Mahasiswa UINSA Surabaya Gelar Aksi Tolak Wacana Rektor Tiga Periode
Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan kampus kembali mencuat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ratusan mahasiswa yang terg
Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan kampus kembali mencuat di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi unjuk rasa terpusat di depan gedung rektorat. Aksi massa ini menyoroti kepemimpinan Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, sekaligus menolak keras wacana perpanjangan masa jabatan hingga tiga periode.
Gerakan protes tersebut tidak hanya menyoroti aspek suksesi kepemimpinan, melainkan menjadi akumulasi dari berbagai persoalan struktural tata kelola kampus yang dinilai merugikan mahasiswa secara langsung. Mulai dari beban biaya pendidikan hingga hak-hak fasilitas dasar mahasiswa yang belum terpenuhi menjadi pemantik eskalasi gerakan.
Kronologi Aksi dan Dinamika Lapangan
Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan dengan penjagaan ketat. Berdasarkan pemantauan di lokasi, dinamika unjuk rasa berlangsung melalui beberapa tahapan eskalasi:
- Pukul 09.00 WIB — Konsolidasi Massa: Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul di titik temu utama kampus sebelum melakukan long march menuju Gedung Rektorat Tower Teungku Ismail Yakub.
- Pukul 10.30 WIB — Orasi Terbuka dan Pembacaan Risalah Tuntutan: Massa aksi memadati halaman rektorat dengan membawa spanduk bernada kritik tajam terhadap kebijakan manajerial kampus dan transparansi anggaran.
- Pukul 13.00 WIB — Desakan Dialog Terbuka: Perwakilan mahasiswa menuntut jajaran pimpinan universitas untuk menemui massa dan menandatangani pakta integritas penyelesaian sengketa tata kelola kampus.
"Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan kolektif atas kemunduran iklim demokrasi kampus serta ketidakmampuan birokrasi dalam menjamin hak-hak mendasar mahasiswa yang telah membayar kewajibannya," tegas salah satu orator dalam orasinya di depan gedung rektorat.
Tiga Isu Kritis Pemicu Protes Mahasiswa
Dalam rilis kajian yang dibagikan oleh massa aksi, terdapat setidaknya tiga poin krusial yang menjadi dasar gugatan terhadap kepemimpinan rektorat saat ini:
- Penolakan Jabatan Rektor Tiga Periode: Mahasiswa menilai perpanjangan masa jabatan mencederai prinsip regenerasi kepemimpinan dan berpotensi melahirkan oligarki birokrasi di lingkungan akademik.
- Tingginya Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT): Kebijakan penetapan kelompok UKT dinilai tidak proporsional dan memberatkan mahasiswa dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah tanpa adanya transparansi alokasi subsidi silang.
- Distribusi Fasilitas Dasar dan Jas Almamater: Mahasiswa angkatan baru hingga semester lanjutan mengeluhkan keterlambatan distribusi jas almamater serta minimnya transparansi pengelolaan dana kegiatan kemahasiswaan.
Tuntutan Akuntabilitas dan Reformasi Tata Kelola PTKIN
Secara analitis, polemik di UINSA Surabaya merefleksikan tantangan yang lebih luas dalam tata kelola perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kenaikan biaya operasional pendidikan tinggi kerap kali tidak diimbangi dengan perbaikan kualitas layanan administratif dan transparansi anggaran publik.
Massa aksi menegaskan akan terus mengawal tuntutan ini ke level kementerian terkait apabila pihak rektorat tidak segera memberikan resolusi konkret. Mereka menuntut audit terbuka atas alokasi anggaran kemahasiswaan dan peninjauan ulang seluruh kebijakan pembiayaan kampus demi memulihkan integritas institusi pendidikan.
Comments (0)