Dari Laurent Blanc hingga Michael Carrick: Lima Mantan Pemain MU Jadi Pelatih

Riverside Stadium, 7 Januari 2023. Skor akhir 1-1 antara Middlesbrough dan Brighton and Hove Albion pada putaran ketiga Piala FA 2022/2023 baru selesai terurai setelah drama adu sepakan penalti. Namun...

Aug 28, 2026 - 14:43
0 0
Dari Laurent Blanc hingga Michael Carrick: Lima Mantan Pemain MU Jadi Pelatih

Riverside Stadium, 7 Januari 2023. Skor akhir 1-1 antara Middlesbrough dan Brighton and Hove Albion pada putaran ketiga Piala FA 2022/2023 baru selesai terurai setelah drama adu sepakan penalti. Namun sosok yang paling menarik perhatian malam itu bukan para pemain, melainkan seorang pelatih berusia 41 tahun di area teknis tuan rumah: Michael Carrick. Dengan formasi 4-2-3-1, eks gelandang Manchester United itu memerintahkan blok rendah yang rapat, menetralkan tekanan tim tamu, lalu mengantar Middlesbrough melaju ke babak berikutnya.

Laga tersebut menjadi potret kecil dari fenomena besar: jalur dari lapangan Old Trafford menuju kursi kepelatihan tampaknya tidak pernah sepi. Banyak di antara mereka dibesarkan di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, manajer yang memerintah Old Trafford selama 26 tahun dan mengumpulkan 13 gelar Premier League. Dari bek elegan asal Prancis hingga gelandang tenang asal Inggris, setidaknya lima nama besar kini menekuni profesi pelatih dengan capaian yang sangat beragam.

Michael Carrick: Dari Pengatur Tempo Menjadi Perencana Permainan

Perjalanan Carrick di dunia kepelatihan bergerak sangat cepat. Pria kelahiran Wallsend itu resmi ditunjuk Middlesbrough pada 24 Oktober 2022, setelah sebelumnya menjadi caretaker Manchester United hanya dalam tiga laga, berlangsung dari 21 November hingga 2 Desember 2021. Masa singkat itu justru mengesankan: dua kemenangan dan satu hasil imbang tanpa kekalahan, ditutup kemenangan 3-2 atas Arsenal di Premier League.

Gaya Carrick di Middlesbrough adalah cermin dirinya semasa aktif bermain: tenang, terstruktur, dan haus penguasaan bola. Selama 12 tahun memperkuat Setan Merah, ia mengumpulkan lima gelar Premier League dan satu Liga Champions (2008). Modal itu kini ia tuangkan lewat tim yang berani membangun serangan dari belakang serta tajam dalam transisi cepat — resep yang membuat lini serang Brighton kesulitan menembus pertahanan Boro malam itu. Di Championship, tim besutannya pun kerap tampil dominan dalam penguasaan bola.

Laurent Blanc: Koleksi Trofi Paling Gemilang

Jika ada satu alumni Manchester United yang karier kepelatihannya paling berhias trofi, jawabannya adalah Laurent Blanc. Bek tengah asal Prancis yang bermain di Old Trafford pada 2001-2003 itu mengawali babak pelatih bersama Bordeaux, lalu dipercaya menangani timnas Prancis pada 2010-2012. Puncaknya datang di Paris Saint-Germain: tiga gelar Ligue 1 beruntun plus dominasi piala domestik, dengan tim yang rutin mencatat penguasaan bola di atas 60 persen per laga. Pengalaman sebagai juara dunia 1998 jelas menjadi modal mental tersendiri. Setelah petualangan singkat di Al-Rayyan, Qatar, Blanc memilih jeda — namun namanya selalu muncul setiap klub besar mencari perencana matang.

Solskjaer, Rooney, dan Keane: Tiga Jalur Berbeda

Ole Gunnar Solskjaer menapaki jalan paling emosional. Sang 'super sub' pencetak gol kemenangan di final Liga Champions 1999 itu sempat sukses dua kali mengantar Molde juara Eliteserien Norwegia, singgah singkat di Cardiff City, lalu memimpin Manchester United hampir tiga tahun penuh. Capaian terbaiknya berupa tempat kedua Premier League 2020/2021 dan final Liga Eropa 2021 yang hilang di adu penalti melawan Villarreal. Sejak diputuskan pada November 2021 — justru digantikan sementara oleh Carrick — Solskjaer masih menunggu tantangan baru.

Wayne Rooney memilih pendidikan di medan perang. Top skor sepanjang sejarah Manchester United dengan 253 gol itu membesut Derby County sejak 2020, bertahan mengarsipi tim yang dikenai sanksi pengurangan 21 poin karena masalah administrasi, sebelum menerima tantangan baru di Major League Soccer bersama DC United pada Juli 2022.

Adapun Roy Keane, kapten keras era treble 1999, sesungguhnya lebih dulu mencoba dunia pinggir lapangan. Ia mengantar Sunderland juara Championship dan promosi ke Premier League pada 2007, kemudian singgah di Ipswich Town. Sejak 2011, kursi kepelatihan ia tinggalkan dan beralih menjadi komentator yang lantang di layar kaca.

Pola yang Terbaca dari Data

Angka-angka di atas memperlihatkan pola menarik: alumni yang paling lama bertahan di kursi kepelatihan umumnya mantan gelandang dan bek tengah — posisi yang menuntut kemampuan membaca permainan. Blanc dan Carrick adalah contoh nyata, sama-sama dibesarkan dalam budaya taktis disiplin khas Old Trafford. Data juga menunjukkan pengalaman menjadi pembeda: Blanc menangani timnas, sementara Carrick dan Rooney membangun jam terbang di level klub.

Bagi Carrick sendiri, malam melawan Brighton menjadi bukti bahwa kelasnya sebagai perencana permainan tidak ikut pensiun bersama sepatunya. Selama Middlesbrough tetap efisien mengonversi shots on target menjadi gol, dan penguasaan bola lawan tidak berubah menjadi peluang bersih, kursi pelatih di Riverside berpeluang terus ia duduki dalam waktu lama. Satu hal pasti: daftar mantan pemain Manchester United yang sukses menjadi pelatih tampaknya akan terus bertambah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User