Kartu Merah Cristian Romero Warnai Kekalahan Tottenham dari Manchester United

Manchester, Inggris – Langit Old Trafford menyaksikan momen yang mungkin akan terus menghantui perjalanan Tottenham Hotspur musim ini. The Lilywhites harus pulang dengan kepala tertunduk setelah tak...

Jul 28, 2026 - 07:03
0 0
Kartu Merah Cristian Romero Warnai Kekalahan Tottenham dari Manchester United

Manchester, Inggris – Langit Old Trafford menyaksikan momen yang mungkin akan terus menghantui perjalanan Tottenham Hotspur musim ini. The Lilywhites harus pulang dengan kepala tertunduk setelah takluk 2-0 dari Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (7/2/2026). Namun, narasi utama laga bukan semata hasil akhir, melainkan kartu merah kontroversial yang diterima bek tengah andalan Spurs, Cristian Romero, yang mengubah total keseimbangan permainan.

Sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit Simon Hooper, kedua tim menampilkan intensitas tinggi. Tottenham yang datang dengan formasi 4-2-3-1 sebenarnya mampu mengimbangi tekanan di Theatre of Dreams hingga 20 menit pertama. Penguasaan bola hampir seimbang, 48 persen untuk Spurs berbanding 52 persen milik United. Namun, titik balik terjadi di menit ke-38.

Berawal dari serangan balik cepat Manchester United yang digalang Bruno Fernandes, bola liar mengarah ke Rasmus Højlund di sepertiga akhir lapangan. Romero, yang dikenal dengan gaya bertahan agresif ala Argentina, meluncur dengan kaki kanan terangkat untuk memenangkan bola. Wasit Hooper sempat mengeluarkan kartu kuning, namun intervensi VAR meminta tinjauan ulang di monitor lapangan. Setelah menonton tayangan ulang selama 90 detik, Hooper membatalkan keputusan awal dan mencabut kartu merah. Romero pun berjalan keluar lapangan dengan ekspresi frustrasi, disambut ejekan dari Stretford End.

Kronologi Insiden yang Memantik Kontroversi

Tayangan ulang menunjukkan bagian telapak sepatu Romero mengenai tepat di atas pergelangan kaki kiri Højlund dengan kecepatan tinggi. Dalam Laws of the Game, kontak semacam itu dapat dikategorikan sebagai serious foul play yang berpotensi membahayakan lawan. Meskipun Romero terlihat berusaha menarik kakinya di detik terakhir, panel VAR yang dipimpin David Coote menilai intensitas serta titik kontak memenuhi syarat kartu merah langsung. Keputusan ini sontak menuai protes dari kubu Spurs, terutama James Maddison dan kapten Son Heung-min yang terlibat diskusi panas dengan Hooper selama hampir dua menit.

Data statistik memperlihatkan sebelum insiden, Tottenham mencatatkan tiga tembakan mengarah ke gawang dan membangun expected goals (xG) 0,31. Namun, setelah bermain dengan 10 orang, kreativitas Spurs langsung melemah.

Statistik Kunci yang Menceritakan Dominasi United

Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Manchester United asuhan Rúben Amorim secara sistematis mengubah peta kekuatan. Berikut data akhir yang mencerminkan superioritas Setan Merah: penguasaan bola 58% – 42%, total tembakan 19 – 5, tembakan tepat sasaran 8 – 2, dan xG 2,74 – 0,27. Gol pertama lahir di menit ke-52 melalui titik penalti setelah Yves Bissouma dianggap handball di kotak terlarang. Marcus Rashford yang menjadi eksekutor menenangkan diri dan melepaskan tendangan rendah ke pojok kiri bawah, tak terjangkau Guglielmo Vicario. Skor menjadi 1-0.

Gol kedua datang dari aksi individu Alejandro Garnacho di menit ke-74. Memanfaatkan kelengahan bek pengganti Radu Drăgușin yang masuk menggantikan posisi Romero, Garnacho menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di tiang jauh. Data mencatat, setelah kartu merah, Spurs hanya mampu menciptakan dua tembakan spekulatif dan tidak satu pun mengancam gawang André Onana.

Respons Pelatih: Antara Kekecewaan dan Penerimaan

Manajer Tottenham, Ange Postecoglou, dalam konferensi pers usai laga tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya.

“Saya rasa ini tekel 50-50. Cristian sudah berusaha menarik kakinya. VAR mungkin melihat momen beku yang terlihat lebih buruk daripada kenyataannya. Namun, kami harus menerima keputusan itu. Yang mengecewakan, kami tidak punya peluang mengontrol pertandingan setelahnya,”
ujarnya dengan nada datar. Postecoglou juga menyoroti pentingnya Romero bagi struktur pertahanan tim yang baru kebobolan rata-rata 1,1 gol per laga sebelum pekan ini.

Di kubu tuan rumah, Amorim justru memuji disiplin anak asuhnya.

“Kartu merah tentu membantu, tapi Anda tetap harus memanfaatkan keunggulan itu. Para pemain menunjukkan kesabaran. Rashford bekerja keras, Garnacho tampil hidup. Tiga poin penting dalam perebutan zona Liga Champions,”
tegas pelatih asal Portugal itu.

Kartu merah ini menjadi yang ketiga bagi Romero sepanjang 195 penampilan di Premier League, namun yang pertama di bawah kepemimpinan Postecoglou. Absennya sang bek tengah pada laga berikutnya akan menjadi pukulan telak bagi Spurs yang tengah berjuang menjaga asa finis di empat besar. Sementara itu, sorotan kembali tertuju pada implementasi VAR yang dalam tiga musim terakhir telah menghasilkan 12 tinjauan ulang kartu merah di Old Trafford, angka tertinggi dibanding stadion lain di Inggris.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User