Kane Cetak Gol Krusial, Inggris Singkirkan Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 sudah terpampang di papan skor MetLife Stadium saat peluit panjang berbunyi. Inggris mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Republik Demo...

Jul 28, 2026 - 07:03
0 0
Kane Cetak Gol Krusial, Inggris Singkirkan Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 sudah terpampang di papan skor MetLife Stadium saat peluit panjang berbunyi. Inggris mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Republik Demokratik Kongo. Namun sorotan utama tetap tertuju pada sang kapten, Harry Kane, yang membuka keran gol sekaligus memecah kebuntuan lewat penyelesaian klinis khas predator kotak penalti. Striker Bayern Munich itu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-41, memanfaatkan umpan terukur dari Jude Bellingham yang menusuk dari lini kedua.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Inggris yang nyaris absolut. Penguasaan bola mencapai 67% berbanding 33%, dengan total 18 tembakan dilepaskan, delapan di antaranya tepat sasaran. Kongo hanya mampu mencatatkan dua shots on target sepanjang 90 menit, itupun tidak benar-benar mengancam gawang Aaron Ramsdale. Formasi 4-2-3-1 andalan Gareth Southgate bekerja efektif sejak menit awal, menekan tinggi dan memaksa wakil Afrika itu bermain di wilayah sendiri.

Proses Gol Pembuka: Kerja Sama Apik Bellingham-Kane

Menit ke-41 menjadi titik balik pertandingan. Berawal dari skema build-up play di sisi kiri, Phil Foden melepaskan umpan diagonal ke arah Declan Rice yang kemudian mendistribusikan bola ke Bellingham. Gelandang serbabisa Real Madrid itu melakukan penetrasi dari tengah, melewati dua pemain Kongo, sebelum mengirimkan umpan tarik mendatar ke kotak penalti. Harry Kane, yang sudah membaca arah bola, melepaskan first-touch shot kaki kanan yang bersarang di pojok kiri bawah gawang Lionel Mpasi. Tidak ada peluang bagi kiper Kongo untuk menjangkau bola yang melesat deras itu. Assist tersebut menjadi yang ketiga bagi Bellingham di turnamen ini, menegaskan perannya sebagai kreator utama.

Kongo yang sejak awal memilih pakem 5-4-1 bertahan rapat sebenarnya mampu meredam agresivitas Inggris selama 40 menit pertama. Namun satu celah yang ditinggalkan di half-space dieksploitasi dengan sempurna oleh duo Kane-Bellingham. Gol ini merupakan yang ke-62 bagi Kane bersama Timnas Inggris, semakin mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Three Lions.

Babak Kedua: Kontrol Penuh dan Gol Penutup

Usai turun minum, Kongo sempat mencoba keluar dari tekanan dengan melakukan dua pergantian pemain sekaligus. Yoane Wissa dan Silas Katompa dimasukkan untuk menambah daya gedor. Upaya itu sempat menghasilkan peluang pada menit ke-58 lewat sundulan Cedric Bakambu yang masih melambung tipis di atas mistar. Namun Inggris merespons cepat: hanya berselang empat menit, Bukayo Saka menggandakan keunggulan lewat skema counter attack yang diinisiasi Rice. Saka menusuk dari sisi kanan, memotong ke dalam, dan melepaskan tembakan melengkung yang gagal dibendung Mpasi. Skor 2-0 bertahan hingga akhir.

Statistik individu Kane malam itu sangat impresif: 4 tembakan, 3 tepat sasaran, 2 key passes, dan 92% akurasi operan. Ia tidak hanya berfungsi sebagai finisher, tetapi juga pivot penting dalam link-up play. Kemitraannya dengan Bellingham yang kembali jadi Player of the Match versi FIFA menjadi fondasi serangan Inggris.

"Harry luar biasa. Dia pemimpin kami di depan, selalu berada di momen yang tepat," ujar Southgate dalam konferensi pers pasca-pertandingan. "Kami tahu Kongo akan bertahan disiplin, tapi kualitas individu pemain kami membuat perbedaan malam ini."

Dengan hasil ini, Inggris mempertahankan rekor clean sheet ketiga beruntun di turnamen—setelah fase grup tanpa kebobolan satu gol pun. Lini belakang yang digalang John Stones dan Marc Guehi tampil solid sepanjang 90 menit. Kongo harus pulang dengan kepala tegak setelah berhasil menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, kendati akhirnya takluk di tangan salah satu favorit juara.

Inggris kini menunggu pemenang laga antara Uruguay dan Korea Selatan yang akan bertanding sore waktu setempat. Jika trend positif ini berlanjut, jalan menuju perempat final terbuka lebar. Dan dengan Harry Kane dalam performa tajam seperti ini, tidak ada pertahanan yang pantas merasa aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User