Barcelona Lolos Dramatis Usai Tekuk Atletico di Metropolitano

Metropolitano bergemuruh, namun elasi tuan rumah sirna dalam sekejap. Skor akhir 2-2 di leg kedua perempat final Liga Champions memastikan Barcelona melaju ke semifinal dengan agregat 4-3. Lamine Yama...

Jul 28, 2026 - 07:18
0 0
Barcelona Lolos Dramatis Usai Tekuk Atletico di Metropolitano

Metropolitano bergemuruh, namun elasi tuan rumah sirna dalam sekejap. Skor akhir 2-2 di leg kedua perempat final Liga Champions memastikan Barcelona melaju ke semifinal dengan agregat 4-3. Lamine Yamal menjadi pahlawan lewat gol penentu di menit ke-117, membungkam publik Madrid yang sempat percaya diri setelah dua gol cepat Atletico.

Jalannya Pertandingan

Barcelona datang dengan keunggulan 2-1 dari Camp Nou, namun tekanan tinggi Atletico sejak menit awal merontokkan rencana Hansi Flick. Menit ke-14, umpan silang Nahuel Molina dari sisi kanan disambar Julian Alvarez dengan sundulan tajam yang tak mampu dihalau Wojciech Szczesny. Gol cepat itu menyamakan agregat menjadi 2-2 dan membuat stadion mendidih. Belum reda selebrasi, Antoine Griezmann menggandakan keunggulan Atletico di menit ke-29. Menerima bola dari Rodrigo De Paul di kotak penalti, Griezmann melewati kawalan Gerard Martin dengan tusukan kaki kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas. Sepanjang babak pertama, Martin dibuat kewalahan oleh pergerakan Griezmann; statistik duel satu lawan satu menunjukkan ia hanya memenangi 2 dari 7 duel darat. Formasi 4-4-2 Atletico sukses mematikan poros gelandang Barcelona—Pedri dan Gavi kehilangan ritme—sehingga penguasaan bola Blaugrana yang biasanya dominan hanya 43% di 45 menit pertama. Total tembakan tepat sasaran pun timpang: Atletico 4 berbanding 1 milik tamu. Barcelona butuh keajaiban.

Flick Mengubah Taktik, Yamal Menggila

Masuk babak kedua, Hansi Flick menarik keluar Gavi dan memasukkan Fermín López. Perubahan langsung terasa: Barcelona kini bermain dengan formasi 3-2-4-1 saat menyerang. Robert Lewandowski yang terisolasi mulai mendapat suplai dari sayap. Menit ke-63, Raphinha menusuk dari kiri dan melepaskan umpan tarik yang dituntaskan Lewandowski dengan sontekan satu sentuhan. Gol tersebut membawa agregat menjadi 3-3 karena gol tandang tak lagi berlaku sebagai penentu. Kedudukan imbang membuat tempo permainan melambat, namun intensitas duel tetap tinggi. Gerard Martin perlahan memperbaiki penampilannya; bek kiri muda itu mencatat 4 intersep dan memenangi 6 duel udara hingga menit ke-90. Statistik akhir mencatat ia berhasil memblok 2 tembakan dan melakukan 5 sapuan di kotak penalti, menjadikannya salah satu pemain terbaik Barcelona di lini belakang. Meski begitu, penguasaan bola Barcelona naik drastis menjadi 57% secara keseluruhan, dengan tembakan ke gawang berjumlah 7. Kedua tim enggan menyerah, dan laga pun berlanjut ke perpanjangan waktu.

Drama 120 Menit: Kartu Merah dan Gol Penentu

Kejutan terjadi di menit ke-104. Marcos Llorente menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras terhadap Alejandro Balde, sehingga Atletico harus bermain dengan 10 pemain. Kehilangan satu gelandang membuat lini tengah tuan rumah rapuh. Barcelona memanfaatkan situasi itu dengan mengalirkan bola ke sisi kanan Lamine Yamal. Sang winger 18 tahun terus-menerus mengancam lewat dribel; ia mencatat 8 dribel sukses dari 12 percobaan sepanjang laga. Puncaknya terjadi pada menit ke-117. Yamal menerima umpan pendek Pedri di depan kotak penalti, mengecoh dua bek dengan gerakan body feint, lalu melepaskan tembakan rendah ke sudut kiri yang tak terjangkau Jan Oblak. Gol itu memastikan kemenangan Barcelona dengan agregat 4-3. Dari sisi statistik, Barcelona melepaskan 19 tembakan dengan 9 tepat sasaran, berbanding 14 tembakan dengan 7 on target milik Atletico. Penguasaan bola akhir: 52% untuk Barcelona dan 48% untuk Atletico. VAR sempat memeriksa kemungkinan offside Yamal, namun tayangan ulang mengonfirmasi ia berada onside tipis di belakang garis pertahanan terakhir Josema Giménez. Wasit meniup peluit panjang setelah lima menit waktu tambahan di perpanjangan, membuat seluruh pemain Barcelona berlari ke sudut lapangan merayakan tiket semifinal. Bagi Atletico, hasil ini menjadi pil pahit kedua secara beruntun setelah musim lalu tersingkir di fase yang sama. Antoine Griezmann yang tampil cemerlang—dengan 2 tembakan tepat sasaran dan 1 assist operan kunci—harus menelan kekecewaan di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara itu, Gerard Martin yang sempat kesulitan di awal membuktikan mental bajanya dengan penampilan solid di sisa laga, sebuah aset berharga bagi proyek jangka panjang Barcelona. Dengan hasil ini, Blaugrana akan menantang pemenang antara Manchester City dan Bayern Munich di babak empat besar, sementara Atletico kembali fokus ke La Liga untuk mengamankan zona Liga Champions musim depan. Pertandingan di Metropolitano ini akan dikenang sebagai salah satu drama terbaik perempat final dalam sejarah kompetisi, penuh gol, intensitas, dan ketegangan hingga detik terakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User