Gol Menit ke-90! Real Madrid Rampas Kemenangan Dramatis dari Espanyol

Espanyol 1-2 Real Madrid. Skor akhir itu baru tercipta ketika waktu normal tinggal hitungan detik. Di hadapan puluhan ribu suporter sendiri di RCDE Stadium, Espanyol dipaksa menelan kepahitan setelah ...

Gol Menit ke-90! Real Madrid Rampas Kemenangan Dramatis dari Espanyol

Espanyol 1-2 Real Madrid. Skor akhir itu baru tercipta ketika waktu normal tinggal hitungan detik. Di hadapan puluhan ribu suporter sendiri di RCDE Stadium, Espanyol dipaksa menelan kepahitan setelah gol kemenangan Los Blancos lahir tepat pada menit ke-90, Minggu (23/8) dini hari WIB. Laga lanjutan La Liga ini menjadi bukti bahwa tim tamu tidak pernah berhenti percaya hingga peluit panjang berbunyi.

Pelatih Real Madrid menurunkan starting XI terbaiknya dengan formasi 4-3-3. Vinicius Junior dan Kylian Mbappe mengawal lini serang, sementara lini tengah diisi trio pengatur tempo yang bertugas meruntuhkan pertahanan lawan. Espanyol menjawab dengan formasi 4-4-2 rapat, siap bermain blok rendah dan mencari celah lewat serangan balik cepat serta bola mati.

Babak Pertama: Kejutan dari Tuan Rumah

Justru tuan rumah yang lebih dulu mengancam. Menit ke-9, umpan matang dari sisi kanan dibaca cepat oleh kapten Espanyol, namun sepakan first-time-nya masih melebar di sisi kiri gawang Thibaut Courtois. Real Madrid merespons dengan meningkatkan intensitas — menit ke-17, statistik penguasaan bola sudah menunjukkan angka 60 persen untuk tim tamu.

Tekad Espanyol akhirnya terbayar pada menit ke-34. Sepak pojok dari sisi kiri disambut sundulan keras Javi Puado di kotak penalti. Bola melesat melewati hujungan pemain dan Courtois hanya bisa mematung. RCDE Stadium meledak. 1-0 untuk tuan rumah.

Real Madrid nyaris langsung membalas. Menit ke-38, Mbappe melepaskan tembakan dari luar kotak yang ditepis kiper Espanyol dengan susah payah. Menit ke-44, bola sempat masuk ke gawang tuan rumah lewat gerakan cerdik sang striker Prancis, namun bendera offside ditegakkan asisten wasit dan gol dianulir. Menit ke-42, kartu kuning turun untuk gelandang bertahan Madrid atas pelanggaran taktik. Babak pertama ditutup 1-0; shots on target tercatat 3-2 untuk Espanyol — angka yang jelas tidak mencerminkan dominasi bola Los Blancos.

Babak Kedua: Tekanan Membangun, Jawaban Datang

Skuad tamu keluar dari ruang ganti dengan wajah berbeda. Ritme serangan dinaikkan, lini belakang Espanyol semakin tertekan mundur. Menit ke-52, peluang emas datang lewat sundulan Jude Bellingham dari sepak pojok, tapi bola membentur mistin. Menit ke-56, VAR sempat meninjau potensi handball di kotak penalti Espanyol — penalti tidak diberikan, dan keputusan itu menyulut protes keras pemain Madrid.

Tekanan itu akhirnya cair menjadi gol pada menit ke-61. Bellingham memotong jalannya bola di tengah lapangan, lalu mengirim umpan terobosan yang membelah dua bek tengah tuan rumah. Mbappe melakukan kontrol satu sentuhan sebelum menyelesaikan dengan sepakan tenang melewati kiper yang sudah terlanjur maju. Skor berubah 1-1, dan momentum kini benar-benar berpihak pada tim tamu.

Masuk menit ke-70, penguasaan bola Real Madrid melonjak ke 65 persen. Espanyol nyaris tak bisa keluar dari wilayah sendiri. Menit ke-78, pelatih tuan rumah melakukan rotasi guna menyegarkan lini tengah, sementara Madrid menambah amunisi ofensif. Menit ke-84, kiper Espanyol tampil sebagai pahlawan sesaat: dua penyelamatan beruntun dalam satu aksi menepis tembakan Vinicius dan bola rebound Rodrygo.

Menit ke-90: Drama yang Tak Terlupakan

Ketika papan tambahan waktu ditegakkan, banyak yang menyangka laga akan berakhir imbang. Salah besar. Menit ke-90, Rodrygo mengambil bola di sisi kanan, mengetel masuk, lalu mengirim umpan silang rendah ke arah kotak penalti. Vinicius Junior menyambut dengan sepakan first-time yang menusuk sudut jauh. Gol! 2-1 untuk Real Madrid pada menit paling dramatis.

Espanyol sempat memprotes karena ada pemain mereka tergeletak saat gol tercipta, namun wasit tetap mengesahkan skor. Sisa waktu tambahan hanya cukup untuk satu tendangan bebas yang melayang jauh di atas mistin. Peluit panjang berbunyi, dan para pemain Madrid berlomba merayakan di depan tribune suporter yang datang dari ibu kota.

Cerita Angka: Dominasi yang Akhirnya Terbayar

Data pertandingan mencerminkan alurnya. Real Madrid mencatat penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen milik tuan rumah, dengan total 19 percobaan tendangan dan 9 shots on target. Espanyol hanya melepaskan 7 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Akurasi passing tim tamu mencapai 91 persen, bukti bagaimana mereka menggerus lawan lewat perputaran bola cepat di sepertiga akhir.

Vinicius Junior layak dinobatkan sebagai bintang malam: satu gol, dribel sukses terbanyak, dan terus-menerus menjadi mimpi buruk bek kanan Espanyol. Mbappe menambah daftar golnya dengan penyelesaian yang dingin, sementara Bellingham mencatat satu assist plus jumlah sentuhan tertinggi di lini tengah.

'Kami tidak pernah panik,' ujar pelatih Real Madrid usai laga. 'Tim ini punya karakter. Kami tahu peluang akan datang jika terus bermain sabar, dan anak-anak membuktikannya sampai menit terakhir.'

Kemenangan ini membawa Real Madrid pulang dengan tiga poin penuh, sementara Espanyol harus puas berjuang tanpa hasil meski tampil berani. Bagi Los Blancos, cara menang seperti ini — lahir di menit ke-90 — kerap menjadi bahan bakar mental yang berharga untuk musim panjang ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User