Hasto: PDIP Buka Opsi Usung Risma di Pilgub Jatim 2029

SURABAYA, Beritainti.com — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengakui partainya membuka opsi kembali mengusung Tri Rismaharini sebagai calon guber

Aug 24, 2026 - 12:17
0 0
Hasto: PDIP Buka Opsi Usung Risma di Pilgub Jatim 2029

SURABAYA, Beritainti.com — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengakui partainya membuka opsi kembali mengusung Tri Rismaharini sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Pernyataan itu mengemuka di tengah kunjungan kerjanya di Surabaya, Senin (24/8/2026), dan langsung memanaskan spekulasi politik di salah satu provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia ini.

Isyarat dari elite partai banteng itu bukan sekadar wacana kosong. PDIP memandang Jawa Timur sebagai medan pertarungan paling strategis menuju Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung pada November 2029. Dengan basis massa yang masih kuat di Surabaya dan sejumlah wilayah pesisir utara, nama Risma dinilai tetap menjadi aset elektoral yang layak diperhitungkan partai berlambang banteng itu.

"Kami membuka opsi kembali mengusung Ibu Risma sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Nama-nama kader terbaik kami akan melalui proses penjaringan yang matang," demikian keterangan Hasto yang disampaikan di Surabaya.

Namun, seperti biasa dalam politik, pernyataan "membuka opsi" kerap baru merupakan pembuka percakapan. Pertanyaannya kemudian: sejauh apa keseriusan itu, dan bagaimana respons Risma serta dinamika koalisi di tingkat daerah menyambut wacana ini.

Rekam Jejak Risma: Dari Balai Kota Surabaya ke Panggung Nasional

Tri Rismaharini bukan nama baru di peta politik Jawa Timur. Perempuan kelahiran Kediri itu memimpin Surabaya selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2021, dan berhasil membangun reputasi sebagai kepala daerah yang dekat dengan rakyat kecil. Di bawah kepemimpinannya, ibu kota provinsi itu dikenal dengan tata kelola kota yang rapi, taman-taman kota yang luas, serta program pemberdayaan warga yang kerap dijadikan percontohan nasional.

Kariernya kemudian menanjak ke panggung nasional saat ditunjuk menjadi Menteri Sosial pada 2020. Meski tak lepas dari sorotan publik, nama Risma tetap lekat di benak warga Jatim sebagai figur yang dianggap tuntas, pekerja keras, dan blak-blakan dalam menjalankan tugas. Popularitas itulah yang membawanya maju sebagai calon gubernur pada Pilkada 2024 lalu.

Bagi PDIP, Risma bukan sekadar elektabilitas. Ia adalah simbol keberhasilan kader partai memimpin kota besar, sesuatu yang jarang dimiliki partai lain di Jatim. Karena itu, wajar bila namanya kembali disebut lebih dari tiga tahun sebelum hari pemungutan suara.

Pelajaran dari Pilkada 2024

Pada Pilkada November 2024, pasangan Risma–KH. Hasan (Gus Hans) yang diusung PDIP harus mengakui keunggulan petahana Khofifah Indar Parawansa–Emil Dardak. Kemenangan Khofifah dengan perolehan suara di atas 58 persen menjadi sinyal keras bagi PDIP bahwa merebut Jawa Timur bukan perkara mudah, apalagi melawan petahana yang didukung koalisi lintas partai.

Kekalahan itu meninggalkan pekerjaan rumah besar: membangun koalisi yang lebih luas, menyiapkan mesin politik yang solid sejak dini, dan tidak mengulang kesalahan strategi. Pembicaraan soal Risma yang muncul jauh lebih awal dibanding siklus politik sebelumnya menunjukkan PDIP tengah belajar dari pengalaman — bahwa memenangkan Jatim butuh persiapan panjang, bukan sekadar mengandalkan popularitas figur.

Bagi sejumlah pengamat, opsi ini juga menjadi sinyal bahwa PDIP ingin menjaga denyut politiknya tetap hidup di Jawa Timur, sekaligus menguji respons publik sebelum tahapan resmi dimulai.

Menimbang Koalisi dan Strategi Partai

Jelang 2029, PDIP berada dalam posisi berbeda dibanding periode sebelumnya. Sebagai partai yang tidak berada dalam koalisi pemerintahan nasional, PDIP membutuhkan kemenangan di daerah untuk menjaga daya tawar politiknya. Jawa Timur, dengan puluhan juta pemilih, menjadi salah satu kunci keberlanjutan kekuatan partai tersebut.

Opsi mengusung Risma kembali tentu belum final. Hasto menegaskan keputusan akhir berada di tangan DPP melalui mekanisme penjaringan, survei elektabilitas, dan pertimbangan koalisi. Nama-nama lain, baik kader internal maupun tokoh eksternal, tetap berpeluang masuk dalam bursa calon gubernur.

Yang menarik, pernyataan Hasto disampaikan langsung di Surabaya, bukan di markas partai di Jakarta. Pilihan lokasi itu kerap dibaca sebagai pesan simbolis bahwa PDIP serius menancapkan konsolidasi di Jatim lebih awal dibanding rival-rivalnya.

Respon Publik dan Pertanyaan yang Menggantung

Kabar ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian warganet menilai langkah PDIP masuk akal karena Risma masih dianggap figur yang bisa diandalkan, sebagian lain mempertanyakan apakah partai akan memberikan dukungan penuh kali ini, tanpa friksi internal seperti pada 2024. Satu hal yang pasti, isyarat dari Surabaya ini menandakan PDIP mulai bergerak lebih awal untuk merebut kembali Jatim.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Risma maupun DPD PDIP Jawa Timur menanggapi wacana tersebut. Yang jelas, pembahasan ini akan terus bergulir seiring mendekatnya tahapan Pilkada 2029, dan nama Risma kembali menjadi salah satu kartu utama PDIP di papan catur politik Jawa Timur.

[SOCIAL_TWEET]: PDIP buka opsi usung Risma lagi di Pilgub Jatim 2029. Hasto: keputusan lewat penjaringan partai. #PilgubJatim #PDIP #Risma #Pilkada2029 [SOCIAL_TG]: 🔥 BREAKING: PDIP buka opsi usung Risma lagi di Pilgub Jatim 2029. Hasto: nama kader terbaik lewat penjaringan. Baca selengkapnya di Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User