Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Anjlok 50 Persen

Gangguan mobilitas udara akibat sebaran abu vulkanik kembali memukul sendi-sendi pariwisata di Pulau Dewata. Salah satu destinasi unggulan berbasis budaya

Sep 10, 2026 - 10:36
0 0
Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Anjlok 50 Persen

Gangguan mobilitas udara akibat sebaran abu vulkanik kembali memukul sendi-sendi pariwisata di Pulau Dewata. Salah satu destinasi unggulan berbasis budaya dan pelestarian lingkungan, Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, mencatat penurunan drastis pada angka kunjungan pelancong, khususnya dari segmen domestik yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan ekonomi desa.

Kondisi ini terjadi seiring penutupan dan pembatalan puluhan jadwal penerbangan di sejumlah bandara penghubung utama, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Terhentinya konektivitas udara nasional secara langsung memutus rantai pasok wisatawan ke destinasi-destinasi pedesaan Bali yang sangat mengandalkan keterhubungan antarpulau.

Dampak Signifikan pada Segmen Wisatawan Domestik

Ketua Unit Usaha Desa Wisata Penglipuran, I Made Ambarsika Abdi, mengonfirmasi bahwa penurunan volume pelancong terjadi secara instan menyusul gangguan penerbangan tersebut. Penurunan angka kunjungan tercatat mencapai 50 persen dari rata-rata harian normal.

"Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan gerbang utama menuju Pulau Dewata sempat ditutup pada 4–7 September 2026, sehingga secara tidak langsung berdampak kepada kami. Tentu sangat berdampak kepada kami. Sekitar 108 penerbangan dibatalkan, dan diperkirakan 13.000 wisatawan lokal batal melakukan perjalanan," ujar Abdi.

Sebelum peristiwa sebaran abu vulkanik melumpuhkan koridor udara, angka kunjungan harian ke Penglipuran relatif stabil dan mendekati batas carrying capacity atau daya dukung lingkungan desa, yakni di kisaran 2.000 pengunjung per hari. Namun, pascagangguan operasional maskapai penerbangan, angka tersebut merosot tajam hingga menyisakan sekitar 1.000 orang per hari.

Divergensi Pasar: Wisman Tetap Stabil

Menariknya, dinamika berbeda terlihat pada segmen wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan data pengelola, pergerakan turis asing relatif tidak terpengaruh oleh pembatalan penerbangan domestik. Hal ini didorong oleh operasional rute penerbangan internasional langsung ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang masih berjalan normal.

Berikut adalah poin-poin utama dampak operasional pariwisata di Desa Wisata Penglipuran:

  • Kunjungan Domestik: Turun 50 persen dari rata-rata harian 2.000 orang menjadi 1.000 orang per hari.
  • Kunjungan Wisman: Stabil di rentang 500 hingga 600 wisatawan per hari.
  • Alternatif Transportasi: Sebagian wisatawan nusantara yang tetap berkunjung memilih beralih menggunakan jalur penyeberangan laut.
  • Skala Gangguan: Sekitar 108 jadwal penerbangan dibatalkan dengan estimasi 13.000 calon pelancong terdampak secara nasional.

Kerentanan Sektor Wisata terhadap Disrupsi Alam

Fenomena ini menegaskan kembali tingginya tingkat ketergantungan pariwisata Bali terhadap kelancaran infrastruktur transportasi udara. Ketika gerbang udara domestik lumpuh, efek dominonya secara cepat merambat ke pelaku usaha mikro, pengrajin lokal, dan unit desa wisata.

Kendati tengah menghadapi penurunan omzet kunjungan, pihak pengelola Desa Wisata Penglipuran menegaskan tetap mengutamakan standar keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan bagi para wisatawan yang masih berada di kawasan desa adat tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User