Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nakhoda di Selat Sunda Diminta Waspada

Beritainti.com, Lampung Selatan — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu kini berstatus Level III

Jul 08, 2026 - 04:31
0 1
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nakhoda di Selat Sunda Diminta Waspada

Beritainti.com, Lampung Selatan — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu kini berstatus Level III atau Siaga. Menyikapi kondisi tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Lampung Selatan, mengeluarkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh nakhoda kapal yang melintasi Selat Sunda.

Imbauan itu menekankan larangan bagi kapal untuk berlayar atau mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dini terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, saat dikonfirmasi oleh media kami pada Minggu (5/7/2026), menyampaikan peringatan tersebut secara tegas. Ia menjelaskan bahwa aktivitas erupsi yang terjadi dapat memicu berbagai ancaman serius bagi keselamatan pelayaran di kawasan sekitar gunung.

"Seluruh nakhoda juga diminta mewaspadai potensi lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan terhadap keselamatan pelayaran," ujar Suratno.

Peringatan ini dikeluarkan seiring dengan peningkatan status Gunung Anak Krakatau yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang. Erupsi yang terjadi dikhawatirkan tidak hanya menghasilkan abu vulkanik yang dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu sistem navigasi, tetapi juga lontaran material pijar yang berpotensi menghantam kapal-kapal yang berada terlalu dekat dengan pusat erupsi.

KSOP Kelas IV Bakauheni menegaskan bahwa pelarangan memasuki zona radius 5 kilometer dari kawah aktif merupakan langkah wajib yang harus dipatuhi. Para nakhoda diminta untuk selalu memantau informasi terkini dari otoritas terkait dan segera menyesuaikan rute pelayaran jika diperlukan. Pengawasan di sekitar Selat Sunda pun akan diperketat untuk memastikan tidak ada kapal yang melanggar zona yang telah ditentukan.

Gunung Anak Krakatau sendiri merupakan gunung api muda yang tumbuh di tengah kaldera sisa letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Aktivitasnya yang terus berlangsung menjadikan gunung ini sebagai objek pemantauan intensif, terutama karena posisinya yang berada di jalur pelayaran strategis antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kapal yang mengalami masalah akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, kewaspadaan tinggi tetap menjadi prioritas utama guna menghindari risiko yang tidak diinginkan bagi keselamatan pelayaran di Selat Sunda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User