Jakarta — Yayasan Puri Kauhan Ubud Luncurkan Buku Transformasi Hindu Nusantara

JAKARTA — Perkembangan literasi kebudayaan Hindu di Indonesia memasuki babak baru yang strategis. Yayasan Puri Kauhan Ubud secara resmi meluncurkan dua kar

Sep 14, 2026 - 01:45
0 0
Jakarta — Yayasan Puri Kauhan Ubud Luncurkan Buku Transformasi Hindu Nusantara

JAKARTA — Perkembangan literasi kebudayaan Hindu di Indonesia memasuki babak baru yang strategis. Yayasan Puri Kauhan Ubud secara resmi meluncurkan dua karya literasi penting yang berfokus pada transformasi kebudayaan dan restrukturisasi organisasi Hindu Nusantara. Diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Jakarta, pada Minggu, 13 September 2026, forum ilmiah dan kebudayaan ini dihadiri oleh ratusan akademisi, pejabat kementerian, serta jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Dua buku yang diluncurkan tersebut masing-masing berjudul Tandur Taru Urip dan Panca Kertha. Kehadiran dua naskah ini dinilai sebagai respons analitis terhadap tantangan zaman modernisasi, di mana umat beragama dituntut untuk adaptif terhadap kemajuan sains tanpa mencabut akar kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Integrasi Sains dan Tradisi dalam Sintesis Kebudayaan

Penulis utama sekaligus Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana, memaparkan secara mendalam landasan filosofis di balik penyusunan karya tersebut. Menurut Ari, naskah Tandur Taru Urip memuat perjumpaan kritis antara orasi ilmiah, prinsip agama, dan praktiknya dalam tradisi kebudayaan sehari-hari.

“Mengakar kuat bukan berarti kembali ke masa lalu. Menjulang tinggi juga bukan berarti meninggalkan akar,” tegaskannya saat memberikan paparan utama di hadapan para undangan.

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan dialektis yang menegaskan bahwa modernitas dan tradisi tidak boleh diposisikan sebagai dua kutub yang saling bertolak belakang. Ari menekankan bahwa modernisasi organisasi keagamaan harus dibangun atas dasar pengetahuan ilmiah yang valid, namun tetap berpijak pada fondasi spiritualitas lokal.

Komparasi Fokus Karya Literasi Transformasi Hindu

Berikut adalah perbandingan analitis antara kedua naskah yang diluncurkan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud:

Parameter Tandur Taru Urip Panca Kertha
Jenis Karya Orasi Ilmiah & Antologi Pemikiran Manifesto & Panduan Strategis
Fokus Utama Integrasi sains, kebudayaan, dan tradisi ekologis Transformasi tata kelola organisasi Hindu Nusantara
Substansi Kunci Harmoni hubungan manusia, alam, dan ilmu pengetahuan Lima agenda perubahan tanpa penyeragaman tradisi lokal

Dinamika Bedah Buku dan Pandangan Para Akademisi

Acara bedah buku dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono. Dalam sambutannya, Nasruddin mengapresiasi keaktifan Yayasan Puri Kauhan Ubud dalam memperkaya khazanah kebudayaan nasional melalui media literasi tercetak.

Sesi diskusi ilmiah dipandu oleh Teddy C. Putra dan melibatkan tiga rektor perguruan tinggi Hindu terkemuka sebagai pembedah naskah utama, yakni I Gede Suwindia, Cokorda Gde Bayu Putra, dan I Wayan Wirata. Para akademisi ini mengulas bagaimana buku Panca Kertha menawarkan rumusan lima agenda perubahan struktural. Agenda tersebut dirancang untuk memperkuat persatuan keagamaan Nusantara tanpa memaksakan uniformitas atau penyeragaman atas tradisi lokal yang heterogen.

Kronologi Pelaksanaan Acara di Perpusnas

Rangkaian kegiatan peluncuran dan bedah buku ini berlangsung dengan tahapan yang sistematis sebagai berikut:

  1. Pembukaan Resmi: Sambutan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono.
  2. Paparan Kunci: Orientasi filosofis penulisan buku oleh Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana.
  3. Bedah Naskah Akademis: Ulasan mendalam oleh tiga rektor perguruan tinggi Hindu (I Gede Suwindia, Cokorda Gde Bayu Putra, I Wayan Wirata).
  4. Diskusi Interaktif: Forum tanya jawab melibatkan pengurus PHDI Pusat dan pejabat kementerian terkait masa depan kebudayaan Hindu Nusantara.

Prospek Transformasi dan Implikasi Organisasional

Secara analitis, peluncuran karya literasi ini menandai pergeseran paradigma dalam pengelolaan organisasi keagamaan berbasis Hindu di Indonesia. Gagasan yang tertuang dalam Panca Kertha memberikan cetak biru bagi lembaga-lembaga keagamaan untuk merespons dinamika globalisasi secara lebih terstruktur dan inklusif.

Penekanan pada pentingnya menjaga keragaman tradisi lokal menjadi krusial di tengah arus homogenisasi budaya. Dengan mengintegrasikan nilai ekologis, pengetahuan sains modern, dan penghormatan pada kearifan lokal, langkah yang diinisiasi Yayasan Puri Kauhan Ubud ini diharapkan menjadi momentum penguatan fondasi kebudayaan Hindu Nusantara yang adaptif dan berkelanjutan di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User