MAKASSAR — Pertamina Klaim 80 Persen Antrean SPBU Makassar Mulai Melandai

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat penurunan signifikan pada kepadatan antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang

Sep 15, 2026 - 03:13
0 0
MAKASSAR — Pertamina Klaim 80 Persen Antrean SPBU Makassar Mulai Melandai

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat penurunan signifikan pada kepadatan antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, sebanyak 35 dari 45 SPBU atau setara 77,7% hingga 80% titik penyaluran BBM di wilayah tersebut kini telah kembali beroperasi dalam kondisi relatif melandai dan lancar.

Langkah intervensi cepat yang dilakukan oleh manajemen pasokan BBM berhasil memangkas durasi waktu tunggu konsumen secara signifikan. Warga yang sebelumnya harus mengantre hingga berjam-jam kini dilaporkan hanya membutuhkan waktu hitungan menit untuk mendapatkan bahan bakar modal transportasi harian mereka.

Kronologi dan Titik Balik Penanganan Penyaluran BBM

Penurunan volume antrean ini tidak lepas dari rangkaian tindakan taktis yang diterapkan secara bertahap oleh Pertamina guna menstabilkan pasokan BBM bersubsidi maupun non-subsidi di kawasan metropolitan Makassar. Berikut adalah tahapan penanganan krisis distribusi tersebut:

  1. Pemetaan Dampak dan Identifikasi Masalah: Pertamina melakukan pemetaan komprehensif terhadap 45 SPBU utama yang mengalami lonjakan permintaan akibat rumor kelangkaan dan aksi panic buying masyarakat.
  2. Penerapan Skema Extra Dropping: Penambahan alokasi BBM harian sebesar 15% hingga 20% di atas konsumsi normal disalurkan langsung dari Fuel Terminal BBM Makassar untuk menutupi defisit pasokan di tingkat pengecer.
  3. Pengoperasian 24 Jam Nonstop: Sejumlah SPBU di jalur arteri utama diperintahkan untuk beroperasi penuh selama 24 jam guna mengurai penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk malam hari.
  4. Monitoring Real-Time dan Digitalisasi: Penggunaan sistem pemantauan digital armada mobil tangki dipadukan dengan pengawasan darat guna memastikan setiap tangki pasokan tiba sesuai jadwal yang ditentukan.

Analisis Perbandingan Kondisi Layanan SPBU di Makassar

Dampak dari upaya stabilisasi distribusi BBM dapat dianalisis melalui perbandingan indikator operasional sebelum dan sesudah dilakukannya langkah intervensi oleh pihak otoritas pasokan energi:

Indikator Analisis Kondisi Awal (Puncak Antrean) Kondisi Saat Ini (Melandai)
Jumlah SPBU Padat Antrean 45 SPBU (100%) 10 SPBU (22,3%)
Rata-rata Waktu Tunggu 45 - 90 Menit 5 - 15 Menit
Alokasi Pasokan Harian Reguler (100%) Extra Dropping (115% - 120%)
Jam Operasional SPBU Terbatas hingga Stok Habis Optimalisasi 24 Jam (Titik Tertentu)

Evaluasi Pengamat Energi dan Mitigasi Rantai Pasok

Pengamat ekonomi dan energi regional menilai bahwa akselerasi distribusi yang ditunjukkan Pertamina merupakan respons terukur untuk menekan dampak inflasi akibat gangguan logistik bahan bakar. Menurut pengamat, kelancaran distribusi BBM di Makassar memegang peranan vital bagi stabilitas arus barang dan jasa di kawasan Indonesia Timur.

"Kelancaran antrean di 80% SPBU Makassar menunjukkan bahwa kendala utama sebenarnya terletak pada dinamika distribusi lokal dan psikologi konsumen, bukan pada ketersediaan stok nasional. Penambahan dropping secara masif terbukti efektif meredam kepanikan pasar," ujar salah satu analis sektor energi.

Meski mayoritas SPBU telah melandai, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM sesuai kebutuhan wajar dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi. Pengawasan ketat bersama instansi terkait masih terus berjalan pada 10 SPBU tersisa yang masih menunjukkan volume antrean sedang.

Prospek Kerentanan dan Keberlanjutan Pasokan

Ke depan, keandalan pasokan BBM di Sulawesi Selatan akan sangat bergantung pada konsistensi penyaluran armada tangki serta kesiapan infrastruktur penyimpanan energi di daerah. Langkah mitigasi jangka panjang mencakup modernisasi pemantauan stok SPBU secara otomatis untuk mencegah terulangnya lonjakan antrean serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User