Malaysia Catat Lonjakan 3.764 Kasus ISPA Imbas Asap Karhutla RI
Kuala Lumpur — Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma di tengah kondisi kabut asap yang kem
Kuala Lumpur — Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma di tengah kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah di negara bagian utara Semenanjung Malaysia. Hingga pekan terakhir, otoritas kesehatan setempat melaporkan sebanyak 3.764 kasus baru ISPA, angka yang meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kabut asap yang melanda Malaysia kali ini merupakan dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Angin muson yang bertiup dari arah tenggara membawa partikel asap melintasi Selat Malaka, sehingga kualitas udara di sejumlah kota seperti Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Penang sempat berada di kategori tidak sehat menurut indeks standar pencemaran udara (API) Malaysia.
Lonjakan Kasus di Tengah Kabut Asap
Berdasarkan laporan yang diterima Beritainti.com, mayoritas pasien baru yang terdata merupakan kelompok usia lanjut, anak-anak, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan kronis. Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia menyebut bahwa data tersebut menunjukkan dampak nyata paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan konsentrasi partikel halus (PM2.5) yang tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penyandang asma. Jika mengalami sesak napas berat, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Malaysia dalam keterangan persnya.
Selain ISPA, pihak rumah sakit di Malaysia juga melaporkan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan iritasi mata, iritasi tenggorokan, hingga batuk berkepanjangan. Kondisi ini sejalan dengan penelitian kesehatan lingkungan yang menunjukkan bahwa paparan asap kebakaran hutan dalam jangka pendek dapat memperburuk fungsi paru-paru dan memicu serangan asma akut.
Kualitas Udara Memburuk di Sejumlah Wilayah
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Malaysia mencatat sejumlah stasiun pemantau menunjukkan angka API di atas 100, yang masuk kategori tidak sehat. Beberapa sekolah di daerah terdampak terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar di luar ruangan, sementara pemerintah daerah mengimbau warga untuk menutup jendela rumah dan menggunakan penyaring udara.
Beberapa langkah mitigasi yang telah ditempuh pemerintah Malaysia antara lain:
- Pembagian masker gratis bagi warga di wilayah dengan kualitas udara buruk;
- Peningkatan pengawasan kasus ISPA dan asma di puskesmas serta rumah sakit rujukan;
- Imbauan kepada sekolah untuk membatasi aktivitas fisik siswa di luar ruangan; dan
- Pengaktifan pusat informasi kualitas udara yang diperbarui setiap jam.
Kerja Sama Regional dan Upaya Penanggulangan
Karhutla di Indonesia sendiri telah menimbulkan kekhawatiran lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terus melakukan pemadaman, termasuk operasi udara dengan water bombing dan modifikasi cuaca untuk mempercepat hujan buatan di titik-titik rawan kebakaran.
Malaysia dan Indonesia sebelumnya telah memiliki mekanisme kerja sama bilateral dalam penanggulangan asap lintas batas, termasuk melalui skema ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Namun, efektivitas kerja sama tersebut kerap menjadi sorotan publik setiap kali musim kemarau tiba dan kebakaran hutan kembali terjadi.
Peringatan bagi Kelompok Rentan
Otoritas kesehatan mengingatkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Paparan berulang dalam waktu lama berisiko meningkatkan penyakit pernapasan kronis, gangguan kardiovaskular, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat di kawasan terdampak. Kelompok rentan diminta untuk tidak menyepelekan gejala ringan seperti batuk dan nyeri dada.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Malaysia masih memantau perkembangan kualitas udara dan kesiapan fasilitas kesehatan. Masyarakat diimbau memantau informasi resmi dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup setempat untuk mendapatkan pembaruan terkini.
[SOCIAL_TWEET]: Kabut asap dari karhutla RI kembali melanda Malaysia: 3.764 kasus ISPA baru tercatat. Kelompok rentan diminta pakai masker dan kurangi aktivitas luar ruangan. #KabutAsap #Karhutla[SOCIAL_TG]: 🇲🇾 Kabut asap dari karhutla RI melanda Malaysia: 3.764 kasus ISPA baru, kualitas udara di beberapa kota masuk kategori tidak sehat. Cek langkah mitigasi pemerintah di Beritainti.com.
Comments (0)