Jakarta - Organisasi Pangan Dunia (FAO) merilis proyeksi terbarunya yang menunjukkan bahwa dunia akan mengalami surplus

Asia Jadi Motor Produksi Kenaikan signifikan ini terutama ditopang oleh kinerja apik sejumlah negara produsen utama di Benua Asia. Kondisi cuaca yang mendukung serta peningkatan areal tanam tebu me

Jul 08, 2026 - 06:18
0 0
Jakarta - Organisasi Pangan Dunia (FAO) merilis proyeksi terbarunya yang menunjukkan bahwa dunia akan mengalami surplus

Asia Jadi Motor Produksi

Kenaikan signifikan ini terutama ditopang oleh kinerja apik sejumlah negara produsen utama di Benua Asia. Kondisi cuaca yang mendukung serta peningkatan areal tanam tebu menjadi katalis positif yang mendorong lonjakan hasil panen di kawasan tersebut. Laporan FAO secara spesifik menyoroti sumbangsih besar negara-negara di Asia dalam mendorong ketersediaan gula di pasar global.

"Lonjakan (produksi gula) ini utamanya didorong oleh meningkatnya hasil panen di negara-negara produsen utama di Asia," tulis laporan yang dirilis pada Kamis (19/6) tersebut.

Konsumsi Melemah, Stok Menumpuk

Di sisi lain, tingkat konsumsi gula global justru menunjukkan tren pelandaian. Pergeseran pola konsumsi masyarakat ke arah pola hidup yang lebih sehat, ditambah dengan penggunaan pemanis alternatif di sejumlah industri makanan dan minuman, dipercaya menjadi penyebab melambatnya permintaan. Kombinasi antara produksi yang melejit dan konsumsi yang relatif stagnan atau menurun menciptakan kondisi kelebihan pasokan yang cukup besar.

Para analis menilai kondisi surplus ini berpotensi memberikan tekanan pada harga gula di pasar internasional. Meskipun demikian, situasi ini juga bisa menjadi kabar baik bagi industri pengolahan makanan yang sempat tertekan oleh tingginya biaya bahan baku, karena mereka bisa mendapatkan gula dengan harga yang lebih kompetitif. Dengan stok yang menumpuk, negara-negara importir memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi perdagangan, sementara negara produsen harus mulai memutar otak untuk mengelola limpahan pasokan agar tidak merusak kestabilan harga di tingkat petani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User