Mariano Peralta Tiba di Bandung, Absen Kontra DPMM

Napas panjang akhirnya terembus dari kubu Persib Bandung. Setelah melalui proses yang berliku, bomber anyar asal Argentina, Mariano Peralta, resmi menjejakkan kaki di Kota Kembang pada Senin (27/7) ma...

Jul 28, 2026 - 01:42
0 0
Mariano Peralta Tiba di Bandung, Absen Kontra DPMM

Napas panjang akhirnya terembus dari kubu Persib Bandung. Setelah melalui proses yang berliku, bomber anyar asal Argentina, Mariano Peralta, resmi menjejakkan kaki di Kota Kembang pada Senin (27/7) malam. Kedatangannya menuntaskan saga transfer yang telah menghangat selama beberapa pekan terakhir, sekaligus menyuntikkan optimisme baru di tubuh Maung Bandung. Namun, suporter harus sedikit bersabar: sang penyerang dipastikan belum akan merumput saat Persib menjamu DPMM FC.

Sang juru taktik Luis Milla mengonfirmasi bahwa pemain berusia 26 tahun itu masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan cuaca dan ritme latihan tim. "Dia baru tiba, perjalanan panjang tentu berdampak pada kondisi fisik. Kami tidak mau mengambil risiko," ujar Milla singkat saat ditemui di mes Persib. Dengan demikian, laga krusial melawan DPMM akan menjadi momen yang dilewati Peralta tanpa bisa memberikan kontribusi langsung dari atas lapangan.

Perjalanan Panjang ke Bandung

Kisah transfer Peralta sempat diwarnai ketidakpastian. Sejak pengumuman awal dari manajemen, bobotoh dibuat menunggu karena proses administrasi dan visa yang molor. Sempat beredar kabar bahwa sang pemain akan tiba seminggu lebih awal, namun kenyataan berkata lain. Pada akhirnya, pesawat yang ditumpanginya dari Buenos Aires via Doha mendarat di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 21.30 WIB. Raut kelelahan jelas terpancar, namun senyum tipisnya menyiratkan semangat untuk segera membalas kepercayaan klub.

Berdasarkan data dari sumber internal tim, Peralta langsung menjalani pemeriksaan tim medis setibanya di hotel. Pihak Persib menargetkannya bisa berpartisipasi dalam sesi latihan perdana dalam dua hari mendatang, setelah hasil tes fisik dan kebugaran keluar. Selama periode adaptasi ini, program khusus disiapkan, termasuk sesi gym ringan dan pengenalan terhadap skema taktikal Milla melalui ruang video analisis.

Absen di Laga Melawan DPMM: Kerugian atau Berkah?

Ketiadaan Peralta di laga kontra DPMM memang sebuah pukulan dari sisi ofensif, mengingat rekam jejak sang pemain di klub sebelumnya, Club Atlético Temperley. Di musim lalu, ia mencatatkan 14 gol dan 7 assist dalam 33 penampilan di Primera Nacional Argentina, dengan rataan tembakan tepat sasaran mencapai 2,3 per laga. Statistik ini jelas membuat bobotoh tidak sabar menyaksikan aksinya. Namun, absennya pemain bernomor punggung 9 ini bisa menjadi berkah tersamar: tanpa ekspektasi instan yang membebani, Peralta mendapat waktu emas untuk menyatu dengan filosofi tim.

Luis Milla diprediksi akan tetap mengandalkan skema 4-3-3 dengan David da Silva sebagai ujung tombak, didukung dua winger lincah. Celah yang ditinggalkan Peralta di bangku cadangan justru memberi ruang bagi pemain muda seperti Ridwan Ansori untuk menunjukkan tajinya. Soal lini depan, Persib sejatinya tidak terlalu gundah. Dalam lima laga kandang terakhir, Maung Bandung mencatat rataan 1,8 gol per pertandingan dengan penguasaan bola di atas 55 persen.

Sementara itu, DPMM FC datang dengan misi mencuri poin. Tim asal Brunei itu dikenal memiliki transisi cepat dan set piece berbahaya. Pertahanan Persib yang digalang Alberto Rodríguez dan Nick Kuipers wajib tampil sempurna. Lini tengah akan menjadi kunci: Marc Klok dan Dedi Kusnandar harus mampu memutus aliran bola sekaligus menjadi kreator serangan. Meski Peralta absen, tekanan kepada tim tamu tidak akan berkurang, terlebih dengan dukungan penuh tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Mengenal Mariano Peralta Lebih Dekat

Lalu, siapa sebenarnya sosok yang diharapkan bisa menjadi mesin gol baru Persib ini? Peralta bukanlah nama besar di kancah Eropa, melainkan produk murni sepak bola Argentina yang matang di divisi dua. Posturnya yang 182 cm tidak menjadikannya striker murni target man. Justru kelebihannya terletak pada pergerakan tanpa bola yang cerdas, finishing klinis dengan kedua kaki, serta naluri membaca ruang di kotak penalti. Selama kariernya, ia juga pernah merasakan atmosfer sepak bola Chile bersama Deportes Melipilla, tempat ia mengemas 6 gol dalam 15 laga.

Menurut data analitik dari platform statistik, heatmap Peralta menunjukkan kecenderungan beroperasi di antara bek tengah dan bek sayap lawan, sering kali menjemput bola ke area half-space. Hal ini selaras dengan kebutuhan Persib yang kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat. "Dia adalah pemain yang bisa mengubah arah serangan dengan satu dua sentuhan," ujar salah satu komentator sepak bola Amerika Latin. Karakter seperti ini sangat dibutuhkan ketika tim menghadapi low-block yang sulit ditembus melalui crossing biasa.

Kendati baru bergabung, Peralta disebut sudah menjalin komunikasi intens dengan beberapa pemain Persib via aplikasi pesan. Kedekatan ini diharapkan mempercepat proses peleburannya dalam skuat. Di sisi finansial, manajemen Persib cukup berani mengontraknya selama dua musim dengan opsi perpanjangan, menandakan investasi jangka panjang yang tidak semata berdasar performa sesaat.

Harapan dan Ekspektasi ke Depan

Absennya Peralta melawan DPMM sesungguhnya hanya penundaan kecil. Jika segala persiapan berjalan lancar, ia diproyeksikan menjalani debut pada pekan berikutnya, saat Persib bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Indonesia FC. Laga tandang ini bisa menjadi panggung yang tepat: tekanan lebih rendah, namun tetap tajam menguji mental dan chemistry-nya dengan rekan setim.

Faktor adaptasi tidak bisa dianggap remeh. Musim lalu, beberapa pemain asing di Liga 1 memerlukan setidaknya tiga hingga empat pertandingan untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Namun, dengan dukungan tim pelatih yang berpengalaman dan atmosfer ruang ganti yang positif—sebagaimana sering ditekankan oleh kapten Achmad Jufriyanto—Peralta berpeluang memangkas masa transisi itu.

Kedatangan Mariano Peralta di Bandung menandai babak baru bagi lini depan Persib. Meski harus melewatkan laga melawan DPMM, kehadirannya sudah cukup menyulut semangat baru di internal tim. Bobotoh pun diminta untuk tetap memberikan dukungan penuh, baik kepada para pemain yang tampil malam nanti maupun kepada sang calon debutan. Sebab, sebuah proyek besar selalu butuh waktu sebelum meledak menjadi kekuatan sesungguhnya di lapangan hijau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User