Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Hayam Wuruk, Modusnya Mirip Operasi di Kamboja dan Myanmar
Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat judi online berskala internasional yang beroperasi di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dalam pengg
Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat judi online berskala internasional yang beroperasi di Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Mei 2026, sebanyak 287 warga negara asing (WNA) telah ditetapkan sebagai tersangka. Pengungkapan ini menjadi sorotan lantaran modus operandi yang digunakan sindikat tersebut dinilai sangat canggih dan menyerupai pola kejahatan siber yang biasa ditemukan di pusat-pusat perjudian di Kamboja dan Myanmar.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa para pelaku tidak hanya menjalankan bisnis haram secara terang-terangan, tetapi juga melakukan kamuflase dengan menyamar sebagai perusahaan teknologi resmi. Lebih lanjut, transaksi keuangan yang dilakukan sindikat ini telah beralih menggunakan mata uang kripto untuk mempersulit pelacakan oleh aparat penegak hukum.
Berawal dari Laporan Warga
Penggerebekan besar-besaran ini bukanlah operasi tiba-tiba. Brigjen Wira Satya Triputra menuturkan bahwa tim penyelidik bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar yang menaruh curiga terhadap aktivitas tidak wajar di gedung tersebut. Warga melaporkan lalu-lalang WNA dalam jumlah besar yang tidak sesuai dengan profil perusahaan pada umumnya.
"Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat tentang banyaknya aktivitas warga negara asing yang berlalu-lalang di sebuah bangunan ataupun gedung, yaitu Gedung Hayam Wuruk Plaza Tower," ujar Brigjen Wira dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Setelah mendapatkan informasi awal, tim Bareskrim melakukan pemantauan intensif selama beberapa waktu. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa gedung tersebut difungsikan sebagai pusat kendali operasi judi online. Menariknya, skema yang dijalankan para tersangka di Jakarta memiliki kemiripan signifikan dengan markas-markas judi online di Kamboja dan Myanmar, di mana para operator biasanya dikurung dalam satu kompleks dan bekerja di bawah pengawasan ketat.
Modus Canggih dan Koneksi Internasional
Menurut laporan yang dihimpun media kami, sindikat ini menerapkan strategi penyamaran tingkat tinggi. Secara fisik, mereka menyewa ruang perkantoran dan berpura-pura sebagai perusahaan teknologi inovatif. Penyamaran ini berhasil mengelabui banyak pihak sebelum akhirnya terbongkar oleh polisi. Selain itu, seluruh sistem pembayaran dan pencucian uang hasil kejahatan dilakukan melalui aset kripto, yang menyulitkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mendeteksi aliran dana secara konvensional.
Brigjen Wira menegaskan bahwa pola operasi, infrastruktur server, hingga cara merekrut tenaga kerja asing yang ditemukan di Hayam Wuruk memang identik dengan kamp-kamp judi online di kawasan Asia Tenggara. Hal ini memperkuat dugaan bahwa jaringan yang dibongkar di Jakarta merupakan bagian dari sindikat transnasional yang lebih besar. Saat ini, Bareskrim masih terus mengembangkan penyidikan untuk memburu otak pelaku yang diduga kuat mengendalikan operasi ini dari luar negeri.
Comments (0)