Kemensos Berikan Kaki Palsu untuk Korban Gigitan Buaya di Gowa

Gowa, Beritainti.com – Suasana penuh haru menyelimuti kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Gowa. Salah satu momen yang paling menyita perh

Jul 08, 2026 - 00:11
0 0
Kemensos Berikan Kaki Palsu untuk Korban Gigitan Buaya di Gowa

Gowa, Beritainti.com – Suasana penuh haru menyelimuti kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Gowa. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah ketika Rendi (53), warga Desa Lassa-Lassa, menerima bantuan kaki palsu yang telah lama ia impikan. Raut wajah pria paruh baya itu berubah menjadi campuran antara syukur dan tangis haru saat alat bantu tersebut dipasangkan di kaki kirinya yang telah diamputasi.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, musibah yang menimpa Rendi terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada tahun 2015. Kala itu, ia tengah bekerja di Malaysia sebagai buruh perkebunan. Nasib nahas menimpanya ketika seekor buaya tiba-tiba menerkam kakinya saat ia sedang beraktivitas di sekitar sungai. Serangan buas itu mengakibatkan luka yang sangat parah sehingga tim medis terpaksa melakukan amputasi pada salah satu kakinya demi menyelamatkan nyawa. Sejak saat itu, Rendi harus berjuang menghadapi keterbatasan fisik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya di kampung halaman.

Kembalinya Asa untuk Melangkah

Kehilangan satu kaki bukan sekadar kehilangan anggota tubuh, melainkan juga merenggut sebagian besar kemandirian Rendi. Selama bertahun-tahun ia hanya bisa bergantung pada bantuan orang lain untuk bergerak dan bekerja. Namun, keikutsertaan dalam program Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar Kemensos seolah menjadi titik balik dalam hidupnya. Kaki palsu yang diterimanya diharapkan mampu membuka jalan bagi Rendi untuk kembali produktif dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada orang lain.

“Saya sangat bersyukur dan tidak sanggup berkata-kata. Bertahun-tahun saya hanya bisa membayangkan bisa melangkah normal lagi. Sekarang, berkat bantuan ini, saya punya harapan baru untuk masa depan keluarga saya,” ujar Rendi penuh haru saat diwawancarai awak media kami di lokasi kegiatan.

Dengan kaki palsu tersebut, Rendi mengaku termotivasi untuk kembali ke sawah dan kebun, serta melakukan aktivitas yang sebelumnya sulit ia jalani. Baginya, alat bantu ini bukan hanya berfungsi secara medis, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan mental setelah belasan tahun hidup dalam keterbatasan. Ia pun bertekad untuk segera beradaptasi agar dapat berjalan dengan lebih mantap dan memulai usaha kecil-kecilan untuk menopang ekonomi rumah tangganya.

Kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi ini sendiri merupakan salah satu program unggulan Kemensos untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok tanah air. Penyaluran kaki palsu kepada korban kecelakaan kerja dan korban musibah menjadi salah satu fokus utama, selain pemberian bantuan modal usaha dan layanan kesehatan gratis. Kehadiran pemerintah melalui Kemensos di Gowa ini pun diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak warga yang memerlukan uluran tangan, sehingga mereka bisa kembali bangkit dan menjalani hidup dengan penuh kemandirian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User