Laporte Meleleh, Spanyol Juara Dunia 2026 di Hadapan Argentina
MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey — 19 Juli 2026. Spanyol akhirnya mengukir sejarah dengan menumbangkan Argentina 3-2 dalam laga final Piala Dunia 2026 yang dramatis. Namun, bukan hanya t...
MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey — 19 Juli 2026. Spanyol akhirnya mengukir sejarah dengan menumbangkan Argentina 3-2 dalam laga final Piala Dunia 2026 yang dramatis. Namun, bukan hanya trofi emas yang menjadi sorotan; reaksi emosional bek tengah Aymeric Laporte menjadi momen paling mengharukan malam itu.
Pertandingan Sengit di MetLife Stadium
Sejak menit pertama, kedua tim tampil agresif. Argentina, dengan Lionel Messi di lini tengah, langsung menekan lewat kombinasi cepat Julian Alvarez dan Alejandro Garnacho. Namun, Spanyol yang diasuh Luis de la Fuente membalas dengan permainan penguasaan bola khas mereka. Menit ke-15, Pedri melepaskan umpan terobosan yang disambar Alvaro Morata, sayang masih melebar tipis.
Kebuntuan pecah pada menit ke-28. Skema tendangan bebas yang dieksekusi Rodri meluncur ke tiang jauh, disambut sundulan Laporte yang tak mampu dihalau Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Spanyol. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Menit ke-35, Messi melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti, bola bersarang di pojok kiri atas gawang Unai Simon. Skor imbang 1-1 hingga babak pertama usai.
Momen Krusial Aymeric Laporte
Babak kedua kembali berjalan panas. Menit ke-52, Argentina berbalik unggul melalui gol Paulo Dybala yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Spanyol tak gentar. Gavi dan Nico Williams menggempur sisi sayap, menghasilkan tendangan sudut beruntun. Pada menit ke-68, Laporte kembali menjadi pahlawan. Berawal dari sepak pojok Pedri, bek Al-Nassr itu melompat tertinggi dan menanduk bola ke pojok bawah gawang, meski ada sedikit sentuhan Rachin. Skor 2-2, dan Laporte mencetak brace di final!
Namun, drama sesungguhnya terjadi di menit-menit akhir. Serangan balik cepat Argentina nyaris membuahkan gol ketiga, tetapi Laporte melakukan sapuan krusial di garis gawang setelah tendangan Dybala mengecoh Unai Simon. Aksi itu disambut sorakan puluhan ribu pendukung Spanyol di stadion. Pertandingan dilanjutkan ke extra time dengan skor tetap 2-2.
Laporte: Air Mata Kemenangan
Di menit ke-108, naskah fantastis La Roja tuntas. Umpan silang Alejandro Balde dari kiri menemui Ansu Fati yang dengan tenang menceploskan bola ke gawang. Skor 3-2. Argentina mencoba membalas, namun pertahanan Spanyol yang dikomandoi Laporte dan Pau Torres tampil solid. Peluit panjang dibunyikan, dan Spanyol memastikan gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah.
Saat rekan-rekan setimnya berguling di lapangan, Laporte justru jatuh terduduk. Air mata membasahi pipinya. Pemain kelahiran Prancis yang memilih membela Spanyol pada 2021 itu langsung dikerubuti para pemain. "Ini untuk semua yang meragukan saya. Saya bukan orang Spanyol—saya adalah Spanyol," ungkap Laporte dalam wawancara pasca-pertandingan dengan suara bergetar. Perjalanan panjangnya dari kontroversi naturalisasi hingga menjadi pahlawan final tuntas sudah.
Statistik Kunci dan Pujian Pelatih
Secara statistik, Spanyol memang unggul. Penguasaan bola mencapai 59 persen berbanding 41 milik Argentina, dengan total tembakan tepat sasaran 7 berbanding 5. Laporte mencatatkan 8 sapuan, 5 intersep, dan 3 duel udara dimenangkan—tertinggi di laga tersebut. Ia juga menjadi pemain belakang pertama yang mencetak dua gol di final Piala Dunia sejak 1998. Pertandingan diwarnai tiga kartu kuning untuk Argentina dan satu untuk Spanyol, tanpa ada kartu merah. Sempat terjadi pengecekan VAR pada menit ke-75 atas dugaan handball di kotak penalti Spanyol, namun wasit menilai tidak ada pelanggaran.
Pelatih Luis de la Fuente tak kuasa memuji: "Apa yang ditunjukkan Aymeric malam ini adalah definisi karakter sejati. Dia layak mendapatkan semua penghargaan." Sementara itu, Messi, yang kemungkinan besar memainkan laga terakhirnya di Piala Dunia, hanya bisa mengakui keunggulan lawan: "Mereka pantas menang. Selamat untuk Spanyol."
Final ini menutup Piala Dunia 2026 dengan kenangan indah bagi Spanyol, dan bagi Laporte, malam itu ia bukan hanya mengangkat trofi, tetapi juga mengangkat harga dirinya di hadapan dunia.
Comments (0)