Drama Enam Gol Lusail: Argentina Juara Lewat Adu Penalti Epik

Pertandingan final Piala Dunia 2022 menyuguhkan skor akhir 3-3 hingga babak perpanjangan waktu sebelum Argentina akhirnya menundukkan Prancis lewat adu penalti 4-2 di Lusail Iconic Stadium. Pertarunga...

Oct 07, 2026 - 08:45
0 0
Drama Enam Gol Lusail: Argentina Juara Lewat Adu Penalti Epik

Pertandingan final Piala Dunia 2022 menyuguhkan skor akhir 3-3 hingga babak perpanjangan waktu sebelum Argentina akhirnya menundukkan Prancis lewat adu penalti 4-2 di Lusail Iconic Stadium. Pertarungan sengit antara dua raksasa benua ini menampilkan duel taktikal tingkat tinggi, di mana keunggulan awal Argentina nyaris sirna akibat ledakan performa Kylian Mbappe sebelum Emiliano Martinez memastikan trofi emas kembali ke Buenos Aires.

Dominasi Taktis La Albiceleste di Paruh Pertama

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengejutkan sang lawan dengan menurunkan formasi 4-3-3 cair, menempatkan Angel Di Maria langsung ke dalam starting XI di pos penyerang sayap kiri. Perubahan struktur ini mengeksploitasi celah pertahanan Prancis yang dijaga Jules Kounde. Serangan Prancis beberapa kali kandas akibat jebakan offside disiplin yang diterapkan lini belakang Argentina.

Menit ke-23, kebuntuan pecah lewat momen krusial. Akselerasi Di Maria memaksa Ousmane Dembele melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang. Lionel Messi yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang mengecoh Hugo Lloris, mengarahkan bola mendatar ke sisi kanan gawang. Gelombang tekanan Argentina tidak berhenti di situ. Pada menit ke-36, sebuah skema serangan balik cepat berhasil menggandakan kedudukan. Alexis Mac Allister melepaskan umpan silang matang yang menjadi assist sempurna bagi sontekan terukur Di Maria.

Hingga peluit tanda jeda dibunyikan, Prancis gagal mencatatkan satu pun tembakan. Didier Deschamps bahkan langsung merombak lini depannya pada menit ke-41 dengan menarik keluar Dembele dan Olivier Giroud demi memutus kebuntuan aliran bola.

Ledakan Kilat Kylian Mbappe Mengubah Momentum

Memasuki babak kedua, Les Bleus mencoba keluar dari tekanan dengan meningkatkan tempo serangan. Pertahanan Argentina yang sebelumnya membidik rekor clean sheet mulai mendapatkan ujian berat dari pergerakan cepat para penyerang sayap Prancis.

Titik balik pertandingan meledak pada menit ke-80. Pelanggaran Nicolas Otamendi terhadap Randal Kolo Muani berbuah penalti bagi Prancis. Kylian Mbappe menuntaskan tugasnya dengan sepakan keras ke sudut bawah gawang. Belum sempat Argentina menata ulang fokus, petaka kembali datang hanya 97 detik kemudian. Tepat pada menit ke-81, Mbappe menyambut assist sundulan Marcus Thuram lewat tendangan voli first-time spektakuler yang menembus jala gawang Martinez, menyamakan skor menjadi 2-2 sekaligus memaksa laga berlanjut ke extra time.

"Kami sempat berada di tepi jurang dan tertinggal jauh, namun kami berhasil bangkit berkat energi luar biasa dari para pemain pengganti," tutur Didier Deschamps mengevaluasi perubahan taktik timnya.

Ketegangan Babak Tambahan dan Pahlawan Tos-Tosan

Babak perpanjangan waktu berjalan dengan tempo tinggi tanpa kompromi. Menit ke-108, publik Lusail kembali bergemuruh saat kemelut di depan gawang Prancis disambar oleh Lionel Messi. Meski bek Prancis sempat menghalau bola keluar, intervensi teknologi garis gawang dan VAR menyatakan bola telah sah melewati garis, mengubah papan skor menjadi 3-2.

Drama belum usai bagi armada Prancis. Menit ke-118, tembakan Mbappe membentur lengan Gonzalo Montiel di kotak penalti. Mbappe kembali menaklukkan Martinez dari titik putih, melengkapi torehan hat-trick bersejarah di partai puncak sekaligus memaksakan adu penalti dengan kedudukan imbang 3-3. Martinez kemudian melakukan penyelamatan heroik pada menit ke-120+3 dengan menahan sepakan jarak dekat Kolo Muani menggunakan kaki kirinya.

Pada babak tos-tosan, Emiliano Martinez menunjukkan ketangguhan mentalnya dengan menggagalkan eksekusi Kingsley Coman, disusul tembakan Aurelien Tchouameni yang melebar dari sasaran. Empat algojo Argentina—Messi, Paulo Dybala, Leandro Paredes, dan Montiel—sukses menjalankan tugas secara sempurna untuk memastikan kemenangan adu penalti 4-2.

Statistik Pertandingan dan Analisis Menyeluruh

Dominasi permainan tercermin jelas dari catatan akhir pertandingan. Argentina mencatatkan penguasaan bola 54 persen berbanding 46 persen milik Prancis. Efektivitas penyerangan armada Lionel Scaloni terlihat dari perolehan 10 shots on target dari total 20 percobaan tembakan. Sementara itu, Prancis yang sempat tertekan sepanjang babak pertama mengumpulkan 6 shots on target dari 10 kali percobaan sepanjang 120 menit laga.

Tensi panas partai final ini turut diwarnai oleh kepemimpinan wasit yang mengeluarkan total 8 kartu kuning tanpa ada kartu merah yang keluar dari sakunya. Kemenangan bersejarah ini menyudahi penantian 36 tahun Argentina untuk merengkuh trofi Piala Dunia ketiga mereka di panggung sepak bola internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User