Drama 120 Menit: Argentina Singkirkan Swiss Lewat Gol Emas

Skor akhir 2-1 untuk Argentina setelah pertarungan sengit yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu di perempat final Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Kansas City, Missouri, pada Sabt...

Drama 120 Menit: Argentina Singkirkan Swiss Lewat Gol Emas

Skor akhir 2-1 untuk Argentina setelah pertarungan sengit yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu di perempat final Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Kansas City, Missouri, pada Sabtu, 11 Juli 2026 ini menjadi salah satu pertandingan paling dramatis di turnamen tersebut. Argentina harus bersusah payah menembus pertahanan rapat Swiss yang hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-68 setelah Breel Embolo menerima kartu merah langsung dari wasit asal Portugal, Joao Pinheiro.

Babak Pertama: Swiss Bertahan Total, Argentina Kesulitan

Sejak menit pertama, formasi 5-4-1 yang diusung pelatih Swiss jelas dirancang untuk mematikan lini serang Argentina. Starting XI Argentina dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan Lionel Messi sebagai false nine dan sayap cepat di sisi kiri dan kanan, namun Swiss menutup semua ruang. Penguasaan bola di babak pertama mencapai 68% untuk Argentina, namun shots on target hanya 2 dari 9 percobaan. Swiss justru lebih efisien dengan 3 shots on target dari 5 percobaan, salah satunya membuahkan gol pada menit ke-34 melalui serangan balik kilat yang diprakarsai oleh Granit Xhaka. Umpan terobosan Xhaka berhasil disambut oleh Dan Ndoye yang melepaskan tendangan keras ke pojok kiri gawang Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Swiss membuat para pendukung Argentina di stadion terdiam.

Messi terlihat frustrasi karena selalu dihadang oleh tiga bek tengah Swiss. Pada menit ke-28, ia nyaris mencetak gol lewat tendangan bebas dari jarak 25 meter, namun kiper Yann Sommer melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke tiang gawang. Statistik menit ke-40 menunjukkan Argentina melakukan 12 pelanggaran karena mencoba memecah kebuntuan, sementara Swiss hanya 5 pelanggaran. Wasit Joao Pinheiro mengeluarkan kartu kuning pertama untuk Nicolas Otamendi pada menit ke-41 setelah tekel keras kepada Ruben Vargas.

Babak Kedua: Kartu Merah Embolo Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Lionel Scaloni melakukan dua pergantian sekaligus pada menit ke-55, memasukkan Julian Alvarez dan Angel Di Maria untuk menambah daya ledak. Perubahan ini langsung terasa, Argentina menekan lebih agresif. Namun momen kunci terjadi pada menit ke-68 ketika Breel Embolo melakukan tekel berbahaya dari belakang kepada Alexis Mac Allister di tengah lapangan. Wasit Joao Pinheiro sempat memeriksa VAR dan langsung mengeluarkan kartu merah. Keputusan ini membuat Swiss harus bermain dengan 10 pemain dan mundur total ke pertahanan.

Argentina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan luar biasa. Pada menit ke-74, gol penyama kedudukan akhirnya datang. Umpan silang dari Di Maria dari sisi kanan disambut oleh sundulan Julian Alvarez yang memanfaatkan kelengahan bek Swiss. Skor menjadi 1-1. Stadion bergemuruh, dan Argentina terus menekan mencari gol kemenangan. Namun pertahanan Swiss yang dipimpin oleh Manuel Akanji tampil heroik. Pada menit ke-85, Messi melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti, namun Sommer kembali menjadi tembok dengan penyelamatan spektakuler. Hingga peluit panjang babak kedua berbunyi, skor tetap 1-1, memaksa laga berlanjut ke extra time.

“Kami tahu Swiss akan bertahan, tapi kartu merah itu mengubah segalanya. Kami harus sabar dan akhirnya berhasil,” ujar Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Extra Time: Gol Emas Lautaro Martinez

Babak perpanjangan waktu menjadi ujian fisik bagi kedua tim. Swiss yang kelelahan hanya bisa bertahan, sementara Argentina terus menyerang. Pada menit ke-105, peluang emas datang untuk Argentina ketika Di Maria melepaskan tendangan bebas yang membentur mistar gawang. Namun pada menit ke-112, momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Umpan terobosan cantik dari Enzo Fernandez berhasil diterima oleh Lautaro Martinez yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, Martinez menaklukkan Sommer dengan tendangan first time ke pojok kanan bawah. Gol ini menjadi gol kemenangan dan membuat Argentina melaju ke semifinal.

Statistik akhir pertandingan menunjukkan dominasi total Argentina: penguasaan bola 72%, shots on target 8 banding 4, dan total percobaan tembakan 21 banding 7. Swiss hanya mampu bertahan dan mengandalkan serangan balik, namun kartu merah Embolo menjadi titik balik yang meruntuhkan rencana mereka. Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengkritik keputusan wasit dalam wawancara singkatnya, “Kartu merah itu terlalu keras. Embolo tidak berniat melukai lawan. Tapi ini sepak bola, kami harus menerima.”

Analisis Taktik dan Performa Pemain Kunci

Penampilan Lautaro Martinez sebagai pemain pengganti menjadi pembeda. Sejak masuk pada menit ke-70, ia selalu menjadi ancaman dengan pergerakan tanpa bola. Ia mencatatkan 4 tembakan, 2 di antaranya tepat sasaran, dan satu gol penentu. Sementara itu, Lionel Messi meski tidak mencetak gol, berperan besar dalam menciptakan ruang dengan menarik tiga pemain bertahan. Statistik menunjukkan Messi melakukan 3 umpan kunci dan 2 dribel sukses. Di sisi Swiss, Yann Sommer layak mendapat pujian dengan 7 penyelamatan, termasuk dua penyelamatan krusial di babak kedua. Namun kartu merah Embolo menjadi noda besar dalam performa timnya.

Dengan kemenangan ini, Argentina akan menghadapi pemenang laga antara Brasil dan Jerman di babak semifinal. Catatan penting: ini adalah kemenangan keempat Argentina dalam lima pertemuan terakhir melawan Swiss di Piala Dunia. Laga ini juga mencatatkan rekor jumlah kartu kuning terbanyak di turnamen, yaitu 9 kartu kuning dan 1 kartu merah. Para penggemar sepak bola dunia kini menantikan apakah Argentina mampu mempertahankan performa ini dan melaju ke final Piala Dunia 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User