Spanduk Politik Lo Celso Mewarnai Kemenangan Argentina atas Inggris

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Namun, malam itu tidak hanya diukir oleh gol-gol di lapangan hijau. Begitu peluit panjang berbunyi, Giovani Lo Cel...

Aug 24, 2026 - 02:03
0 0
Spanduk Politik Lo Celso Mewarnai Kemenangan Argentina atas Inggris

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Namun, malam itu tidak hanya diukir oleh gol-gol di lapangan hijau. Begitu peluit panjang berbunyi, Giovani Lo Celso berjalan menembus kerumunan rekan setimnya menuju arah tribun dan mengangkat sebuah spanduk bernuansa politik. Gestur itu seketika meledak menjadi perbincangan global — lebih keras dari gemuruh tiket final yang baru saja diamankan La Albiceleste.

Babak Pertama: Duel Taktik dan Tekanan Tinggi

Lionel Scaloni menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan pressing tinggi, sementara Inggris menjawab lewat skema 3-4-2-1 untuk menyerap tekanan dan menusuk dari sisi sayap. Tempo laga berjalan gila-gilaan sejak menit awal. Menit ke-23, umpan terobosan Enzo Fernández membelah lini belakang Inggris dan Julian Álvarez melepaskan tendangan first-time dari dalam kotak penalti. Kiper Inggris tampil gemilang dengan menepis bola — penyelamatan yang membuat penguasaan bola 54 persen milik Argentina belum berbuah gol hingga jeda. Shots on target babak pertama tercatat 3-2 untuk keunggulan Argentina, namun skor tetap 0-0 berkat lini pertahanan yang disiplin.

Inggris justru nyaris mencuri gol lewat serangan balik cepat di menit ke-39. Umpan silang dari sisi kiri disambut sundulan keras, tetapi Emiliano Martínez melakukan refleks luar biasa. Clean sheet Argentina di babak pertama terjaga, sementara tensi di tribun semakin memanas karena setiap pelanggaran kecil langsung diadili dengan ketat oleh wasit.

Babak Kedua: Gol, VAR, dan Momen Ajaib

Kebuntuan pecah di menit ke-58. Dari situasi sepak pojok, bola liar jatuh di kaki pemain Argentina yang langsung melepaskan tembakan voli ke pojok atas gawang — gol pembuka yang lahir dari skema bola mati yang jelas dilatih berulang kali di sesi latihan. Skor berubah 1-0, dan Argentina semakin percaya diri menguasai lini tengah.

Inggris membalas di menit ke-71. Namun, selebrasi mereka dipotong oleh pemeriksaan VAR karena posisi striker sudah lebih dulu dalam posisi offside saat umpan dilepaskan. Gol dianulir, dan keputusan itu memicu protes keras dari bangku cadangan Inggris. Petaka bagi Inggris justru datang di menit ke-89. Lo Celso, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper. Gol penentu itu sekaligus mengunci skor akhir 2-1 dan membawa Argentina ke partai puncak.

Statistik akhir laga menunjukkan penguasaan bola Argentina 56 persen berbanding 44 persen, dengan shots on target 6-3. Inggris harus mengakhiri laga dengan dua kartu kuning akibat pelanggaran frustrasi di menit-menit akhir, sementara Argentina mencatatkan clean sheet di babak kedua.

“Ini malam yang luar biasa bagi para pemain. Kami tahu semifinal melawan Inggris tidak akan mudah, dan para pemain menjawab dengan karakter yang kami banggakan,” ujar pelatih Argentina. “Soal perayaan di lapangan, itu di luar kendali kami. Kami akan menunggu keputusan pihak berwenang.”

Spanduk Politik: Pesta yang Berubah Kontroversi

Ucapan sang pelatih merujuk pada momen yang mencuri perhatian: Lo Celso mengangkat spanduk bernuansa politik saat berjalan mengelilingi lapangan usai pertandingan. Aksi itu langsung direkam oleh ribuan ponsel di tribun dan menyebar cepat di media sosial. Gelandang berusia 30 tahun itu tampak membaca tulisan di spanduk tersebut sebelum menunjukkannya ke arah kamera, memicu reaksi beragam — ada yang memuji keberaniannya, tak sedikit pula yang mengkritik karena mencampurkan politik ke dalam ajang olahraga.

Regulasi FIFA memang melarang pesan politik dalam kompetisi resmi. Jika dinyatakan melanggar, Lo Celso terancam sanksi mulai dari denda hingga larangan bertanding, yang bisa menjadi pukulan telak bagi Argentina menjelang final. Sejauh ini, pihak federasi belum memberikan pernyataan resmi, dan publik menunggu hasil investigasi disipliner.

Terlepas dari kontroversi, kualitas Lo Celso sepanjang turnamen tidak bisa dipungkiri. Golnya di menit ke-89 menjadi yang ketiga di Piala Dunia ini, dan assist-nya membuka jalan bagi rekan setimnya dalam dua laga sebelumnya. Statistik itu menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemain pengganti — ia adalah pembeda yang lahir dari bangku cadangan, persis seperti yang dibutuhkan tim dalam laga sebesar ini.

Kini Argentina berdiri di ambang gelar. Namun, malam di semifinal itu akan selalu dikenang dengan dua narasi sekaligus: tiket final yang direbut lewat skor akhir 2-1, dan spanduk politik yang dibawa Lo Celso melewati garis finis emosional Piala Dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User