BANYUWANGI — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, melakukan peninjauan langsung
Pelabuhan Ketapang bukan sekadar pelabuhan biasa. Setiap harinya, ribuan kendaraan dan penumpang melintas di lintasan Merak–Bakauheni versi timur ini. Keti
Pelabuhan Ketapang bukan sekadar pelabuhan biasa. Setiap harinya, ribuan kendaraan dan penumpang melintas di lintasan Merak–Bakauheni versi timur ini. Ketika terjadi gangguan—baik cuaca ekstrem, antrean panjang, maupun kendala teknis kapal—dampaknya langsung terasa pada rantai pasok nasional dan mobilitas warga. Karena itu, kehadiran orang nomor dua di Jawa Timur ini dinilai strategis untuk memastikan tidak ada persoalan yang dibiarkan menumpuk.
Kronologi Peninjauan di Pelabuhan Ketapang
- Kedatangan dan Penyambutan — Emil Elistianto Dardak tiba di area pelabuhan dan disambut oleh jajaran pengelola Pelabuhan Ketapang, termasuk perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banyuwangi serta instansi terkait.
- Peninjauan Fasilitas Utama — Wakil Gubernur berkeliling meninjau dermaga, area tunggu penumpang, jalur kendaraan, serta posko kesehatan dan keamanan yang beroperasi di kawasan pelabuhan.
- Dengar Pendapat dengan Pengelola — Dalam sesi diskusi, pengelola memaparkan data harian arus penumpang dan kendaraan, termasuk lonjakan yang kerap terjadi pada momen libur panjang.
- Evaluasi Kesiapan Layanan — Emil menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari perhubungan, kepolisian, hingga otoritas pelabuhan, untuk mengantisipasi kepadatan di musim puncak.
- Penegasan Komitmen Pemerintah Provinsi — Wakil Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur akan terus memfasilitasi perbaikan infrastruktur pendukung dan memastikan standar keselamatan pelayaran tetap terjaga.
Data penting yang perlu digarisbawahi: Pelabuhan Ketapang tercatat sebagai salah satu lintasan penyeberangan terpadat di Indonesia dengan jumlah penumpang yang menembus angka ribuan per hari. Pada periode arus mudik dan libur panjang, volume kendaraan dapat melonjak signifikan, sehingga kesiapan fasilitas menjadi taruhan reputasi layanan publik.
Peninjauan ini juga menyiratkan pesan politik yang lebih luas. Banyuwangi adalah kabupaten dengan pertumbuhan pariwisata pesat, dan Ketapang menjadi urat nadi yang menghubungkan Jawa Timur dengan Bali—destinasi wisata kelas dunia. Kelancaran pelabuhan berarti kelancaran ekonomi, bukan hanya bagi Banyuwangi, tetapi juga bagi provinsi dan nasional.
Melalui kunjungan ini, pemerintah provinsi tampaknya ingin memastikan bahwa setiap potensi hambatan di lapangan dapat segera diatasi, terutama menjelang periode-periode kritis seperti libur Natal, Tahun Baru, dan Idulfitri. Langkah Emil Elistianto Dardak menjadi sinyal bahwa pelayanan publik di sektor transportasi tetap menjadi prioritas utama.
Comments (0)