MANCHESTER — Gol Tunggal Haaland Picu Kontroversi VAR Derby Manchester

Laga sarat gengsi antara Manchester City dan Manchester United berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan The Citizens. Namun, kemenangan dalam duel b

Sep 14, 2026 - 02:24
0 2
MANCHESTER — Gol Tunggal Haaland Picu Kontroversi VAR Derby Manchester

Laga sarat gengsi antara Manchester City dan Manchester United berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan The Citizens. Namun, kemenangan dalam duel bertajuk Derby Manchester di ajang Liga Inggris ini memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat dan suporter akibat keabsahan gol semata wayang yang dicetak oleh Erling Haaland.

Insiden tersebut menjadi sorotan utama lantaran hakim garis sempat menganulir gol tersebut karena indikasi offside, sebelum akhirnya wasit Michael Oliver mengesahkannya setelah melalui proses peninjauan Video Assistant Referee (VAR) yang memakan waktu hingga tiga menit.

Kronologi Gol Penentu Kemenangan di Menit Krusial

Gol penentu tercipta pada babak kedua ketika tensi pertandingan sedang memuncak. Berikut adalah urutan kejadian di lapangan:

  1. Menit ke-60: Bek kiri Manchester City, Joško Gvardiol, mengirimkan umpan silang melengkung dari sisi kiri penyerangan melewati penjagaan Patrick Dorgu menuju tiang jauh.
  2. Penyelesaian Akhir: Erling Haaland menyelinap di tiang jauh dan langsung menyambar bola dari sudut sempit untuk membobol gawang Manchester United.
  3. Keputusan Awal: Asisten wasit satu segera mengangkat bendera tanda terjadinya offside, sehingga gol sempat dianulir di lapangan.
  4. Intervensi VAR: Wasit utama Michael Oliver menghentikan laga dan berkomunikasi intensif dengan petugas ruang VAR untuk menarik garis posisi pemain.
  5. Pengesahan Gol: Setelah peninjauan selama tiga menit, gol dinyatakan sah karena posisi Haaland berada di belakang pemain bertahan terakhir saat bola diumpan.

Menilik Tinjauan Regulasi IFAB dan Keputusan VAR

Meskipun penarikan garis VAR membuktikan posisi Haaland berada dalam posisi onside, kontroversi bergeser pada pergerakan pemain di area kotak penalti. Sorotan tertuju pada dugaan interferensi permainan, di mana terdapat pergerakan pemain yang menusuk ke tengah layaknya penyerang bayangan dan dinilai berpotensi mengganggu pandangan atau konsentrasi lini pertahanan lawan.

"Berdasarkan Law 11 IFAB, seorang pemain dalam posisi offside hanya dihukum jika ia aktif terlibat dalam permainan dengan menyentuh bola, mengganggu lawan dalam memainkan bola, atau menghalangi garis pandang penjaga gawang."

Dalam praktiknya di kompetisi Premier League, keputusan terkait garis offside faktual sepenuhnya diserahkan kepada ruang VAR tanpa mewajibkan wasit utama meninjau monitor di pinggir lapangan (On-Field Review). Tim VAR menilai bahwa pergerakan di tengah tidak secara langsung menghalangi kiper maupun bek Manchester United dalam mengantisipasi bola silang Gvardiol kepada Haaland.

Dampak Hasil Pertandingan bagi Peta Klasemen

Kemenangan tipis ini memberikan tambahan tiga poin krusial bagi Manchester City dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini. Sebaliknya, kubu Manchester United harus menelan kekecewaan mendalam atas keputusan abu-abu tersebut yang memutus momentum kebangkitan mereka.

Keputusan Michael Oliver dan tim VAR ini kembali memantik diskusi luas mengenai konsistensi penerapan aturan subjective offside di sepak bola modern, terutama saat melibatkan duel-duel bertensi tinggi di liga paling kompetitif dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User