Julian Alvarez Cetak Ganda, Atletico Madrid Taklukkan Villarreal 2-1

Skor akhir 2-1 untuk Atletico Madrid. Stadion Metropolitano, Madrid, Sabtu 23 Agustus 2026, menjadi saksi ledakan produktivitas Julian Alvarez saat Los Colchoneros menjamu Villarreal CF pada pekan ked...

Aug 28, 2026 - 14:39
0 0
Julian Alvarez Cetak Ganda, Atletico Madrid Taklukkan Villarreal 2-1

Skor akhir 2-1 untuk Atletico Madrid. Stadion Metropolitano, Madrid, Sabtu 23 Agustus 2026, menjadi saksi ledakan produktivitas Julian Alvarez saat Los Colchoneros menjamu Villarreal CF pada pekan kedua Liga Spanyol. Penyerang Argentina bernomor punggung 19 itu mencetak dua gol, termasuk penentu kemenangan di menit ke-78 yang baru dinyatakan sah setelah VAR membatalkan bendera offside asisten wasit. Tiga poin ini menempatkan pasukan Diego Simeone di jalur awal yang ideal sekaligus membuktikan mesin presing mereka belum kehilangan gigi.

Babak Pertama: Presing Tinggi dan Gol Cepat Alvarez

Simeone menurunkan starting XI dengan formasi 4-4-2. Jan Oblak berjaga di bawah mistar, terlindungi Nahuel Molina, Robin Le Normand, Clement Lenglet, dan Matteo Ruggeri. Pablo Barrios serta Koke mengatur tempo dari lini tengah, sementara Giuliano Simeone dan Nico Gonzalez mengapit duet Alvarez–Alexander Sorloth di depan. Villarreal menjawab dengan formasi 4-2-3-1 yang diganjal Thomas Partey dan Santi Comesaña sebagai gelandang ganda, dengan Gerard Moreno memimpin lini serang.

Tuan rumah langsung menekan sejak kick-off dengan blok menengah yang tinggi. Menit ke-23, serangan dibangun dari sayap kanan: Giuliano Simeone melepaskan umpan silang rendah melewati kaki Sergi Cardona, dan Alvarez menyambutnya dengan sentuhan first-time yang mengoyak gawang Luiz Junior. 1-0, gol pembuka sekaligus buah langsung dari kesalahan build-up yang dipaksa presing Atletico. Hingga jeda, statistik mencatat penguasaan bola 57 persen untuk tuan rumah serta empat shots on target berbanding satu.

Villarreal nyaris menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Sepakan Ayoze Perez dari luar kotak penalti masih melebar tipis di sisi kanan gawang Oblak, sementara dua peluang serangan balik lainnya gagal tuntas karena permainan posisi Le Normand. Kartu kuning pertama laga dikeluarkan pada menit ke-34 untuk Thomas Partey akibat pelanggaran taktis yang menghentikan lari Pablo Barrios di lintasan tengah.

Babak Kedua: Balasan Villarreal dan Drama VAR

Marcelino merespons dengan perubahan formasi menjadi 4-4-2 berlian dan menaikkan intensitas serangan. Menit ke-61, tekanan itu berbuah: serangan balik cepat dimulai dari kaki Nicolas Pepe, Gerard Moreno melepaskan umpan terukur, dan Ayoze Perez menyelesaikannya dengan tenang melewati Oblak. 1-1. Peluang clean sheet sang kiper Slovenia pun luntur, dan momentum laga berpindah ke kubu tamu.

Villarreal sempat menuntut penalti pada menit ke-71 usai bola menyentuh tangan pemain Atletico di kotak penalti. Wasit memeriksa monitor setelah sinyal VAR, lalu membatalkan klaim tersebut karena kontak dinilai terlalu ringan. Keputusan itu disambut sorakan ribuan penonton Metropolitano yang merasa tekanan perlahan kembali ke sisi mereka.

Menit ke-78, panggung kembali milik Alvarez. Pablo Barrios membelah lini tengah Villarreal dengan umpan terobosan matang, Alvarez melepaskan lari memotong garis bek, lalu menyeplok bola dengan kaki kiri ke sudut jauh. Bendera offside sempat naik, namun VAR memastikan posisinya sah. 2-1, dan Metropolitano meledak oleh pekikkan pendukungnya.

Kartu merah menghiasi lima menit terakhir. Santiago Mourino terkena kartu kuning kedua pada menit ke-88 setelah menjegal Nico Gonzalez, memaksa Villarreal bermain dengan sepuluh orang. Di masa injury time, Alvarez nyaris mencetak hat-trick; sayangnya sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti masih dipatahkan refleks Luiz Junior.

Alvarez, Predator Area Akhir yang Makin Matang

Angka pribadi Alvarez malam itu memukau: lima percobaan tendangan, empat shots on target, dua gol, tiga umpan kunci, serta kemenangan duel darat hingga 60 persen. Ia dua kali terjebak perangkap offside di babak pertama, tetapi membaca garis bek Villarreal dengan makin tajam seiring berjalannya laga. Peran bebasnya di sisi kanan formasi 4-4-2 membuat Cardona kewalahan selama 90 menit penuh.

Secara kolektif, Atletico mencatat penguasaan bola 54 persen, tujuh shots on target dari 16 percobaan, dan enam sepak pojok. Villarreal menjawab dengan tiga shots on target dari sembilan percobaan serta empat sepak pojok. Duel udara juga dimenangkan tuan rumah 55 persen berkat kiprah Le Normand dan Lenglet di jantung pertahanan.

Pasca laga, Simeone memuji karakter anak asuhnya: “Kami kehilangan kendali sepuluh menit setelah gol pembalasan, tetapi tim merespons dengan kepala dingin. Julian adalah penyerang yang hidup dari peluang, dan malam ini ia menunjukkan kualitas kelas dunia.” Marcelino mengakui kekalahan secara sportif: “Dua momen kecil menentukan hasil. Kami bersaing ketat, tetapi Alvarez memutuskan pertandingan.”

Dengan hasil ini, Atletico Madrid mengunci poin penuh kedua di awal musim 2026-27 dan memupuk momentum sebelum jadwal padat berikutnya. Villarreal terpaksa pulang tanpa angka meski tampil kompetitif selama lebih dari satu jam. Fokus kini bergeser ke pekan ketiga, tempat konsistensi sang nomor 19 akan kembali diuji.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User