Kemenkes: Penyelidikan Kematian Calon Dokter Spesialis di RSUP Kandou Libatkan Aparat
Jakarta, Beritainti.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa proses investigasi terkait meninggalnya seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RSUP Prof
Jakarta, Beritainti.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa proses investigasi terkait meninggalnya seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RSUP Prof Dr R D Kandou akan turut melibatkan aparat penegak hukum (APH). Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan ketuntasan dalam mengusut insiden yang menjadi sorotan publik tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kejadian nahas ini langsung menjadi perhatian serius dari jajaran pimpinan Kementerian Kesehatan. Pemerintah melalui Kemenkes tidak hanya menyampaikan belasungkawa, namun juga bergerak cepat dengan menginstruksikan penghentian sementara seluruh kegiatan pembelajaran bagi peserta PPDS Anestesi di rumah sakit vertikal tersebut.
Penghentian Kegiatan dan Investigasi Menyeluruh
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, memberikan keterangan resmi bahwa kebijakan penghentian sementara ini diambil sembari menunggu hasil penyelidikan yang kredibel. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di lingkungan pendidikan kedokteran spesialis.
"Iya, ini sudah menjadi perhatian kami. Kami sudah minta di-stop dan dilakukan penyelidikan dengan melibatkan APH," kata Azhar Jaya saat dihubungi media kami, Selasa (7/7/2026).
Kemenkes menegaskan bahwa keterlibatan APH dimaksudkan agar investigasi berjalan objektif dan tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUP Kandou dan kepolisian setempat tengah melakukan pendalaman kronologis, termasuk memeriksa sejumlah pihak yang bertanggung jawab selama proses pendidikan berlangsung.
Heniatur Insiden ini menambah daftar panjang evaluasi terhadap sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia. Kemenkes berjanji akan menyampaikan temuan investigasi secara terbuka kepada publik begitu proses penyelidikan tuntas dilaksanakan oleh tim gabungan.
Comments (0)