Bahlil Tepis Pasokan Batu Bara Seret Penyebab Listrik Mati Bergilir
Keluhan warga di sejumlah wilayah Pulau Jawa terhadap pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi beberapa hari terakhir mendapat respons tegas dari pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Min
Keluhan warga di sejumlah wilayah Pulau Jawa terhadap pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi beberapa hari terakhir mendapat respons tegas dari pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menampik isu yang menyebutkan bahwa defisit pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menjadi pemicu utama gangguan kelistrikan tersebut. Dalam keterangannya di Jakarta, Bahlil memastikan bahwa kebutuhan bahan bakar primer untuk PLTU milik PLN telah dipenuhi dan diantisipasi jauh-jauh hari melalui mekanisme penugasan khusus kepada perusahaan-perusahaan tambang nasional.
Jaminan Pasokan Lewat Penugasan Khusus
Menurut laporan Beritainti.com, Bahlil merinci bahwa total kebutuhan batu bara untuk seluruh PLTU PLN mencapai 154 juta ton per tahun. Angka itu, lanjutnya, bukan sekadar proyeksi, melainkan volume riil yang harus dijamin ketersediaannya setiap bulan di mulut tambang maupun di lokasi pembangkit. Demi memastikan tidak ada kelangkaan, Kementerian ESDM telah menerbitkan surat penugasan kepada sejumlah perusahaan batu bara nasional yang memiliki kapasitas produksi dan cadangan memadai.
"Saya tegaskan, pemadaman bergilir yang terjadi bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan batu bara. Kebutuhan PLN sudah kami antisipasi sejak awal tahun. Ada penugasan yang jelas kepada perusahaan-perusahaan untuk memasok sesuai kuota yang ditetapkan," ujar Bahlil dalam paparannya di Kantor Kementerian ESDM, seperti dikutip media kami.
Bahlil menambahkan bahwa realisasi pasokan hingga pekan ini masih berada di atas ambang batas aman stok di masing-masing PLTU. Ia pun meminta masyarakat tidak mudah terpancing narasi yang mengaitkan pemadaman dengan krisis energi, karena sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) masih dalam kondisi terkendali. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koordinasi antara Kementerian ESDM, PLN, dan para pemasok dilakukan secara real-time melalui sistem monitoring digital, sehingga setiap potensi keterlambatan pengiriman dapat segera diatasi.
Di sisi lain, sumber di lingkungan PLN yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pemadaman bergilir lebih dipicu oleh gangguan teknis pada beberapa unit pembangkit yang tengah menjalani perawatan rutin serta peningkatan beban puncak akibat cuaca panas. Meski demikian, manajemen PLN belum memberikan pernyataan resmi yang merinci penyebab teknis tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tim lapangan PLN dikabarkan tengah bekerja untuk memulihkan seluruh jaringan yang terdampak.
Dengan adanya jaminan pasokan batu bara yang telah dikonfirmasi langsung oleh Menteri ESDM, diharapkan polemik soal penyebab padamnya listrik dapat diredakan dan prioritas kini diarahkan pada upaya normalisasi sistem kelistrikan secepat mungkin.
Comments (0)