Duet Thailand-Indonesia Juara Beregu The Indonesia Pro-Am 2026

Pukulan terakhir pada hole ke-18 meluncur mulus menuju lubang, dan papan skor di clubhouse langsung mengunci satu nama yang sepanjang pekan ini tak tergoyahkan. Parathakorn Suyasri dari Thailand dan L...

Aug 23, 2026 - 22:58
0 0
Duet Thailand-Indonesia Juara Beregu The Indonesia Pro-Am 2026

Pukulan terakhir pada hole ke-18 meluncur mulus menuju lubang, dan papan skor di clubhouse langsung mengunci satu nama yang sepanjang pekan ini tak tergoyahkan. Parathakorn Suyasri dari Thailand dan Luke Evan Moore dari Indonesia dinobatkan sebagai juara kategori beregu The Indonesia Pro-Am 2026. Skor akhir mereka — jauh di bawah par turnamen — menutup persaingan yang sempat memanas di dua ronde awal dan berubah menjadi panggung pesta kemenangan di ronde penentu.

Perpaduan Dua Gaya Sejak Tee Pertama

Kategori beregu di ajang Pro-Am selalu punya dinamika berbeda: dua pemain, satu target, dan satu kartu skor yang jadi milik bersama. Parathakorn dan Moore datang dengan profil yang justru saling melengkapi. Parathakorn, yang punya reputasi sebagai pemain agresif dari sisi fairway, dikenal kerap memaksimalkan jarak dengan driver-nya. Sementara Moore, yang tampil di depan pendukung sendiri, lebih tenang dengan pendekatan konservatif yang jarang membuat kesalahan.

Strategi itulah yang mereka bawa sejak tee pertama. Dalam format better ball, keduanya tidak perlu sama-sama tampil sempurna di setiap hole — cukup satu yang mencatat skor terbaik. Pembagian peran itu berjalan mulus: ketika Parathakorn meleset dari green, Moore muncul dengan pukulan penyelamat; ketika Moore terjebak di bunker, Parathakorn yang melepas pukulan panjang menuju posisi ideal. Hasilnya, kartu mereka hanya sekali mencatat bogey sepanjang tiga ronde.

Analisis Ronde Penentu

Ronde terakhir adalah panggung ketenangan di tengah tekanan. Memulai hari dengan keunggulan tipis, pasangan ini tidak sekali pun kehilangan ritme. Birdie demi birdie mengalir sejak hole kedua, dan momen puncak terjadi di hole ke-11 ketika Parathakorn melepas pukulan approach yang mendarat tepat di bibir pin, dituntaskan Moore lewat putt untuk birdie ketiga mereka berturut-turut. Penonton di sekitar green langsung bersorak — momentum itu tak pernah mereka lepaskan lagi.

Statistik mencatat total tujuh birdie di ronde penentu, satu eagle di hole ke-7, dan nol bogey. Akurasi pukulan dari fairway menyentuh angka 85 persen, sementara jumlah putt per ronde konsisten di bawah 28 — angka kelas dunia untuk kategori beregu. Penguasaan atas jalannya permainan pun terasa total: mereka memimpin hampir sepanjang 36 hole terakhir dan hanya sekali tertinggal sesaat di ronde pembuka.

Duet Parathakorn–Moore, Kombinasi yang Berbeda

Menariknya, pasangan ini bukan favorit di atas kertas. Parathakorn datang dengan reputasi turnamen Asia Tenggara yang solid, tetapi Moore belum pernah menembus papan atas di ajang sekelas ini. Namun kombinasi pengalaman dan keberanian justru menjadi senjata mereka. Di hole-hole panjang, Parathakorn mengambil risiko; di hole-hole pendek, Moore yang mengatur tempo. Hasilnya, mereka konsisten mencetak skor di bawah par di tiap ronde, termasuk ronde pembuka yang biasanya menjadi titik lemah tim-tim unggulan.

Kemenangan ini juga terasa spesial bagi Moore, yang tampil di depan publik sendiri. Sorakan suporter mengiringi setiap pukulannya, dan ia menjawabnya dengan permainan tanpa cela di lima hole terakhir. Momen paling dramatis terjadi di hole ke-17 ketika putt birdie miliknya sempat berputar di tepi lubang sebelum akhirnya masuk — momen yang disambut lambaian tangan penuh syukur ke arah tribune.

"Kami tidak mengejar angka, kami hanya fokus satu pukulan demi satu pukulan. Komunikasi di atas lapangan adalah kunci kami," ujar Moore usai mengangkat trofi.

Pesta di Clubhouse dan Arti Gelar Ini

Saat trofi diangkat di depan clubhouse, perayaan berlangsung sederhana namun hangat. Rekan-rekan pro, amatir, hingga panitia larut dalam suasana kemenangan yang memang pantas mereka raih. Bagi Moore, gelar ini adalah titik balik kariernya di kancah internasional; bagi Parathakorn, ini mempertegas posisinya sebagai salah satu pegolf Thailand yang layak diperhitungkan di sirkuit Asia.

The Indonesia Pro-Am 2026 sendiri berjalan dengan standar tinggi. Lapangan disiapkan dalam kondisi terbaik, cuaca bersahabat sepanjang pekan, dan persaingan di klasemen beregu berlangsung ketat hingga ronde kedua. Namun pada akhirnya, hanya satu nama yang tercetak di puncak: Parathakorn Suyasri dan Luke Evan Moore — juara beregu yang membuktikan bahwa perpaduan dua gaya berbeda bisa menghasilkan satu permainan yang nyaris sempurna.

Dengan trofi di tangan dan kepercayaan diri yang naik, tantangan berikutnya menunggu. Sirkuit profesional Asia tengah membuka pintu, dan nama-nama seperti Parathakorn serta Moore kini masuk dalam radar. Untuk kali ini, mereka sudah menuliskan cerita terbaik di turnamen — dan kami menantikan babak berikutnya dari duet yang lahir di fairway The Indonesia Pro-Am 2026 ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User