Fajar/Fikri ke Final Denmark Open 2025 Usai Jinakkan Liang/Wang

Langkah impresif Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Denmark Open 2025 berlanjut. Ganda putra Indonesia itu sukses merebut tiket final setelah menekuk unggulan asal China, Liang Wei Keng/Wang Chan...

Jul 28, 2026 - 06:47
0 0
Fajar/Fikri ke Final Denmark Open 2025 Usai Jinakkan Liang/Wang

Langkah impresif Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Denmark Open 2025 berlanjut. Ganda putra Indonesia itu sukses merebut tiket final setelah menekuk unggulan asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam duel semifinal yang digelar di Jyske Bank Arena, Sabtu (18/10). Dalam tempo 42 menit, pasangan anyar ini menang dua gim langsung dengan skor 21-16, 22-20 — mengonfirmasi status mereka sebagai kandidat kuat juara turnamen BWF World Tour Super 750 ini.

Hasil ini kian menegaskan betapa cepatnya chemistry Fajar dan Fikri terbentuk sejak dipasangkan awal musim 2025. Keduanya menampilkan permainan agresif khas ganda putra Indonesia yang dipadu rotasi bertahan solid, membuat sang lawan yang merupakan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 itu kehilangan banyak momen krusial.

Gim Pertama: Dominasi Sejak Servis Awal

Fajar/Fikri langsung tancap gas. Pola servis pendek yang diikuti tekanan di depan net membuat Liang/Wang sulit mengembangkan permainan cepat mereka. Dalam lima menit pertama, pasangan Indonesia sudah memimpin 6-2. Smes keras Fikri dari sisi kanan berulang kali gagal dikembalikan sempurna, sementara Fajar dengan cekatan memotong shuttlecock di depan net.

Keunggulan terus melebar hingga interval gim pertama, 11-5. Liang/Wang mencoba mengubah irama dengan bola-bola panjang ke baseline, namun pengembalian Fajar yang akurat dan pukulan dropshot Fikri justru menciptakan celah-celah kosong di area pertahanan China. Skor akhir gim pembuka 21-16 menjadi bukti efektivitas strategi menekan sejak awal reli.

Gim Kedua: Drama di Angka Kritis

Berbeda dengan gim pertama, gim kedua berjalan lebih ketat. Liang/Wang bangkit dan beberapa kali menyamakan skor. Pertarungan sengit terjadi di sela rally panjang yang menguras stamina. Pasangan China itu mulai menemukan ritme serangan baliknya, terutama lewat smes menyilang Wang Chang dari sisi kiri.

Pada kedudukan 16-16, Fajar/Fikri nyaris kehilangan momentum akibat kesalahan sendiri di depan net. Namun ketenangan Fajar dalam membaca permainan menjadi pembeda. Sebuah drive panjang yang menyasar sudut lapangan memaksa lawan melakukan pengembalian tanggung, yang langsung dihukum Fikri dengan smes keras menembus pertahanan. Indonesia merebut match point pertama di angka 20-19, namun Liang/Wang menyamakan kedudukan menjadi 20-20 berkat blok cemerlang di depan net.

Dua poin krusial berikutnya menjadi penentu. Fajar mengirim servis rendah yang langsung diserang Wang, tetapi reflex Fikri di depan net berhasil mengembalikan shuttlecock ke area kosong. Skor berubah 21-20. Pada poin terakhir, rally panjang 38 pukulan diakhiri dengan dropshot tipis Fajar yang tak mampu dijangkau Liang. Gim kedua ditutup 22-20 dan kemenangan pun dipastikan.

Kunci Kemenangan: Agresivitas dan Minim Kesalahan

Secara statistik, Fajar/Fikri unggul dalam dua aspek krusial: smes bersih dan unforced error. Dari total 58 smes yang dilepaskan, 23 di antaranya menghasilkan poin langsung, sementara Liang/Wang hanya membukukan 15 poin dari 49 percobaan. Selain itu, pasangan Indonesia hanya melakukan 9 unforced error sepanjang pertandingan, kontras dengan 17 kesalahan sendiri yang dibuat lawannya.

Rotasi posisi Fajar dan Fikri juga berjalan mulus. Saat Fajar naik ke depan net, Fikri sigap mengisi baseline dan sebaliknya. Hal ini membuat pertahanan mereka sulit ditembus. Penguasaan bola dalam rally panjang menunjukkan karakter permainan sabar namun tetap berorientasi serangan. Pola inilah yang akan menjadi senjata utama mereka di laga puncak.

Komentar Usai Laga: Fokus ke Final

“Kami tidak mau terlalu memikirkan siapa lawan, yang penting kami bisa mengeluarkan permainan terbaik. Dari awal pertandingan kami sudah siap dengan strategi menekan mereka di depan net,” ujar Fajar Alfian singkat usai laga. Sementara Muhammad Shohibul Fikri menambahkan, “Kuncinya adalah komunikasi. Kami saling mengingatkan untuk tetap tenang, terutama saat poin-poin kritis di akhir gim kedua tadi.”

Jalan Panjang Menuju Partai Puncak

Fajar/Fikri bukanlah unggulan utama di turnamen ini, namun perjalanan mereka layak diacungi jempol. Pada babak 32 besar, mereka mengalahkan ganda Malaysia Nur Izzuddin/Goh S Fei dengan rubber gim menegangkan. Babak 16 besar dan perempat final juga dilewati dengan meyakinkan, masing-masing menyingkirkan pasangan Jepang Hoki/Kobayashi dan unggulan keempat asal Korea Selatan Kang/Seo tanpa kehilangan satu gim pun. Rentetan kemenangan ini menunjukkan betapa konsistennya performa mereka sepanjang pekan.

Kemenangan atas Liang/Wang menjadi puncak kepercayaan diri, mengingat pasangan China itu adalah salah satu ganda putra paling dominan sepanjang 2024-2025. Keberhasilan mendikte pertandingan sejak awal menjadi sinyal bahaya bagi calon lawan di final.

Final: Kesempatan Emas Ukir Sejarah

Di babak final yang akan berlangsung Minggu (19/10), Fajar/Fikri akan menanti pemenang antara ganda Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dan wakil India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Kedua pasangan itu sama-sama memiliki keunggulan masing-masing. Astrup/Rasmussen akan mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah, sedangkan Rankireddy/Shetty dikenal sebagai spesialis turnamen super series.

Apapun lawannya nanti, Fajar/Fikri telah membuktikan bahwa duet baru ini bukan sekadar eksperimen, melainkan pasangan dengan potensi juara. Jika mampu mempertahankan pola permainan agresif dan minim kesalahan seperti di semifinal, trofi Denmark Open 2025 sangat mungkin dibawa pulang ke Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User