BGN Buka Suara Usai Sonny Sanjaya Sebut 41 Nama soal Dugaan Korupsi MBG
Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari akhirnya memberikan respons resmi terkait beredarnya 41 nama yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi tata kelola program Makan
Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari akhirnya memberikan respons resmi terkait beredarnya 41 nama yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nama-nama tersebut sebelumnya dibeberkan secara terbuka oleh mantan Waka BGN, Sony Sanjaya.
Agustina menyatakan pihaknya tidak akan menghalangi proses hukum dan justru membuka pintu selebar-lebarnya bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa BGN menghormati setiap langkah investigasi yang akan dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Silakan disampaikan ke Kejagung dan menjadi bahan penyidikan oleh Kejagung," kata Agustina saat dihubungi media kami, Senin (21/6/2026).
Pernyataan singkat namun tegas ini mencuat di tengah riuhnya perbincangan publik mengenai transparansi program unggulan pemerintah tersebut. Sebelumnya, langkah Sonny Sanjaya yang secara blak-blakan menyodorkan daftar panjang nama itu sempat memicu polemik tersendiri di internal lembaga dan kalangan parlemen.
Agustina tampak enggan berkomentar lebih jauh mengenai validitas data yang disampaikan oleh pendahulunya itu. Kendati demikian, sikap BGN yang tidak menutup-nutupi dan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum dinilai sebagai langkah positif untuk menjaga kredibilitas lembaga baru tersebut di mata publik.Desakan Verifikasi dari DPR
Isu ini rupanya juga telah menarik perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejumlah anggota legislatif meminta agar lembaga penegak hukum tidak tinggal diam dan segera melakukan langkah verifikasi secara menyeluruh terhadap tudingan miring ini.
Wakil Ketua Komisi IX DPR secara khusus telah menyuarakan permintaannya agar Kejaksaan Agung segera memeriksa dan memverifikasi ke-41 nama yang telah disebut oleh Sony Sanjaya. Langkah verifikasi ini dianggap krusial untuk memisahkan mana fakta dan mana yang sekadar isu politik, mengingat program MBG menyangkut hajat hidup masyarakat luas serta menyedot anggaran negara yang tidak sedikit.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi apakah mereka akan segera menindaklanjuti daftar nama yang telah beredar tersebut atau membutuhkan laporan resmi dari pihak pelapor untuk memulai penyelidikan lebih lanjut.
Comments (0)