Amri/Nita Menang di 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Skor akhir 21-17, 21-19. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menuntaskan misi pertama mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan kemenangan straight games di babak 32 besar, Rabu (19/8/2026), di India. D...
Skor akhir 21-17, 21-19. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menuntaskan misi pertama mereka di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan kemenangan straight games di babak 32 besar, Rabu (19/8/2026), di India. Dua gim langsung tanpa harus bermain tiga set — dan satu tiket ke babak 16 besar resmi digenggam pasangan ganda campuran Indonesia itu.
Laga yang berlangsung sekitar 46 menit ini sama sekali bukan panggung yang mudah. Lawan yang tampil lepas tanpa beban justru membuat Amri/Nita sempat keteteran di awal gim pertama. Namun perlahan, pasangan pelatnas PBSI itu mengambil alih kendali permainan dengan racikan formasi khas ganda campuran: Amri rajin menekan di area depan dan tengah lapangan, sementara Nita bertugas menjaga lini belakang dengan pertahanan yang disiplin.
Baru lima menit duel berjalan, Amri mulai menemukan ritme. Pukulan-pukulan drive-nya yang cepat membuat lawan kesulitan mengembangkan serangan, sementara Nita justru tampil tenang sebagai penyeimbang di setiap reli panjang. Penguasaan shuttlecock berubah drastis setelah interval gim pertama, dan momentum pun pindah ke sisi Indonesia.
Gim Pertama: Perlahan Mengambil Alih Kendali
Gim pembuka berjalan ketat hingga memasuki poin ke-15. Lawan sempat unggul 9-7 lewat kombinasi netting yang rapi, tetapi Amri/Nita membalas dengan mempercepat tempo. Momen kunci datang pada reli terpanjang laga — 32 pukulan — yang dimenangkan Indonesia setelah Nita memenangkan duel net lewat blok tipis yang mematikan. Sejak itu, angin pertandingan berbalik arah.
Di poin ke-18, Amri meluncurkan smash tercepat pertandingan dengan kecepatan 389 km/jam, sebuah pukulan yang tak mampu dijangkau lawan dan membuat penonton di tribun tercengang. Indonesia menutup gim pertama dengan skor 21-17 setelah sebelumnya memimpin 20-17. Statistik mencatat Indonesia menghasilkan 14 winner di gim pertama berbanding 9 milik lawan, dengan unforced errors yang justru lebih banyak datang dari kubu lawan.
Gim Kedua: Drama 19-19 Hingga Match Point
Gim kedua berjalan lebih sengit. Lawan yang sudah tidak punya pilihan tampil lebih agresif, menyerang pertahanan Nita dengan dropshot-dropshot silang yang menyulitkan. Keunggulan sempat berpindah-pindah tangan sebanyak sembilan kali sebelum skor menempel ketat di angka 19-19.
Di titik paling krusial itulah kelas Nita sebagai pemain bertahan terlihat. Tiga kali berturut-turut ia melakukan penyelamatan gemilang dari smash keras lawan, memberi Amri ruang untuk balik menyerang. Pada match point kedua, Amri melepaskan winner cross-court dari area belakang yang jatuh tepat di garis samping, mengunci gim kedua dengan skor 21-19 dan menutup laga dalam dua gim langsung.
Di sepanjang pertandingan, Indonesia mencatatkan penguasaan reli sebesar 58 persen di gim kedua, naik dari 52 persen di gim pertama. Secara keseluruhan, Amri/Nita mengoleksi 27 winner, sementara lawan hanya 19. Unforced errors Indonesia tercatat 9, jauh lebih sedikit dibanding 13 milik lawan. Data tersebut menunjukkan konsistensi yang menjadi senjata utama pasangan ini.
"Kuncinya adalah kesabaran. Amri sempat terlalu cepat menyerang di awal, jadi kami minta dia menahan tempo dan Nita lebih aktif membaca arah serangan lawan. Begitu mereka menemukan ritme, semuanya berjalan sesuai rencana," ujar pelatih usai laga.
Bekal Menuju Babak 16 Besar
Kemenangan ini bukan hanya soal hasil, melainkan juga kepercayaan diri. Amri/Nita datang ke India dengan status pasangan yang tengah menanjak, dan penampilan solid di babak 32 besar menjadi sinyal bahwa mereka siap bersaing dengan pasangan-pasangan unggulan di papan atas. Kemampuan Nita membaca permainan lawan dan agresivitas Amri di depan net adalah kombinasi yang akan sangat berbahaya jika terus dipoles.
Di babak 16 besar, Amri/Nita akan menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, dengan tekanan yang tentu lebih besar. Namun bekal seperti clean sheet dalam dua gim, catatan unforced errors yang minim, serta smash tercepat 389 km/jam yang sudah mereka tunjukkan di India menjadi modal berharga. Jika konsistensi servis dan penerimaan servis tetap terjaga, bukan hal mustahil pasangan Indonesia ini melangkah lebih jauh lagi di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Satu hal yang pasti: langkah pertama sudah aman. Kini seluruh perhatian tertuju pada babak berikutnya, di mana setiap poin akan terasa lebih berharga, dan nama Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mulai diperhitungkan oleh para pesaing gelar.
Comments (0)