JAKARTA — Sabrina Chairunnisa Hentikan Studi Doktoral, Ini Rincian Biaya Kuliah S3 UI

Langit karier akademik seorang figur publik kembali diwarnai keputusan besar. Selebgram dan istri dari pesohor Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa, secara

Jul 08, 2026 - 14:00
0 0
JAKARTA — Sabrina Chairunnisa Hentikan Studi Doktoral, Ini Rincian Biaya Kuliah S3 UI

Langit karier akademik seorang figur publik kembali diwarnai keputusan besar. Selebgram dan istri dari pesohor Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa, secara resmi mengundururkan diri dari program studi Strata Tiga (S3) Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI). Keputusan ini sontak menyita perhatian publik, tidak hanya karena eksistensinya di media sosial, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar: berapa sebenarnya investasi dana yang ia tinggalkan di kampus berjuluk "Jaket Kuning" tersebut? Dalam narasi yang ia bagikan, mundur dari perjuangan meraih gelar doktor bukanlah sebuah kekalahan yang diambil secara impulsif, melainkan hasil kontemplasi panjang demi menjaga keseimbangan fisik dan mental yang mulai terguncang.

Pertengahan Tiga Tahun: Titik Akhir Perjuangan Sabrina

Kabar pengunduran diri ini menandai berakhirnya periode studi yang sebenarnya sudah memasuki fase krusial. Sabrina memaparkan kronologi perjalanan akademiknya yang penuh liku. Keputusan final ini diambil setelah ia menyelesaikan masa studi selama kurang lebih tiga setengah tahun. Perjalanan tersebut tidak berjalan mulus; ia tercatat sudah tiga kali mengajukan cuti akademik karena berbagai alasan personal. Namun, tekanan di semester-semester akhir yang menuntut riset mendalam membuat skala prioritasnya bergeser.

  1. Fase Awal (2023): Sabrina memulai studi S3 dengan penuh semangat, membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kelas perkuliahan.
  2. Fase Tekanan (2024-2025): Beberapa kali pengajuan izin cuti dilakukan. Transisi dari tahap perkuliahan ke riset (penelitian) menjadi titik balik yang menguras energi secara signifikan.
  3. Fase Final (Mei 2026): Setelah mempertimbangkan gejala kelelahan ekstrem yang mulai berdampak pada kesehatan, Sabrina memutuskan untuk mengakhiri studi dan tidak melanjutkan proses penyusunan disertasi.

Pertengahan Mei 2026: Curhatan di Platform Digital

Keputusan mundur ini dibagikan Sabrina melalui unggahan di platform media sosialnya pada pertengahan Mei 2026. Ia menuliskan untaian kalimat reflektif yang menekankan bahwa "mundur bukan berarti kalah". Dalam unggahannya, Sabrina mengakui bahwa menjadi mahasiswa doktoral sambil mempertahankan eksistensi sebagai figur publik dan ibu rumah tangga adalah salah satu tantangan terberat dalam hidupnya. Ia memilih berdamai dengan keadaan dan menyebut ini sebagai langkah untuk menyelamatkan diri sendiri.

Dari sudut pandang tata kelola universitas, UI sendiri memberlakukan regulasi ketat terkait masa studi dan pengunduran diri. Mahasiswa S3 UI diberikan batas maksimal studi selama 6 tahun (12 semester). Jika mengundurkan diri di tengah jalan, mahasiswa tetap harus menyelesaikan administrasi pemutusan status akademik dan tidak mendapatkan pengembalian biaya kuliah yang telah dibayarkan. Keputusan Sabrina ini secara statistik menambah data tingkat atrisi (drop-out rate) pada jenjang doktoral yang secara umum memang cukup tinggi di Indonesia akibat faktor non-akademik.

Detail Biaya Kuliah yang Hangus

Publik lantas bertanya-tanya, berapa uang yang telah diinvestasikan Sabrina selama menempuh pendidikan tinggi ini? Berdasarkan laporan keuangan dan standar biaya di Universitas Indonesia, berikut estimasi dana yang telah ia keluarkan hingga masa studinya berakhir di tahun ketiga.

Perlu dipahami, sejak tahun 2013 UI menerapkan sistem tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk program reguler, termasuk S3. Namun, bagi mahasiswa yang masuk melalui jalur non-reguler, simak UI, atau mereka yang berkewarganegaraan Indonesia namun tidak termasuk dalam skema UKT, dikenakan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang nominalnya lebih tinggi dan cenderung flat. Sebagai figur publik dengan kemampuan ekonomi di atas rata-rata, besar kemungkinan Sabrina masuk dalam kategori BOP atau UKT golongan tertinggi. Biaya ini belum termasuk dana pendukung riset, pembelian buku, dan uang pangkal masuk.

  1. Biaya Operasional Pendidikan (BOP) S3 Ilmu Komunikasi: Untuk Program Doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jalur non-reguler, biaya per semester bisa mencapai sekitar Rp20.000.000 hingga Rp38.000.000 di tahun ajaran 2023.
  2. Akumulasi Biaya Kuliah Pokok: Dengan asumsi Sabrina telah menempuh 7 semester (3,5 tahun) tanpa menghitung semester cuti yang biasanya tidak dikenakan biaya penuh, total biaya kuliah inti yang telah dibayarkan berkisar antara Rp140.000.000 hingga Rp266.000.000.
  3. Dana Pengembangan & Fasilitas: Di awal masuk, mahasiswa non-reguler biasanya dikenakan Dana Pengembangan Fasilitas Pendidikan (DPFP) atau uang pangkal. Untuk jenjang S3 di FISIP UI, dana ini bisa menyentuh angka Rp20.000.000 hingga Rp50.000.000 yang dibayarkan sekali di awal masuk.

Dengan demikian, total dana yang hangus akibat pengunduran diri tersebut secara konservatif ditaksir menembus angka Rp200 juta. Ini merupakan sunk cost (biaya tertanam) yang tidak bisa kembali, namun dari sisi psikologis, Sabrina menilai pemulihan kesehatan mental jauh lebih bernilai daripada uang materiel. Kasus ini menjadi cerminan bagaimana investasi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya untuk jenjang doktoral di kampus papan atas, memerlukan tidak hanya kesiapan finansial, tetapi juga konsistensi fisik dan psikis yang prima.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User