Kontroversi Joao Pinheiro Warnai Kemenangan Argentina Atas Swiss
Skor akhir 2-1 untuk Argentina di perempat final Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan ini dibayangi kontroversi kepemimpinan wasit asal Portugal, Joao Pinheiro. Stadion Kansas, Minggu malam, menyaksika...
Skor akhir 2-1 untuk Argentina di perempat final Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan ini dibayangi kontroversi kepemimpinan wasit asal Portugal, Joao Pinheiro. Stadion Kansas, Minggu malam, menyaksikan duel sengit penuh drama dan momen-momen yang memicu perdebatan panjang.
Babak Pertama: Dominasi Piala, tetapi Swiss Membalas
Menit ke-11, Argentina langsung menekan. Formasi 4-3-3 milik Scaloni membuat Swiss kewalahan. Penguasaan bola Argentina 61% di 20 menit awal. Namun, gol baru lahir di menit ke-19. Lionel Messi menerima umpang terobosan dari De Paul di kotak penalti, lalu melepaskan tendangan melengkung ke sudut kanan gawang. Skor 1-0. Tapi Swiss tidak menyerah. Menit ke-45+2, tendangan bebas Xhaka membentur pagar betis Argentina dan masuk ke gawang Martinez. Skor imbang 1-1 saat jeda. Statistik babak pertama: Argentina 7 shots on target, Swiss 2, pelanggaran Argentina 5, Swiss 8.
Babak Kedua: Kontroversi Penalti dan Kartu Kuning
Memasuki babak kedua, tensi meningkat. Menit ke-54, wasit Pinheiro memberikan kartu kuning untuk Emi Martinez setelah dianggap membuang waktu. Namun sorotan utama terjadi di menit ke-78. Pemain Swiss, Akanji, dijatuhkan oleh Romero di dalam kotak penalti. VAR dipanggil, setelah meninjau ulang, Pinheiro menunjuk titik putih. Swiss memiliki peluang emas, tetapi eksekusi penalti Embolo melambung di atas mistar. Skor tetap 1-1. Publik Argentina bersorak, namun protes keras Swiss muncul karena mereka menganggap penalti tersebut tidak layak. Menit ke-87, Argentina mendapat penalti setelah VAR melihat handsball Widmer. Messi maju sebagai eksekutor dan mengubah skor menjadi 2-1. Swiss kembali memprotes, menganggap handsball tidak sengaja. Wasit mempertahankan keputusannya. Hingga akhir laga, tidak ada gol tambahan. Statistik babak kedua: penguasaan bola Argentina 55%, Swiss 45%; shots on target Argentina 3, Swiss 1; kartu kuning Argentina 2, Swiss 3; total kartu kuning: Argentina 3, Swiss 4.
Peran Wasit Joao Pinheiro di Sorotan
Keputusan Pinheiro menjadi bahan perbincangan hangat. Sebanyak 2 kali penggunaan VAR, 1 penalti yang dikonversi menjadi gol, dan 2 keputusan offside yang kontroversial. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam konferensi pers mengatakan:
“Saya tidak ingin mengomentari wasit secara detail, tapi jelas ada momen di mana kami sedikit beruntung. Penalti kedua? Saya pikir keputusan wasit sudah tepat setelah melihat VAR.”Sementara pelatih Swiss, Murat Yakin, kecewa:
“Kami bermain lebih baik di babak kedua. Penalti untuk Argentina itu tidak seharusnya terjadi. Wasit terlalu mudah memberikan keputusan setelah intervensi VAR. Ini pukulan berat bagi kami.”Data statistik menunjukkan bahwa dari 19 pelanggaran yang dilakukan Argentina, wasit hanya memberikan 3 kartu kuning, sedangkan Swiss mendapat 4 dari 22 pelanggaran. Hal ini memicu pertanyaan tentang konsistensi pengadilan.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menghasilkan total 12 tendangan sudut (Argentina 7, Swiss 5), 8 tembakan tepat sasaran (Argentina 5, Swiss 3), dan 2 kartu merah? Tidak ada. Namun, tensi tinggi dan kontroversi justru menjadi cerita utama. Joao Pinheiro, yang sebelumnya pernah mendapat kritik di Piala Dunia 2022, kembali menjadi pusat perhatian. Dengan kemenangan ini, Argentina melaju ke semifinal, tetapi dengan warisan kontroversi yang akan dibahas berhari-hari ke depan. Statistik akhir: penguasaan bola Argentina 58%, Swiss 42%; akurasi umpan Argentina 85%, Swiss 79%; pelanggaran Argentina 19, Swiss 22. Sebuah laga yang meninggalkan banyak pertanyaan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Comments (0)