Maxim Khawatir Aturan Tarif Ojol Menurunkan Jumlah Pesanan
Maxim Indonesia mengingatkan bahwa rencana pemerintah mengatur tarif minimum ojek online (ojol) antar makanan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang tenga
Maxim Indonesia mengingatkan bahwa rencana pemerintah mengatur tarif minimum ojek online (ojol) antar makanan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang tengah disiapkan berpotensi menurunkan jumlah pesanan. Kondisi ini, menurut perusahaan, dapat memengaruhi pendapatan para kurir yang selama ini mengandalkan order pengantaran makanan.
Kekhawatiran tersebut disampaikan Maxim menyusul kabar pemerintah yang tengah menyusun Perpres untuk mengatur tarif layanan ojol, termasuk layanan pengantaran makanan. Kebijakan ini diharapkan melindungi kepentingan pengemudi, tetapi di sisi lain menuai kekhawatiran dari sisi permintaan.
Pemerintah Siapkan Perpres Tarif Ojol
Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan Perpres yang mengatur tarif ojol, mencakup layanan angkutan penumpang maupun layanan pengantaran barang dan makanan. Regulasi ini dinilai perlu hadir untuk memberikan kepastian tarif sekaligus melindungi kesejahteraan pengemudi.
Sebelumnya, tarif ojol untuk angkutan penumpang telah diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan. Namun, untuk layanan pengantaran makanan dan barang, belum ada ketentuan tarif minimum yang mengikat, sehingga pemerintah berencana menetapkannya dalam Perpres.
Kekhawatiran Maxim: Jumlah Pesanan Berpotensi Anjlok
Menanggapi rencana tersebut, Maxim Indonesia menyampaikan kekhawatirannya bahwa penetapan tarif minimum justru dapat menurunkan jumlah pesanan. Ketika tarif layanan dinaikkan, konsumen dinilai berpotensi mengurangi frekuensi pemesanan makanan melalui aplikasi.
"Penetapan tarif minimum berpotensi menurunkan jumlah pesanan dan memengaruhi pendapatan kurir," demikian kekhawatiran yang disampaikan Maxim Indonesia terkait Perpres yang sedang disiapkan pemerintah.
Menurut Maxim, penurunan volume pesanan akan berdampak langsung pada pendapatan kurir. Padahal, pendapatan kurir berasal dari kombinasi tarif layanan dan insentif, sehingga berkurangnya order berarti berkurang pula penghasilan yang mereka terima.
Sejumlah poin yang menjadi perhatian utama terkait wacana tarif minimum ini antara lain:
- Penurunan jumlah pesanan akibat kenaikan tarif layanan;
- Pendapatan kurir yang berpotensi tergerus jika volume order menurun;
- Daya beli konsumen yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan tarif;
- Keseimbangan antara perlindungan pengemudi dan keberlanjutan permintaan pasar.
Dari sisi konsumen, kenaikan tarif minimum berpotensi mengubah kebiasaan memesan makanan secara daring. Sebagian konsumen mungkin akan mengurangi frekuensi pemesanan atau beralih memesan langsung ke gerai, sehingga volume order di platform dapat berkurang.
Kronologi Perkembangan Regulasi Tarif Ojol
Wacana pengaturan tarif ojol melalui Perpres telah berjalan dalam beberapa tahap. Berikut kronologi perkembangannya:
- Pemerintah mulai menyusun Perpres tarif ojol untuk memberikan kepastian tarif layanan;
- Pembahasan melibatkan kementerian terkait, asosiasi pengemudi, hingga perusahaan aplikasi;
- Maxim Indonesia menyampaikan masukan dan kekhawatiran terkait dampak tarif minimum terhadap volume pesanan;
- Pemerintah masih mematangkan substansi aturan sebelum Perpres resmi diterbitkan.
Dampak bagi Pendapatan Kurir
Persoalan pendapatan kurir menjadi isu sentral dalam wacana pengaturan tarif ini. Di satu sisi, tarif minimum diharapkan memberikan jaminan penghasilan bagi pengemudi. Di sisi lain, jika permintaan turun, manfaat tersebut bisa tergerus oleh menurunnya jumlah order.
Kondisi ini menjadi dilema bagi para kurir. Mereka menginginkan tarif yang lebih layak, tetapi juga membutuhkan volume pesanan yang stabil agar pendapatan harian tetap terjaga.
Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan perhatian pada kesejahteraan pengemudi ojol, antara lain melalui diskon 50 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap perlindungan sosial para kurir.
Kendati demikian, Maxim berharap pemerintah mempertimbangkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan aplikasi, agar kebijakan tarif yang dihasilkan tidak justru merugikan kurir di lapangan.
Menunggu Kepastian Aturan
Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan jadwal pasti penerbitan Perpres tarif ojol. Publik, terutama para pengemudi dan kurir, menantikan kepastian aturan yang dinilai akan berdampak signifikan pada pendapatan mereka sehari-hari.
Sementara itu, Maxim menyatakan tetap akan mengikuti proses pembahasan dan siap menyampaikan masukan agar regulasi yang terbit nantinya dapat berjalan seimbang — melindungi pengemudi sekaligus menjaga volume pesanan tetap sehat bagi seluruh ekosistem ojol.
[SOCIAL_TWEET]: Maxim khawatir tarif minimum ojol dalam Perpres yang disiapkan pemerintah berpotensi menurunkan jumlah pesanan dan memengaruhi pendapatan kurir.[SOCIAL_TG]: ⚠️ Tarif ojol akan diatur Perpres — Maxim khawatir order anjlok dan pendapatan kurir terpengaruh. Simak selengkapnya di sini!
Comments (0)