Karhutla Bromo Mengganas, Kobaran Api Hanguskan Bukit Teletubbies dan Menuju Malang

Kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang eskalatif.

Sep 13, 2026 - 11:27
0 0
Karhutla Bromo Mengganas, Kobaran Api Hanguskan Bukit Teletubbies dan Menuju Malang

Kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang eskalatif. Kobaran api yang dipicu kombinasi vegetasi kering dan hembusan angin kencang dilaporkan kian sulit dikendalikan hingga melahap kawasan savana ikonik Lembah Watangan atau yang populer dikenal sebagai Bukit Teletubbies.

Peristiwa kebakaran ini tidak hanya merusak bentang alam di sisi Kabupaten Probolinggo, namun titik api terpantau terus bergerak merembet menuju kawasan administratif Kabupaten Malang. Situasi darurat ini menuntut pengerahan tim gabungan untuk menahan laju degradasi ekosistem pegunungan yang sangat rentan.

Kronologi dan Eskalasi Pergerakan Titik Api

Berdasarkan laporan lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, rambatan api menunjukkan pola pergerakan yang sangat dinamis akibat faktor meteorologis. Berikut adalah linimasa eskalasi kebakaran di kawasan TNBTS:

  1. Deteksi Titik Awal: Titik api mulai teridentifikasi pada area vegetasi kering di sekitar perbatasan kawasan TNBTS sebelum meluas ke area padang rumput savana.
  2. Penetrasi ke Lembah Watangan: Angin kencang mendorong kobaran api masuk ke area Bukit Teletubbies dan melalap habis hamparan rumput kering dalam waktu singkat.
  3. Pergerakan Menuju Malang: Titik api terpecah ke dua arah utama dan mulai bergerak menyusuri punggung bukit ke arah barat menuju batas wilayah Kabupaten Malang.
"Api sudah membakar Lembah Watangan. Dan pergerakan api saat ini terpantau terus mengarah ke Malang. Kondisi angin kencang menyebabkan api menyebar sangat cepat ke dua arah sekaligus," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.

Tantangan Pemadaman: Medan Ekstrem dan Hambatan Udara

Upaya pemadaman manual yang dilakukan oleh personel gabungan menghadapi hambatan struktural yang berat. Topografi kaldera Bromo yang terdiri dari lereng terjal dan jurang curam membatasi aksesibilitas armada darat pemadam kebakaran. Petugas di lapangan terpaksa mengandalkan teknik sekat bakar serta pemadaman tradisional (gepyok) guna memutus bahan bakar vegetasi.

Selain faktor topografi, kendala cuaca juga membayangi operasi pemadaman dari udara:

  • Kabut Tebal: Kemunculan kabut pekat di kawasan pegunungan memperpendek jarak pandang pilot dan menyulitkan identifikasi presisi kepala api.
  • Risiko Operasi Water Bombing: Turbulensi angin gunung serta visibilitas rendah menghambat efektivitas pengerahan helikopter untuk operasi pengeboman air (water bombing).
  • Kelembapan Rendah: Tingkat kekeringan serasah dan rumput liar mempercepat waktu pembakaran, sehingga bara api kecil mudah terpercik kembali menjadi kobaran besar.

Dampak Ekologis dan Evaluasi Keamanan Kawasan

Secara analitis, kebakaran di kawasan TNBTS menimbulkan risiko ganda berupa ancaman kepunahan keanekaragaman hayati lokal serta lumpuhnya roda ekonomi pariwisata. Lapisan tanah di kawasan savana yang terbakar berpotensi mengalami erosi saat musim penghujan tiba, sementara hilangnya tutupan vegetasi mengancam habitat satwa endemik.

Pemerintah lintas sektor dan pengelola balai besar TNBTS kini meningkatkan status kewaspadaan dengan memperketat jalur masuk wisatawan dan memperkuat koordinasi antar-BPBD di wilayah Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang guna mencegah api meluas ke permukiman warga terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User