Kado Manis Boxing Day: Liverpool Comeback Tumbangkan Leicester 3-1

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Liverpool atas Leicester City dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Anfield, Jumat (27/12/2024) WIB. The Reds menutup malam Boxing Day dengan kado manis berupa ...

Aug 24, 2026 - 01:46
0 0
Kado Manis Boxing Day: Liverpool Comeback Tumbangkan Leicester 3-1

Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Liverpool atas Leicester City dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Anfield, Jumat (27/12/2024) WIB. The Reds menutup malam Boxing Day dengan kado manis berupa tiga poin penuh setelah sempat tertinggal lebih dulu. Curtis Jones menjadi salah satu bintang kemenangan setelah golnya pada menit ke-49 membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Liverpool tampil dengan formasi 4-2-3-1 favorit pelatih Arne Slot, sementara Leicester City racikan Ruud van Nistelrooy memilih 4-2-3-1 yang lebih disiplin dan kompak. Tuan rumah langsung mendominasi penguasaan bola, tetapi justru tim tamu yang mencetak angka lebih dulu lewat skema serangan balik.

Menit ke-6, Leicester menghukum Liverpool. Jordan Ayew lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah, kemudian melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihalau kiper tuan rumah. Skor berubah menjadi 0-1. Anfield sempat hening, sementara The Foxes semakin percaya diri dengan bertahan rapat di sepertiga lapangan sendiri.

Babak Pertama: Dominasi Bola Tanpa Gol, Gakpo Menyelamatkan The Reds

Setelah kebobolan, Liverpool meningkatkan intensitas serangan. Sepanjang laga, tuan rumah mencatat penguasaan bola hingga 76 persen, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah pada babak pertama. Berulang kali serangan dari sisi sayap kandas di kotak penalti Leicester yang berlapis pemain. Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate bahkan ikut naik membantu serangan, terutama saat memanfaatkan situasi bola mati.

Peluang terbaik tuan rumah hadir melalui Mohamed Salah pada menit ke-30, namun tembakannya masih melebar tipis dari tiang jauh. Leicester nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan Wout Faes, tetapi bola masih melambung di atas mistar. Tekanan Liverpool akhirnya membuahkan hasil tepat di pengujung babak pertama.

Menit ke-45+1, Salah menjadi kreator. Ia menusuk dari sisi kanan dan melepaskan umpan silang mendatar yang disambar Cody Gakpo dari jarak dekat. Gol tersebut menyamakan skor menjadi 1-1 sekaligus menyelamatkan moral tuan rumah menjelang turun minum. Starting XI Liverpool yang banyak dirotasi akibat padatnya jadwal akhir tahun perlahan menemukan ritme permainan.

Babak Kedua: Jones dan Salah Menuntaskan Comeback di Anfield

Empat menit setelah jeda, Liverpool membalikkan keadaan. Menit ke-49, Gakpo kembali menjadi aktor dengan memberikan umpan tarik ke tengah kotak penalti. Curtis Jones yang bergerak tanpa bola menyambutnya dengan tembakan first-time ke pojok gawang. Anfield bergemuruh, skor berubah menjadi 2-1 untuk tuan rumah.

Leicester mencoba keluar dari tekanan dengan sesekali melancarkan serangan balik, tetapi lini belakang Liverpool yang dikawal Konate tampil solid dan disiplin. Tuan rumah justru semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan. Pergantian pemain yang dilakukan Van Nistelrooy untuk menambah daya gedor justru membuka ruang di lini belakang tim tamu.

Menit ke-82, Liverpool memastikan kemenangan. Salah menerima bola di sisi kanan, memotong ke dalam, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Leicester. Skor akhir 3-1 menutup perlawanan tim tamu sekaligus mengunci tiga poin bagi tuan rumah.

Statistik dan Analisis Taktik

Data akhir laga menunjukkan dominasi telak Liverpool: penguasaan bola 76 persen berbanding 24 persen, 15 tembakan dengan 6 shots on target, sementara Leicester hanya melepaskan empat percobaan dan satu di antaranya mengarah ke gawang. Tuan rumah juga unggul jauh dalam jumlah umpan sukses, cerminan dari permainan penguasaan yang diinstruksikan Slot.

Dari sisi taktik, kemenangan ini lahir dari kesabaran. Alih-alih memaksakan umpan panjang, Slot meminta anak asuhnya memainkan bola pendek untuk menarik keluar garis pertahanan Leicester. Pergerakan Gakpo dan Jones di ruang antarlini menjadi kunci; keduanya aktif mencari celah di belakang gelandang bertahan tim tamu. Sebaliknya, Leicester terlalu cepat kehilangan penguasaan bola setelah mencetak gol pembuka, sehingga tekanan Liverpool tak pernah benar-benar padam.

Laga berjalan cukup bersih tanpa kartu merah, dan VAR hanya sesekali turun tangan memeriksa insiden di kotak penalti. Sayangnya bagi tim tamu, clean sheet yang diharapkan justru berubah menjadi kekalahan telak akibat tiga gol balasan tuan rumah.

Reaksi Pelatih dan Dampak Klasemen

Arne Slot memuji kesabaran dan karakter timnya dalam sesi wawancara usai laga.

“Kami tahu Leicester akan bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik. Kuncinya adalah tetap tenang, terus membangun serangan, dan tidak panik saat tertinggal. Saya sangat puas dengan cara tim menyelesaikan pertandingan ini,” ujar Slot.

Dengan hasil ini, Liverpool semakin memantapkan posisi di puncak klasemen Liga Inggris dan memberi tekanan pada para pesaingnya di papan atas. Adapun bagi Leicester, kekalahan ini menjadi pukulan telak karena mereka tertahan di papan bawah dan wajib segera bangkit pada laga-laga berikutnya. Malam yang manis bagi tuan rumah, dan sebuah peringatan keras bagi tim tamu bahwa pertahanan rapat tanpa serangan efektif hanya akan menunda kekalahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User