JAKARTA — AHY Tegaskan Gerakan ASRI Saling Dukung Program 3 Juta Rumah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan adanya sinergi strategis antara

Sep 14, 2026 - 18:47
0 0
JAKARTA — AHY Tegaskan Gerakan ASRI Saling Dukung Program 3 Juta Rumah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan adanya sinergi strategis antara Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resilien, dan Inklusif) dengan program prioritas nasional, yaitu Pembangunan 3 Juta Rumah. Sinergi ini dipandang sebagai kebijakan krusial untuk mengikis angka ketimpangan kepemilikan rumah (backlog) nasional tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan serta mitigasi risiko bencana alam.

Pemerintah menargetkan intervensi masif pada sektor pemukiman demi memastikan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan akses hunian yang layak. Namun, pembangunan secara masif tanpa perencanaan tata ruang yang tepat berisiko memicu masalah ekologis baru. Di sinilah integrasi konsep ASRI menjadi landasan utama agar setiap unit rumah yang dibangun memiliki infrastruktur dasar yang andal, pengelolaan sanitasi yang higienis, serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Sinergi Strategis Mengatasi Backlog Perumahan Nasional

Berdasarkan data Kementerian PKP dan BPS, angka backlog perumahan di Indonesia saat ini masih berada di kisaran 9,9 juta unit. Angka ini menjadi tantangan besar bagi jajaran kementerian di bawah koordinasi Kemenko IPK. Menko AHY menyatakan bahwa penyediaan pemukiman tidak boleh lagi berfokus semata pada pemenuhan target kuantitatif, melainkan harus dibarengi peningkatan kualitas hidup para penghuninya.

"Kita ingin memastikan bahwa penyediaan hunian bagi masyarakat tidak melupakan aspek keselamatan, kesehatan, dan ketahanan kawasan. Gerakan ASRI dan Program 3 Juta Rumah saling mendukung untuk menciptakan ekosistem pemukiman yang berkelanjutan," ujar Menko AHY.

Melalui pendekatan terpadu ini, proyek pemukiman baru diwajibkan memenuhi standar tata ruang hijau, penyediaan pasokan air bersih yang stabil, serta sistem pengelolaan limbah terintegrasi. Hal ini diharapkan mampu mencegah tumbuhnya kawasan kumuh baru di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Tahapan Pelaksanaan dan Strategi Koordinasi Lintas Kementerian

Implementasi kebijakan terintegrasi ini melibatkan sinkronisasi kerja antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Kebijakan dirancang melalui urutan langkah sistematis sebagai berikut:

  1. Inventarisasi dan Penyediaan Lahan: Kementerian ATR/BPN mengidentifikasi tanah terlantar dan pemanfaatan konsesi lahan negara untuk dialokasikan sebagai bank tanah (land bank) pemukiman rakyat.
  2. Penerapan Standardisasi Konstruksi ASRI: Kementerian PU menyusun panduan teknis konstruksi tahan gempa, tata kelola air hujan (drainase porus), dan ruang terbuka hijau kawasan.
  3. Eksekusi Pembangunan Hunian Massal: Kementerian PKP mengoordinasikan pengembang swasta dan BUMN untuk membangun 1 juta unit rumah di kawasan urban serta 2 juta unit di wilayah perdesaan dan pesisir.
  4. Asesmen Kelayakan dan Sertifikasi: Tim gabungan melakukan audit teknis guna memastikan kawasan pemukiman yang rampung telah memenuhi kriteria inklusivitas dan keamanan lingkungan.

Komparasi Fokus Program 3 Juta Rumah dan Konsep ASRI

Untuk memahami bagaimana kedua agenda ini saling melengkapi, tabel berikut menyajikan perbandingan fokus operasional dan keterkaitannya:

Indikator Evaluasi Program 3 Juta Rumah Gerakan ASRI
Fokus Utama Penyediaan volume fisik bangunan untuk MBR Penataan kualitas lingkungan dan ketahanan kawasan
Target Distribusi 1 juta unit kota, 2 juta unit desa/pesisir Kawasan pemukiman ramah lingkungan dan inklusif
Dampak Utama Pengurangan angka backlog hingga 0% secara bertahap Peningkatan akses sanitasi, air bersih, dan ketahanan bencana
Prinsip Pembangunan Pemanfaatan lahan secara optimal dan efisien Infrastruktur hijau dan integrasi tata ruang berkelanjutan

Tantangan Infrastruktur dan Potensi Dampak Ekonomi

Sejumlah analisis pakar tata kota mengindikasikan bahwa kunci sukses penggabungan kedua program ini terletak pada efisiensi eksekusi di lapangan dan kemudahan perizinan daerah. Keterikatan antara hunian murah dan akses transportasi publik menjadi hal mutlak agar kawasan perumahan baru tidak terisolasi dari pusat kegiatan ekonomi.

Menurut pengamat kebijakan publik, "Langkah Kemenko IPK menyinergikan Gerakan ASRI dengan Program 3 Juta Rumah memperlihatkan pergeseran paradigma dari sekadar membangun fisik rumah menjadi membangun kawasan pemukiman yang berdaya saing."

Pengucuran anggaran belanja modal pemerintah yang diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah untuk sektor perumahan ini diprediksi memberikan efek multiplier terhadap lebih dari 180 sektor industri turunan, mulai dari semen, baja, keramik, hingga penyerapan tenaga kerja lokal secara signifikan di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User