel, skuad Three Lions bermain 4-2-3-1 dengan Jude Bellingham sebagai mesin kreativitas. Penguasaan bola Inggris mencapai 58 persen sepanjang babak pertama, dan tekanan itu akhirnya berbuah di menit ke-34. Bellingham membuka ruang dengan dribel pendek di sisi kiri, mencungkil umpan pendek ke Saka, dan winger Arsenal itu melepaskan tembakan melengkung indah ke sudut jauh. 1-1, dan momentum mulai bergeser.

Drama Babak Kedua, Penalti Haaland, dan Var

Setelah jeda, Inggris mendikte tempo dengan high press yang membuat lini tengah Norwegia kehilangan ritme. Menit ke-61, kombinasi Kane dan Phil Foden membuahkan hasil. Kane menarik dua bek tengah sebelum melepas umpat matang, dan Foden menyambut dengan sentuhan satu kali yang menembus sudut atas gawang Nyland. 2-1.

Norwegia nyaris menyamakan skor di menit ke-70 lewat tandukan Sørloth, namun VAR membatalkan gol tersebut karena posisi offside tipis. Tekanan itu tetap berlanjut dan berubah menjadi penalti di menit ke-74 setelah Declan Rice menjatuhkan Nusa di kotak penalti. Haaland maju sebagai eksekutor tanpa ragu — tembakan keras ke tengah gawang, 2-2. Gol tersebut adalah angka ke-7 bagi si pemburu rekor di turnamen ini, mengukuhkan posisinya di puncak daftar pencetak gol.

Saat kedua tim bersiap menghadapi perpanjangan waktu, Saka menjadi dalang kematian. Sepak pojok menit ke-88 diarahkan presisi ke kepala Kane yang lolos dari jagaan, dan sundulan kapten Inggris itu menghujam tanpa bisa dihalau Ødegaard di garis gawang.

Angka yang Berbicara: Dominasi Halus Inggris

Secara statistik, kemenangan Inggris memang layak. Penguasaan bola berakhir 57 persen untuk Inggris berbanding 43 persen Norwegia, dengan shots on target 8 berbanding 5. Total tembakan juga condong ke Three Lions, 16 berbanding 11, sementara expected goals mencatat 2.41 berbanding 1.68. Pickford mencatat empat penyelamatan penting, termasuk kokoh menggagalkan tembakan Ødegaard di menit ke-66, sementara akurasi passing Inggris mencapai 89 persen. Catatan disiplin relatif bersih: kartu kuning untuk Rice di menit ke-40 dan Ødegaard di menit ke-52, tanpa satu pun kartu merah sepanjang laga.

Kata Para Pelatih di Ruang Konferensi Pers

Kami tahu Norwegia punya Haaland dan mereka hanya butuh satu peluang untuk mengubah segalanya. Karakter anak-anak ini di 15 menit terakhir adalah alasan kami masih hidup di turnamen ini. Kami tidak pernah berhenti percaya,

ungkap Tuchel seusai laga. Di sisi lain, Solbakken menelan kepahitan dengan kepala tegak.

Selama 88 menit kami menjalankan hampir semua rencana dengan sempurna. Lalu satu sepak pojok mengubah segalanya. Namun saya sangat bangga pada tim ini — mereka datang ke sini bukan sekadar ikut serta,

tandas pelatih berusia 57 tahun itu.

Jalan Berlanjut untuk Inggris, Rumah untuk Norwegia

Kekalahan ini menutup perjalanan mengejutkan Norwegia yang finis di atas Prancis di fase grup sebelum menepis Jepang di babak 16 besar. Bagi Haaland pribadi, tujuh gol tetap menjadi modal besar dalam perburuan Sepatu Emas, meski malam di Miami pasti akan lama membekas. Adapun Inggris kini menanti pemenang duel Spanyol versus Portugal di semifinal. Dengan Kane yang kembali tajam dan lini tengah yang makin harmonis, Tuchel memiliki semua alasan untuk percaya bahwa trofi tahun ini bukan sekadar impian. Satu hal pasti: menit ke-88 di Miami Gardens akan dikenang sebagai momen ketika mental juara Inggris benar-benar diuji — dan lulus dengan nilai sempurna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User