Spanyol 2-1 Argentina: Messi Tertunduk, La Roja Juara Dunia 2026

NEW JERSEY — Skor akhir Spanyol 2-1 Argentina. Trofi Piala Dunia 2026 resmi berganti tangan setelah La Roja menaklukkan sang juara bertahan di laga pamungkas yang digelar di MetLife Stadium, Minggu ...

Aug 25, 2026 - 08:10
0 0
Spanyol 2-1 Argentina: Messi Tertunduk, La Roja Juara Dunia 2026

NEW JERSEY — Skor akhir Spanyol 2-1 Argentina. Trofi Piala Dunia 2026 resmi berganti tangan setelah La Roja menaklukkan sang juara bertahan di laga pamungkas yang digelar di MetLife Stadium, Minggu (19/7). Di hadapan lebih dari 82.000 penonton, gol penalti Rodri pada menit ke-84 menjadi penentu kemenangan sekaligus pemicu pesta di bangku cadangan Spanyol. Saat peluit panjang berbunyi, Lionel Messi langsung tertunduk, kedua telapak tangannya menutupi wajah, berdiri diam di tengah lingkaran tengah sebelum ditenangkan rekan-rekannya.

Pertandingan berjalan dinamis sejak kick-off. Spanyol yang tampil dengan formasi 4-3-3 langsung mengambil kendali tempo lewat Rodri sebagai pivot tunggal, sementara Argentina menjawab dengan blok menengah 4-4-2 dan transisi cepat melalui Julián Álvarez. Scaloni menurunkan starting XI inti dengan Messi dipasangkan Álvarez di lini depan. Babak pertama ditutup 1-1, sebelum drama VAR dan satu titik penalti mengubah segalanya di babak kedua.

Babak Pertama: Yamal Menyala, Messi Membalas

Spanyol hanya butuh 17 menit untuk membobol gawang Emiliano Martínez. Menit ke-17, Pedri mengirimkan umpan terobosan matang dari lini tengah, dan Lamine Yamal memotong ke dalam dari sayap kanan sebelum melepaskan tembangan kaki kiri melengkung yang menghantam mistar dalam sebelum mendarat di sudut jauh. Itu merupakan assist kelima Pedri sepanjang turnamen, angka terbanyak dibanding pemain mana pun di Piala Dunia 2026.

Tekanan Argentina datang bertahap. Menit ke-34, kombinasi satu-dua antara Messi dan Julián Álvarez membelah lini tengah Spanyol. Umpan balik Álvarez menemukan kapten berusia 39 tahun itu di tepi kotak penalti, dan tanpa banyak sentuhan Messi melepaskan tendangan first-time rendah ke sudut kiri gawang Unai Simón. Assist untuk Álvarez, gol Piala Dunia ke-14 bagi Messi — sekaligus menjadikannya pencetak gol tertua dalam sebuah final Piala Dunia.

Babak Kedua: Drama Offside VAR dan Penalti Rodri

Babak kedua dibuka dengan intensitas pressing Argentina yang meningkat. Menit ke-52, Rodrigo De Paul menerima kartu kuning atas pelanggaran taktik pada Pedri. Menit ke-61, jaring Spanyol sempat berkibar ketika Álvarez menaklukkan Unai Simón dari sudut sempit, namun bendera VAR segera naik: tinjauan semi-automated offside menunjukkan bahu penyerang itu melampaui posisi Robin Le Normand dengan selisih tipis. Gol dianulir, skor tetap 1-1.

Le Normand sendiri terkena kartu kuning pada menit ke-70. Tekanan Spanyol akhirnya berbuah fatal bagi Argentina pada menit ke-84. Umpan silang Nico Williams dari sayap kiri mengenai lengan Cristian Romero di dalam kotak penalti. Setelah telaah VAR selama dua menit, wasit menunjuk titik penalti. Rodri maju dan menyelesaikan eksekusinya secara tenang ke sudut kiri; Emiliano Martínez menebak arah dengan benar, namun bola terlalu presisi untuk dihalau. Gol kemenangan yang sekaligus mengunci gelar juara dunia.

Argentina tidak menyerah. Empat menit tambahan waktu diberikan, dan pada menit ke-90+4 Messi nyaris memaksakan perpanjangan waktu. Tendangan bebas sang kapten dari sekitar 25 meter melewati pagar manusia, diketip Unai Simón hingga membentur mistar sebelum aman ditangkap. Peluit panjang pun berbunyi tak lama kemudian. Angka shots on target berakhir 8-5 untuk Spanyol, dan momen Messi tertunduk di tengah lapangan langsung diabadikan puluhan lensa fotografer di sekeliling stadion.

Statistik Pertandingan: Penguasaan Bola Milik La Roja

Dari sisi angka, dominasi Spanyol konsisten sepanjang 90 menit. Penguasaan bola berakhir 58 persen berbanding 42 persen dengan akurasi umpan 91 persen, salah satu yang tertinggi dalam sejarah final Piala Dunia modern. Total tembakan La Roja mencapai 16 percobaan dengan delapan tepat sasaran, sementara Argentina mencatat 11 percobaan dan lima shots on target. Sepak pojok juga milik Spanyol, 7 berbanding 3.

Secara taktik, kunci laga ada di sayap. Duel Yamal melawan Nicolás Tagliafico terus memaksa bek kiri Argentina mundur, menciptakan ruang bagi umpan-umpan silang yang berujung pada handball Romero. Sebaliknya, keberhasilan Scaloni membatasi ruang gerak Pedri pada 20 menit awal babak kedua nyaris membuahkan hasil lewat transisi cepat Álvarez, sayangnya dianulir VAR karena offside. Peluang bersih Spanyol menjaga clean sheet pun gagal diurai oleh brilianya satu-dua Messi dan Álvarez di menit ke-34.

Kata Pelatih dan Nasib Messi

Luis de la Fuente menyebut gelar ini sebagai buah dari proyek jangka panjang federasi. Menurutnya, kombinasi pengalaman Rodri dan keberanian generasi muda seperti Yamal serta Nico Williams menjadi fondasi era baru sepak bola Spanyol, menyusul gelar Euro 2024 yang diraih duet yang sama. Sementara Lionel Scaloni memilih menyoroti karakter anak asuhnya. Pelatih Argentina menegaskan timnya telah memberikan segalanya di lapangan dan kekalahan ini tidak akan menghapus warisan generasi yang memenangkan Piala Dunia 2022 serta dua Copa America berturut-turut.

Soal masa depan, Messi belum memberikan kepastian mengenai pensiun dari Timnas Argentina. Yang pasti, malam penentuan di New Jersey meninggalkan dua potret kontras: selebrasi La Roja yang kembali berdiri di puncak dunia untuk kedua kalinya setelah 2010, dan sosok tertunduk sang kapten Argentina — penutup satu babak sejarah sekaligus pembuka pertanyaan besar bagi sepak bola Albiceleste pasca-turnamen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User