Daur Ulang Limbah Baterai, VinFast Indonesia Kerja Sama dengan 2 Perusahaan Ini

VinFast Indonesia mulai menyiapkan strategi pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmennya membangun ekosistem elektrifikasi yang utuh di Tanah Air. Namun, pada tahap aw

Jul 08, 2026 - 08:43
0 1
Daur Ulang Limbah Baterai, VinFast Indonesia Kerja Sama dengan 2 Perusahaan Ini

VinFast Indonesia mulai menyiapkan strategi pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmennya membangun ekosistem elektrifikasi yang utuh di Tanah Air. Namun, pada tahap awal, pabrikan asal Vietnam itu tidak akan menjalankan proses daur ulang secara mandiri, melainkan menggandeng dua mitra strategis yang telah memiliki pengalaman panjang di industri baterai global.

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, mengonfirmasi bahwa pengelolaan limbah baterai akan dilakukan bersama perusahaan teknologi baterai ternama asal China, yaitu Gotion High-Tech dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Kedua perusahaan itu sudah lebih dulu menancapkan pijakan produksi di Indonesia, sehingga kolaborasi ini dapat berjalan dengan memanfaatkan infrastruktur dan keahlian lokal yang sudah tersedia.

"Ya, recycling baterai tentunya kami bekerjasama dengan beberapa vendor ya. Ada Gotion lalu ada CATL," ujar Rinaldi dalam sebuah kesempatan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Langkah ini dinilai krusial mengingat volume baterai kendaraan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan penjualan mobil listrik di Indonesia. VinFast, yang telah memasarkan beberapa model kendaraan listrik di pasar domestik, menyadari bahwa penanganan limbah baterai harus direncanakan sejak dini agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan. Dengan bekerja sama dengan Gotion dan CATL, pihaknya berharap proses pengumpulan, pemrosesan, hingga daur ulang material baterai dapat terlaksana sesuai standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.

Gotion dan CATL sendiri bukanlah nama asing di peta rantai pasok baterai dunia. Gotion, yang berbasis di Hefei, memiliki fokus kuat pada baterai lithium iron phosphate (LFP) dan telah menginvestasikan dana besar untuk membangun pabrik di Indonesia, termasuk fasilitas produksi sel baterai dan material katoda. Sementara itu CATL, sebagai pemasok baterai terbesar global, juga telah merampungkan pembangunan pabrik di kawasan Asia Tenggara untuk memenuhi permintaan pasar otomotif dan penyimpanan energi. Kehadiran fisik kedua perusahaan ini di Indonesia menjadi keuntungan tersendiri bagi VinFast karena dapat memangkas biaya logistik sekaligus mempercepat transfer pengetahuan teknis terkait daur ulang.

Daur ulang baterai mencakup serangkaian proses untuk mengekstraksi kembali logam-logam berharga seperti lithium, kobalt, nikel, dan mangan. Teknologi yang digunakan biasanya melibatkan metode hidrometalurgi atau pirometalurgi yang memerlukan investasi besar dan keahlian tinggi. Dengan menyerahkan pengelolaan kepada mitra yang sudah berpengalaman, VinFast dapat lebih fokus pada pengembangan kendaraan dan jaringan penjualan, sambil tetap memenuhi tanggung jawabnya terhadap lingkungan.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia yang semakin mendorong penerapan prinsip keberlanjutan di sektor otomotif. Regulasi mengenai kewajiban produsen untuk mengelola limbah produknya, termasuk baterai kendaraan listrik, diproyeksikan akan terus diperketat. VinFast, melalui kemitraan strategis ini, ingin memastikan kepatuhan terhadap aturan itu sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain yang serius di pasar kendaraan listrik nasional.

Demikian informasi yang dihimpun Beritainti.com dari pernyataan langsung perwakilan VinFast Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User