Ekonomi Desa Didorong Lebih Mandiri, Begini Caranya
Jakarta - Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) resmi mengukuhkan dan melantik jajaran Srikandi Jaga Desa pada Jumat (3/7). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat fondasi so
Jakarta - Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) resmi mengukuhkan dan melantik jajaran Srikandi Jaga Desa pada Jumat (3/7). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat fondasi sosial dan ekonomi di seluruh pedesaan Indonesia. Organisasi sayap perempuan ini hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk melibatkan lebih banyak kaum hawa dalam menjaga ruang hidup desa, membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, serta mengakselerasi pergerakan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor UMKM.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, pembentukan Srikandi Jaga Desa bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah gerakan konkret untuk menempatkan perempuan sebagai aktor utama dalam pembangunan desa. Program-program yang akan dijalankan mencakup pengawasan ketat terhadap kebijakan desa, pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal, serta pendampingan bagi para ibu dan remaja perempuan untuk menciptakan kemandirian finansial. Dengan menjadikan UMKM sebagai motor penggerak, diharapkan desa-desa tidak lagi bergantung pada bantuan eksternal, melainkan mampu membangun siklus ekonomi yang berkelanjutan dari dalam.
"Ketahanan nasional sejatinya dimulai dari tingkat desa. Jika desanya kuat, Indonesia pun kuat. Dan perempuan lah yang memegang peran sentral sebagai penggerak ekonomi di akar rumput. Tanpa keterlibatan aktif perempuan, upaya memakmurkan desa hanya akan setengah hati."
Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, dalam acara pengukuhan tersebut. Hashim menekankan bahwa fungsi pengawasan dan kepemimpinan perempuan menjadi kunci vital dalam menjaga masa depan bangsa. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki ibu-ibu dan perempuan muda desa selama ini kerap terabaikan, padahal mereka adalah penjaga gawang terdepan dalam menghadapi krisis pangan, gizi keluarga, hingga ancaman degradasi moral terhadap anak-anak.
Lebih lanjut, struktur organisasi Srikandi Jaga Desa dirancang agar langsung bersentuhan dengan masyarakat hingga ke pelosok. Setiap desa didorong untuk membentuk unit-unit usaha kecil yang dikelola oleh para srikandi setempat. Mulai dari pengolahan hasil pertanian, kerajinan tangan khas daerah, hingga pemasaran produk melalui platform digital. Media kami mencatat, antusiasme dari berbagai perwakilan desa yang hadir cukup tinggi, menandakan adanya harapan baru bagi kebangkitan ekonomi dari pinggiran.
Comments (0)