Dampak Ekonomi Jakarta International Marathon Tembus Rp255 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa perhelatan Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 tidak hanya sukses dari sisi partisipasi, tetapi juga membawa berkah ekonomi yang signif
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa perhelatan Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 tidak hanya sukses dari sisi partisipasi, tetapi juga membawa berkah ekonomi yang signifikan bagi ibu kota. Dalam keterangannya di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/6/2026), Pramono menekankan bahwa ajang lari berskala internasional tersebut mencatat perputaran uang yang luar biasa besar.
Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ini diikuti oleh ribuan pelari, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran mereka menciptakan geliat ekonomi yang langsung terasa di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, hingga sektor informal seperti suvenir dan kuliner kaki lima.
"Yang tidak kalah pentingnya, Jakim kemarin multiplier effect ekonominya lebih dari Rp255 miliar, lebih dari itu dan itu secara signifikan memberikan dampak ekonomi," kata Pramono.
Angka tersebut, menurut Pramono, merupakan hasil kalkulasi dampak langsung dan tidak langsung yang ditimbulkan selama penyelenggaraan marathon. Efek berganda atau multiplier effect ini terjadi karena setiap rupiah yang dibelanjakan peserta dan panitia berputar di dalam perekonomian lokal, menciptakan pendapatan baru bagi pelaku usaha, membuka lapangan kerja temporer, dan mendorong konsumsi masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang Jakim tidak sekadar sebagai event olahraga, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan rute yang melintasi sejumlah ikon kota, marathon ini juga menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif, menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang lebih awal atau tinggal lebih lama.
Tingkat hunian hotel di sekitar lokasi start dan finish dilaporkan mengalami lonjakan signifikan. Para pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan Sudirman, Thamrin, dan area car free day mengaku omzet mereka meningkat tajam selama satu pekan menjelang dan sesudah acara. Tak hanya itu, sektor transportasi daring dan konvensional pun ikut mencatat kenaikan permintaan yang tinggi.
Pramono menambahkan bahwa keberhasilan Jakim 2026 akan menjadi modal berharga untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang, dengan target dampak ekonomi yang lebih besar. Ia berharap sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas olahraga dapat terus diperkuat.
Dengan realisasi perputaran uang lebih dari Rp255 miliar, Jakim 2026 membuktikan bahwa kegiatan olahraga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang konkrit. Dampak tersebut sekaligus menjadi kado manis bagi Jakarta yang tengah merayakan hari jadinya, sekaligus mempertegas posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan di kawasan Asia Tenggara. (Beritainti.com)
Comments (0)