Debut Apik Huijsen: Real Madrid Kalahkan Al Hilal 3-1
Skor akhir 3-1. Real Madrid membuka perjalanan mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 dengan kemenangan meyakinkan atas Al Hilal di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (19/06/2025) waktu setempat. Namun yan...
Skor akhir 3-1. Real Madrid membuka perjalanan mereka di Piala Dunia Antarklub 2025 dengan kemenangan meyakinkan atas Al Hilal di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (19/06/2025) waktu setempat. Namun yang paling banyak dibicarakan penonton yang memadati stadion bukan hanya tiga gol Los Blancos, melainkan satu nama yang baru pertama kali tampil sebagai starter: Dean Huijsen. Bek tengah berusia 19 tahun itu langsung dipercaya Carlo Ancelotti di lini pertahanan, dan ia menjawab kepercayaan itu dengan penampilan matang di laga debutnya.
Dari sisi statistik, dominasi Real Madrid hampir tanpa cela. Penguasaan bola 61 persen berbanding 39 persen, shots on target 7 banding 3, serta akurasi umpan 89 persen menegaskan kendali permainan. Al Hilal, juara Liga Champions Asia, memang datang dengan formasi 4-2-3-1 yang rapat, tetapi intensitas pressing Real Madrid sejak menit awal membuat lini tengah Al Hilal kesulitan membangun serangan.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Ketajaman Sayap Kiri
Menit ke-23, umpan terobosan Federico Valverde dari lini tengah membelah pertahanan Al Hilal. Vinicius Junior, yang memulai laga dari sayap kiri dalam formasi 4-3-3, melepaskan tendangan first-time ke tiang jauh. Kiper Bono hanya bisa menyaksikan bola masuk. 1-0, assist dari Valverde.
Al Hilal berusaha keluar lewat serangan balik cepat, dengan Malcom dan Salem Al-Dawsari sebagai ujung tombak. Namun lini belakang Real Madrid tampil disiplin. Tiga kali Al Hilal terjebak offside di babak pertama, dua di antaranya berkat garis pertahanan yang digeser tinggi oleh Huijsen bersama Antonio Rudiger. Menit ke-45+2, giliran Kylian Mbappé mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan assist Jude Bellingham di kotak penalti, tembakan keras Mbappé tak mampu dihalau Bono. 2-0 untuk Real Madrid di penghujung babak pertama.
Babak Kedua: VAR, Rodrygo, dan Buyarnya Clean Sheet
Babak kedua dimulai dengan tekanan dari Al Hilal yang lebih berani keluar. Menit ke-58, VAR memanggil wasit untuk meninjau insiden di kotak penalti setelah Malcom jatuh akibat kontak dengan Huijsen. Keputusan akhir: tidak ada penalti. Tontonan replay memperlihatkan kontak minimal dan Malcom justru lebih dulu kehilangan keseimbangan.
Menit ke-71, segalanya terkunci. Lucas Vazquez, yang masuk dari bangku cadangan, memberikan assist kepada Rodrygo. Punggungnya membelakangi gawang, namun penyelesaian satu sentuhan Rodrygo ke sudut bawah gawang membuat Bono tak berkutik. 3-0, assist dari Lucas Vazquez. Sayangnya, clean sheet yang hampir diraih debutan Huijsen buyar di menit ke-82. Umpan silang Milinkovic-Savic disambut sundulan Malcom. Skor akhir 3-1.
Debut Huijsen: Tenang, Berani, dan Efisien
Catatan statistik Huijsen di laga ini layak digarisbawahi: 92 persen akurasi umpan, 5 sapuan, 3 intersep, dan memenangi 7 dari 9 duel udara. Ia juga mencatatkan dua umpan kunci yang memicu serangan cepat Real Madrid. Yang paling menonjol adalah keberaniannya memainkan bola pendek dari lini belakang saat ditekan — pola yang persis seperti yang diinginkan Ancelotti dalam membangun serangan dari bawah.
Perlindungan dari Rudiger membuat transisi Al Hilal mudah dibaca. Koulibaly, bek senior Al Hilal, mendapat kartu kuning menit ke-55 setelah menjegal Vinicius Junior yang sedang melaju kencang. Sementara itu, tiga pelanggaran besar ditebus wasit tanpa kartu merah, meski tensi sempat naik di menit-menit akhir. Yang menarik, pelatih Al Hilal, Jorge Jesus, baru melakukan pergantian pertama di menit ke-60 — keputusan yang dinilai terlambat oleh banyak pengamat karena timnya sudah tertinggal dua gol.
Kata Ancelotti: Kepercayaan yang Terbayar
Kami tahu kualitasnya sejak latihan pertama. Dia bermain seperti pemain yang sudah bertahun-tahun di sini — tenang, berani, dan membaca permainan dengan baik. Ini baru permulaan,
ujar Ancelotti dalam konferensi pers seusai laga, seperti dilansir media resmi klub. Pelatih asal Italia itu juga menyoroti kedalaman skuad yang menjadi kunci turnamen sepanjang bulan Juni hingga Juli. Dengan jadwal padat, rotasi menjadi harga mati, dan debut Huijsen memberi sinyal bahwa posisi bek tengah tidak lagi menjadi titik rawan. Di sisi lain, kekalahan ini membuat Al Hilal wajib menang di dua laga sisa grup melawan Pachuca dan Salzburg untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Kemenangan ini menempatkan Real Madrid di puncak klasemen sementara Grup H dengan tiga poin dan selisih gol plus dua. Selanjutnya, Los Blancos akan menghadapi Pachuca pada 22 Juni dan menutup fase grup melawan Salzburg pada 26 Juni. Bagi Huijsen, laga debut yang nyaris sempurna ini baru langkah pertama dari perjalanan panjang berseragam putih.
Comments (0)