Gempa M 4,7 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut
Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,7 mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada dini hari tadi. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi
Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,7 mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, pada dini hari tadi. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 03.07 Waktu Indonesia Barat (WIB). Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat yang merasakan getaran di beberapa titik di wilayah tersebut.
Dari data yang dihimpun Beritainti.com, gempa berpusat di laut dengan kedalaman dangkal yakni 10 kilometer. Lokasi episenter tepatnya berada pada koordinat 230 kilometer arah Barat Laut dari kota Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut. Kondisi dangkalnya gempa tersebut membuat getaran cukup terasa hingga ke permukaan meskipun episentrum berada di bawah permukaan laut.
"230 km BaratLaut Tahuna-Ke.Sangihe-Sulut," demikian bunyi laporan resmi BMKG yang disampaikan melalui akun media sosial resmi lembaga tersebut.
Hingga saat ini, pihak BMKG belum memberikan informasi mengenai adanya aktivitas gempa susulan yang berpotensi menyusul. Namun demikian, masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya tetap dihimbau untuk tetap waspada serta memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang. Gempa yang berpusat di laut memang kerap kali menjadi perhatian khusus, terlebih jika memiliki kedalaman dangkal yang bisa berpotensi memicu gelombang lokal.
Media kami terus memantau perkembangan situasi pascagempa ini. Belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa yang dikonfirmasi akibat kejadian gempa magnitudo 4,7 tersebut. Tim tanggap darurat setempat dilaporkan masih dalam kondisi siaga untuk memastikan keselamatan warga di wilayah pesisir dan daratan Kepulauan Sangihe.
Warga diminta untuk tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu mengacu pada informasi yang disampaikan BMKG atau instansi terkait lainnya. Indonesia memang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif yang menjadikan wilayah ini rentan terhadap aktivitas seismik, termasuk di kawasan Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Comments (0)