Everton Tekuk Crystal Palace 2-1, Ndiaye Bersinar di Hill Dickinson

Skor akhir Everton 2-1 Crystal Palace. Stadion Hill Dickinson, Liverpool, Minggu (5/10/2025), kembali menjadi kandang angin bagi para tamu. Iliman Ndiaye menjadi ancaman terbesar sepanjang 90 menit de...

Aug 28, 2026 - 14:12
0 0
Everton Tekuk Crystal Palace 2-1, Ndiaye Bersinar di Hill Dickinson

Skor akhir Everton 2-1 Crystal Palace. Stadion Hill Dickinson, Liverpool, Minggu (5/10/2025), kembali menjadi kandang angin bagi para tamu. Iliman Ndiaye menjadi ancaman terbesar sepanjang 90 menit dengan satu gol dan lima dribel sukses, sementara Adam Wharton berjuang keras di lini tengah Palace namun kalah dalam duel fisik yang berlangsung ketat sejak menit awal pertandingan Premier League ini.

Babak Pertama: Tempo Tinggi dan Duel Lini Tengah

Kedua starting XI tampil tanpa eksperimen besar. Everton bermain dengan formasi 4-2-3-1, Ndiaye menempati sisi kiri lini serang, sedangkan Crystal Palace menjawab dengan 3-4-2-1 yang mengandalkan Wharton sebagai motor distribusi dari posisi deep-lying midfielder. Menit ke-6, Ndiaye sudah memberi peringatan pertama: sepakan first-time dari tepi kotak penalti masih melebar tipis di sisi kanan gawang.

Menit ke-23, duel yang dinanti hadir. Ndiaye berebut bola dengan Wharton di tengah lapangan dan memaksa gelandang muda itu melakukan pelanggaran taktis. Kartu kuning untuk Wharton — catatan keempatnya musim ini — yang membuatnya harus bermain lebih hati-hati sepanjang sisa laga.

Tekanan Everton akhirnya membuahkan hasil menjelang jeda. Menit ke-44, umpan terobosan dari lini tengah memecah garis belakang Palace; Ndiaye mengontrol bola dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tendangan cepat yang tak mampu diantisipasi kiper. Assist itu menjadi assist keempat Everton di kandang musim ini. 1-0, dan momentum penuh milik tuan rumah saat babak pertama usai.

Babak Kedua: VAR, Perubahan Formasi, dan Ketegangan

Palace masuk babak kedua dengan perubahan menjadi 4-3-3, mendorong Wharton sedikit lebih maju. Perubahan itu nyaris berbuah gol pada menit ke-58: sepakan dari luar kotak penalti menghantui mistar, dan wasit sempat menunggu putusan VAR untuk kemungkinan handball di kotak penalti Everton. Monitor lapangan tidak digunakan — tidak ada penalti, permainan berlanjut.

Menit ke-67, Everton menggandakan keunggulan lewat serangan balik cepat. Ruang di sisi kanan pertahanan Palace dieksploitasi dengan umpan rendah yang diselesaikan rapi oleh penyerang pengganti. 2-0, dan Stadion Hill Dickinson meledak.

Palace menolak menyerah. Menit ke-85, sepak pojok diubah menjadi gol melalui sundulan bek tengah menyusul kegagalan antisipasi. 2-1. Enam menit tambahan waktu menghadirkan peluang terakhir, namun sepakan Palace di menit ke-90+4 masih dipatahkan kiper Everton. Clean sheet gagal diraih, tetapi tiga poin tetap tinggal di Liverpool.

Duel Ndiaye vs Wharton: Angka yang Bicara

Secara statistik, Ndiaye unggul telak dalam duel langsung: 4 shots on target, 5 dribel sukses dari 8 percobaan, dan memenangkan 7 dari 12 duel fisik. Wharton mencatat 91% akurasi passing dan 3 tekel berhasil, namun hanya menciptakan 1 peluang kunci — angka di bawah standar musimnya yang rata-rata menciptakan 2,4 peluang per laga.

Penguasaan bola relatif berimbang: Everton 48% - 52% Crystal Palace. Namun efisiensi berbicara lebih keras. Everton mencatat 6 shots on target dari 13 percobaan, sementara Palace hanya 3 dari 14. Total kartu kuning 3-2 untuk Everton, tanpa kartu merah, dan tidak ada gol yang dibatalkan VAR karena offside sepanjang pertandingan.

Pelatih Everton memuji mental anak asuhnya usai laga. "Kami tahu Palace punya kualitas di lini tengah dengan Wharton. Rencananya sederhana: ganggu ritme mereka sejak gelandang bertahan, dan anak-anak mengeksekusinya dengan disiplin," ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Di kubu lawan, pelatih Palace menyesalkan dua fase kritis. "Kami kehilangan konsentrasi menjelang jeda dan pada gol kedua. Di level ini, 15 menit buruk bisa menghancurkan 75 menit permainan baik," katanya. Ia juga membela Wharton yang bermain di bawah tekanan sepanjang malam.

Hasil ini membawa Everton menguat di papan atas klasemen sementara Palace harus menelan kekalahan pertamanya di kandang lawan musim ini. Laga berikutnya menjadi ujian tindak lanjut: Everton berkunjung ke tim papan tengah, sementara Palace menjalani laga kandang yang wajib dimenangkan untuk memperbaiki posisi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User